Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 102


__ADS_3

Satu minggu kemudian......


Keluarga Kania, dan keluarga Yudha merencanakan pertemuan keluarga yang rencananya akan dilakukan di Jakarta dirumah Yudha.


Keadaan Kania terus membaik, dan sekarang sudah bisa berinteraksi dengan orang banyak, sudah bisa di ajak bercanda bahkan tertawa lepas


Pagi ini waktu Kania memasak di dapur, Kenzi dengan muka bantalnya menghampiri bundanya yang lagi masak ayam Chicken kesukaan bos kecilnya.


"Unda Enzi au maman." Ujar Kenzi mengucek-ngucek matanya, dan memeluk kaki bundanya.


Kania membalikkan badan, dan melihat anaknya yang mengucek matanya dengan lucu, membuat Kania menoel-noel pipinya dengan sangat gemas. lalu Kania berjongkok menyamakan tingginya dengan tingginya Kenzi.


"Mau mam apa sayang?" Tanyanya bunda Kania, dan mengecup sekilas bibirnya dengan terkekeh geli melihat reaksi anaknya.


*Au mam yam Chicken unda." Seru Kenzi dengan binar bahagia di mata Kenzi, karena sudah lama tidak makan, makanan masakan bundanya.


Tak!.....tak!... tak....


Langkah Yudha membuat kedua orang yang ada di dapur menoleh ke belakang, untuk melihat siapa yang datang.

__ADS_1


Yudha tersenyum melihat interaksi kedua bunda, dan anak yang sedang mengobrol di dalam dapur yang terlihat sangat menggemaskan di mata daddy-nya.


"Mau makan sama apa Mas?" Tanyanya Kania kepada Yudha yang ikut berjongkok di samping anaknya.


"Mas makan apa saja, yang penting masakannya kamu sayang." Ujar Yudha mengedipkan matanya.


"Bawa Kenzi ke ruang makan ya sayang, Kania mau menyiapkan makanan dulu untuk di taruh di meja makan." Ujar Kania.


"Iya sayang." Ujar Yudha merengkuh pinggangnya Kania.


"Ayo Daddy, Enzi uda lapel anget." Seru Kenzi memegang perutnya.


"Kita telbang uwing..... uwing.. .. daddy sepelti aik pecawat." Seru Kenzi yang memperagakan tangannya yang seolah-olah sedang terbang menaiki pesawatnya.


Yudha mengecup pipi anaknya bertubi-tubi, dan mengendong anaknya ke ruang makan.


Geyi...iiii... Daddy iihh geyiiii........


Kania melihat Yudha, dan Kenzi yang saling menggoda tersenyum hangat. Kania bahagia bisa melihat Ayah dan Anak selalu rukun, selalu bisa membuatnya tersenyum lebar.

__ADS_1


"Sayang." bisiknya Yudha di telinganya Kania, dengan memeluknya erat dari belakang Kania, dan mengendus-endus ceruk lehernya.


"Cup... cup.....Yudha mengecup ceruk lehernya Kania, dan mencium puncak kepalanya."


Kania membalikkan badannya untuk menghadap wajahnya Yudha, yang menatapnya secara intens, dan Cup.... Kania mencium pipinya Yudha secara singkat.


"Ayo sayang." Ajak Yudha mengandeng tangannya Kania untuk diajak ke meja makan, dan sarapan pagi bersama.


"Yeeeehh unda, Daddy udah atang yeahhh Enzi Mam." Seru Kenzi bertepuk tangan gembira, melihat makan yang ada di meja makan.


Tangan Kania terulur untuk mengelus rambutnya Kenzi, dan saling mengengam tangannya Yudha, dan Kania. Mereka saling berpandangan, dan melempar senyum.


"Unda epetan Enzi uda lapellll." Seru Kenzi yang cemburu melihat kemesraan bunda dan daddy-nya, yang ingin minta di perhatikan mereka berdua.


"Kenzi mau makan dengan apa?" tanyanya Kania mengambilkan nasi untuk Kenzi.


"Dengan apa sayang." Ujar Kania menanyakan kemauan Kenzi, makan dengan lauk apa yang di mintanya.


"Au yam Chicken unda." seru Kenzi bersemangat melihat ayam di depan matanya yang berbinar cuma melihatnya.

__ADS_1


"Yeeeehh mam Chicken, Enzi mam.. mam." Seru Kenzi.


Yudha dan Kania melihat anaknya bahagia, dan makan dengan lahap, membuat mereka berdua tersenyum tipis dan mengucapkan syukur, berkat kehadiran Kania membuat warna berbeda di hidupnya.


__ADS_2