Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 51


__ADS_3

Tepat hari ini satu bulan yang lalu cerita ini Tepat hari ini satu bulan yang lalu cerita ini author publikasikan, Alhamdulillah proses satu bulan author lulus kontrak. Terimakasih untuk teman-teman yang sudah setia membaca cerita ini. dukung terus ya teman-teman cerita ini. selamat pagi, selamat beraktivitas aja☺☺☺ salam sehat🤗🤗🤗


Yudha, Kania, dan Kenzi sudah memasuki mobilnya untuk melakukan perjalanan pulang kerumahnya setelah tiga hari menginap di Hotel.


Yudha tersenyum penuh makna melihat Kenzi dari kaca spion mobilnya, hari ini sangat riang bernyanyi sepanjang perjalanan dari Hotel sampai saat ini.


Bagi Yudha Kenzi sangat menghibur apalagi di tengah padatnya lalu lintas seperti ini.


Walaupun Kenzi sedang kurang enak badan, tetapi Kenzi selalu aktif kecuali benar-benar lagi sakit pasti akan sangat manja.


"Ken mau makan di luar nggak? tanyanya Yudha melirik sekilas jawaban Kenzi dari kaca spion mobilnya.


"Au Daddy, Mam K*C." Jawab Kenzi dengan riang bertepuk tangan.


"No!" ucap Kania.


Kenzi langsung wajahnya tertunduk ke bawah, mukanya seketika terlihat murung karena K*C itu makanan kesukaan Kenzi mirip seperti Nena mommynya.


Kenzi mengangkat kepalanya sedikit mengintip melalui ekor matanya kepada Kania, yang sedang sibuk memperhatikan jalanan yang macet.

__ADS_1


"Tenapa unda?" tanyanya Kenzi takut-takut bila bundanya marah tidak sayang Kenzi lagi, tidak mau menuruti kesukaannya.


Kania terlonjak kaget mendengar suara Kenzi tiba-tiba bersuara, yang sedang asyik Kania lakukan memperhatikan jalanan yang padat dan menghitung kendaraan yang lalu lalang.


"Bunda bilangin, makan junkfood sering-sering nggak baik untuk kesehatan Ken!" ucap Kania lembut menatap penuh keibuan kepada Kenzi mengusap surai rambutnya.


"Enzi uka unda." ucap Kenzi dengan wajah polosnya dengan memainkan matanya biar bisa makan kesukaannya hari ini.


"Boleh hari ini tetapi besok-besok tidak boleh sering-sering ya Ken." celetuk Kania melihat binar bahagia Kenzi membuat Kania ikut bahagia


"Yeeeehh Mam K*C Enzi...."


"Berbahagialah, Nak!"


Yudha akan berusaha semampunya membuat putranya selalu tersenyum, tertawa, menuruti keinginannya bila itu masih batas kewajaran.


"Jadi makan di mana Ken?" tanyanya Yudha pura-pura tidak tahu interaksi Kania dan Kenzi karena Yudha fokus menyetir mobilnya.


"K*C Daddy." jawab Kenzi dengan rona bahagia di wajahnya.

__ADS_1


"Unda." ucap Kenzi


"Iya sayang." jawab Kania


Kenzi merentangkan kedua tangannya minta duduk di pangkuannya Kania.


"Ullluhh.....luhh..."


"Anak bunda sekarang sudah besar, di pangkuan bunda tambah berat." ucap Kania pura-pura keberatan menahan bobot tubuhnya Kenzi.


"Ishh unda ihhh! Enzi ndak belat, ndak besal, Enzi masih ecil." jawab Kenzi dengan bangganya karena menurut Kenzi badannya kecil tidak terlalu gemuk cuma sedikit chuby pipinya seperti bakpao.


Yudha tertawa terbahak-bahak mendengar anaknya merajuk di katain Kania besar badannya dan berat bobot tubuhnya.


"Ishhhhh Daddy! ketawain Enzi." ucap Kenzi yang sudah mulai mencebikkan bibirnya dan raut wajah yang tidak bersahabat.


"Ken tampan seperti Daddy." jawab Yudha dengan geli sendiri yang memuji anaknya yang akan mengeluarkan lahar panasnya.


"Ken tersenyum, mang Enzi ampan sepelti Daddy." ucapnya dengan membanggakan dirinya sendiri di depan Daddy-nya.

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, koment, dan krisannya teman-teman☺☺☺


__ADS_2