Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 77


__ADS_3

Wellcome November โ˜บโ˜บ๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


Yudha Membalikkan badannya Kania untuk bisa menatap manik matanya, dan meniup poni depannya. "Apa sih pak! kurang kerjaan!" Ujar Kania sedikit kesal lalu meninggalkan Yudha yang masih diam di tempat karena terpesona dengan senyum manis Kania.


'Kania tunggu!" Teriak Yudha.


Yudha ingin mengejar Kania, tetapi handphonenya berbunyi. "Siapa yang menelepon? nggak tahu tempat?" Guman Yudha kepada dirinya sendiri karena merasa terganggu dengan dering telepon.


"Hallo, siapa?" teriak Yudha di telepon.


"Saya Nety Pak!" Jawab Nety sedikit takut nada tinggi Bosnya.


"Kosongkan jadwal saya satu minggu ke depan, karena saya besok mau ke Semarang bersama anak saya. tetapi Pak, "Pertemuan dengan perusahaan Y dari Wiratama Group gimana pak?" Tanya Nety untuk konfirmasi ulang bosnya.


Mundurkan waktunya setelah saya pulang dari Semarang saja, tetapi beliau minta pertemuannya besok Pak!. Kalau tidak mau menunggu batalkan saja Net, tolong atur jadwal ulang saya untuk satu minggu ke depan.


Klik...


Yudha menutup teleponnya dengan sepihak. meletakkan handphonenya di atas nakas kamarnya.


Kania menuruni anak tangga untuk menemui putranya yang sedang asyik menonton televisi kartun kesukaannya. "Sayang, mandi yuk!" Ujar Kania duduk di sampingnya Kenzi yang masih betah menatap televisi tanpa menghiraukan panggilan bundanya.


"Jam belapa unda?" Ujar Kenzi tanpa melihat bundanya, malah keasyikan tertawa cekikikan melihat televisi.


"Kenzi, kalau bunda lagi bicara hadap ke bunda, bukan bunda malah di cuekin itu namanya tidak sopan, sayang." Ujar Kania membelai lembut rambutnya.


"Aapp unda!" Jawab Kenzi menghamburkan ke pelukan bundanya.


"Di maafkan, tetapi Kenzi harus mandi kalau mau ikut bunda pulang." Ujar Kania menatap Kenzi dengan lembut.


'Aik keleta unda?" tanya Kenzi dengan binar bahagia di matanya.

__ADS_1


"Iya sayang, naik kereta!" Jawab Kania mengusap poni rambutnya Kenzi.


"Yeahhh aik keleta!" Seru Kenzi berteriak dengan kegirangan.


"Enzi au andi unda!" Ujar Kenzi merentangkan kedua tangannya meminta di gendong bundanya.


Setelah memandikan Kenzi, dan mendandaninya. Kania menyiapkan pakaian Yudha yang akan dipakai sekarang untuk perjalanan ke Semarang.


"Unda, Daddy ana?" Ujar Kenzi yang manja meminta bundanya untuk mencium rambutnya, karena habis di kasih minyak rambut.


"Nggak tahu, lagi nonton televisi mungkin?" Jawab Kania menciumi rambutnya Kenzi dengan gemas.


"Ayo unda cali Daddy!" Ujar Kenzi mengaret tangan bundanya untuk turun ke bawah ke lantai satu.


"Unda itu Daddy lagi asyik telepon seseolang ambil ketawa" Ujar Kenzi menunjukkan arah jari telunjuknya tepat ke Daddy-nya kepada bundanya Kania.


"Daddy." teriak Kenzi memanggilnya Daddy-nya.


Yudha hanya menjawab dengan tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Bentar Daddy jawab telepon dulu." Ujar daddy-nya menggunakan bahasa isyarat.


"Daddy au, beyum andi." Kata Kenzi pura-pura menutup hidungnya.


Pak, sana mandi nanti telat lho." Ujar Kania memperingati Yudha untuk bersiap-siap karena sebentar lagi jam 15.00.


"Sayang, mandiin." Ujar Yudha duduknya mendekati Kania, sedikit merajuk manja kepada Kania.


"Seperti Kenzi saja, minta di mandiin badannya besar seperti kingkong!" Ujarnya Kania pindah duduk nya di dekat Kenzi.


"Udah nggak sayang Daddy!" Celetuk Yudha melirik sekilas respon anaknya yang pura-pura merajuk.


"Enzi, sayang Daddy!" Jawab Kenzi mendekati Daddy-nya dan minta di pangku.

__ADS_1


Cup...


Kenzi mencium pipi Daddy-nya, Yudha langsung tersenyum mengangkat Kenzi dengan memutar tubuhnya ke kanan, kiri.


"Daddy juga sayang Kenzi!" Ucap Yudha membalas mencium balik pipi bakpao anaknya.


Geyiiii... Daddy...


Yudha meninggalkan Kania dan anaknya untuk mandi dan ganti pakaian. Setelah mandi dan masih memakai handuk, tiba-tiba ada yang membuka pintunya kamarnya.


Deg...


"Maaf pak, kirain masih di kamar mandi." Ucap Kania menundukkan kepalanya, meliriknya malu-malu.


"Kenapa malu? lihat saya Kania!" Tanyanya Yudha menaik turunkan alisnya untuk mengoda Kania.


"Nggak Pak, saya cuma mengambil ini!" Ujar Kania yang menjawab pertanyaan Yudha masih menundukkan kepalanya tanpa berani melihat ke orangnya.


Yudha berjalan menghampiri Kania, langsung memeluknya dari belakang "Kamu cantik! kalau lagi malu!" bisik Yudha tepat di daun telinganya Kania.


"Ehh, merinding saya pak!" Ujar Kania mencoba melepas dari pelukannya.


"Seperti ini dulu sebentar saja!" Bisik Yudha mengecup ceruk lehernya Kania yang terekspos.


Akhirnya Kania mengalah membiarkan Yudha memeluknya.


"Daddy ama unda apain?" tanya Kenzi yang melongo melihat daddy-nya di belakang bundanya.


"Nggak apa-apa, Nak." Ujar Yudha sedikit malu di pergoki anaknya sendiri sedang memeluk bundanya.


"Enzi itut di peyuk." Ucap Kenzi berlari ke bunda dan daddy-nya.

__ADS_1


"Berpelukan unda Daddy sepelti Teletubbies." Seru Kenzi bersorak gembira.


Double Up. partnya sedikit๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2