Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 89


__ADS_3

"Unda Itut aik pecawat telbang ya." Ujar Kenzi dengan matanya mengedip-ngedip dengan sangat lucu. Membuat Kania semakin gemas melihat anaknya yang pintar meluluhkan hatinya.


"Jagoan bunda, kesayangan bunda, I Love You sayang." Ujar Kania mengecup pipinya kanan kiri bergantian, dan mengecup puncak kepalanya Kenzi dengan lama.


"Unda itut." Ujar Kenzi sedikit merengek karena belum dapat jawaban pasti dari bundanya.


"Iya-iya bunda itut." Ujar Kania merapikan poni rambut anaknya yang mau menutupi matanya.


"Yeahhh unda itut." Ujar Kenzi bersorak-sorak dengan gembira, lalu berlari memutari tubuh bundanya dengan tertawa bahagia.


"Sayang, jangan lari-lari nanti jatuh." Seru Kania sedikit khawatir melihat Kenzi yang berlari terus berlari.


"Ayo unda angkap Enzi kalau Ica." Seru Kenzi yang malah berlarian, dan membalikkan badannya tersenyum ke bundanya


Hap hap hap.......


Kania berjalan mengendap-endap melihat orang-orang sekitarnya, untuk membaca situasi supaya bisa mudah menangkap Kenzi yang nampak kelelahan dengan keringat membanjiri dahinya.


"Ayo unda kejal Enzi, kejal unda." Seru Kenzi yang masih menantang bundanya untuk menangkapnya.


Kania terdiam sesaat, untuk melirik ke arah pergerakan Kenzi yang mulai melemah, berlari pun tak sekencang tadi. Kania jadi khawatir takutnya terjadi sesuatu karena Kenzi belum makan siang, cuma makan roti dan minum saja.

__ADS_1


Namanya juga anak kecil, belum menyerah sebelum di tertangkap atau terjatuh. Kania berjalan dengan mengendap-endap dari belakang Kenzi supaya tidak ketahuan kalau Kania mau menangkapnya.


Hap....


"Kena dech?" Ujarnya Kania menangkap Kenzi yang diam tidak melawan sama sekali, mungkin karena lelah tenaga Kenzi habis-habisan.


"Ahh unda culang! Enzi beyum iap." Ujar Kenzi yang meronta-ronta ingin minta di lepas dari dekapan bundanya.


Sudah-sudah mainnya, Kania, Kenzi Kita lanjut makan dulu sebelum daddy kembali ke kantor. "Kenzi mau makan dengan apa?" tanyanya Yudha melirik sekilas Kania yang dari tadi memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Unda au akan apa." tanyanya Kenzi yang minta pendapat bundanya, mungkin bundanya punya referensi makan dimana yang enak.


"Apa ya." Jawab Kania yang pura-pura sedang berfikir, memainkan ekor matanya, sesekali melihat wajah Kenzinya yang penuh harap.


"No! no! no! jangan sayang yang lain saja ya." Ujar Kania mensejajarkan tingginya dengan tinggi anaknya, yang meredup binar matanya karena bundanya tidak mengijinkan makan K*C.


"Yahhh unda!" Ada perasaan kecewa di hatinya Kenzi, yang tidak di perbolehkan makan terlalu sering dengan K*C.


Selain K*C bunda dan daddy akan turuti, Kenzi mulai berfikir dengan jari tangannya mengetuk-ngetuk keningnya seolah-olah Kenzi tengah berfikir.


"Yahhh Enzi unya ide, akan sefood daddy dan unda boleh?" tanya Kenzi melirik bunda dan daddy-nya bergantian, meminta persetujuannya.

__ADS_1


"Boleh sayang." Jawab Yudha membelai lembut rambutnya Kenzi, dan mengecup bibirnya sekilas.


"Ayo." Yudha mengandeng tangan Kania, dan satunya untuk mengendong Kenzi, yang masih asyik memainkan kerah baju kerja daddy-nya.


Menempuh perjalanan 15 menit Yudha, Kania, Kenzi sudah sampai di rumah makan yang khusus seafood langganannya. "Kenzi mau duduk dimana?" tanyanya Yudha menunjukkan tempat duduk yang kosong.


"Leyehan daddy." Kenzi mengarahkan tangannya ke tempat yang dipilihnya, yaitu dipojok paling ujung sendiri yang dekat dengan mainan.


"Enzi ain oleh?" Tanya Kenzi meminta persetujuan kedua orang tuanya.


"Boleh sayang, tetapi kalau makanan sudah datang Kenzi harus kesini ya!" Ujar Kania berbicara lembut, menatap matanya Kenzi sangat teduh.


"Iap addy, iap unda!" Kenzi berlalu meninggalkan bunda dan daddy-nya.


"Pak!" Ucap Kania langsung dipotong oleh Yudha.


Kok masih panggil pak, sayang? bentar lagi kita nikah, panggil Mas, Papa, atau daddy seperti Kenzi anak kita.


"Nikah yuk! bikin adik untuk Kenzi." Ajak Yudha mengedipkan matanya dengan tatapan matanya penuh minat.


"Nikah? kamu saja belum melamar ku." Kata Kania mengeluarkan unek-uneknya untuk segera di halalin.

__ADS_1


"Nggak usah pakai acara lamaran, langsung nikah saja daddy-nya Kenzi udah nggak tahan sayang." Yudha mengerlingkan matanya dengan tatapan ingin segera ke KUA, minimal nikah siri dulu nggak apa-apa kan.


__ADS_2