
Bulan berganti menjadi hari, Jam berputar pada porosnya, tidak terasa waktu berlalu sangat singkat. Sang waktu Berjalan seperti orang berlari, banyak Kisah yang tidak bisa di ceritakan, karena banyak kenangan yang indah yang pernah Yudha ukir diatas sajadah cinta.
Dua tahun sudah usia pernikahannya, banyak cerita suka dan duka yang Yudha rasakan. Ada cerita bahagia, ada cerita tangisan dan ada juga rasa yang tidak bisa di ucapkan kata-kata. Terutama untuk istri tercintanya Kania yang sudah melahirkan kedua Anak kembarnya.
Yudha sangat berterima kasih untuk istrinya, yang mampu memberikan warna warni di hidupnya. Menjadi Ibu yang baik untuk ketiga Anaknya tanpa membedakan satu dengan yang lainnya.
Kania tipe wanita yang sangat Sabar, dan sangat penyayang dengan sifatnya yang lemah lembut.
Lengkap sudah kebahagiaan keluarga kecilnya, sudah ada tiga Anak dua laki-laki, dan satu perempuan. Kebahagiaan sesungguhnya adalah keluarganya, dengan melihat senyum, dan canda tawanya menjadi obat mujarab bagi seorang Yudha.
Seperti malam ini, Si Adik Kalila yang masih belum mau memejamkan matanya, masih saja ingin bermain dengan Daddy-nya. Sang kakak Kama sudah tertidur pulas lebih dulu, tinggal di Adik yang masih ingin bersama Daddy-nya.
"Belum ngantuk ya! pengen main ama Daddy ya, sayang." Tutur Yudha sembari menggoyang-goyangkan pantatnya di dalam gendongan Daddy-nya.
"Kalila tersenyum lebar mendengar suara Daddy-nya yang sangat familiar buat si kecil Kalila, yang enggan untuk memejamkan kedua matanya, walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam."
Berulang-ulang Yudha sudah menguap, karena lelah seharian di kantor banyak pekerjaan yang harus di selesaikan lebih cepat supaya tidak menumpuk seperti kemarin-kemarin.
"Bobok ya, Nak! Daddy sudah ngantuk."
"Aye-aye......." Kalila malah mengoceh menggunakan bahasa planet yang tidak bisa di pahami Daddy-nya.
***
Mendengar suara suami dan anaknya, membuat Kania terbangun dari tidurnya, Kania tertidur setelah member ***** ke Kama yang sudah bobok dengan nyenyak, malah Kania ikut memejamkan kedua matanya di sampingnya Kama.
Kania berusaha bangkit untuk mengambil Kalila dari gendongan Daddy-nya, yang masih aja kedua matanya belum ada tanda-tanda untuk mengantuk, masih saja cerah secerah mentari pagi.
"Mas sini Kalila biar Kania kasih *****! siapa tahu Kalila mau bobok! Mas istirahat saja hari juga sudah malam! Mas pasti capek."
Yudha menyerahkan Kalila kepada bundanya, dan Yudha masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil. Selesai dari kamar mandi, Yudha merebahkan tubuhnya di samping istrinya, mulai merengkuh tubuh istrinya yang menjadi candunya.
"Ulang tahun pernikahan yang kedua tahun mau makan dimana atau Bunda minta apa sama Daddy?" bisiknya Yudha.
__ADS_1
"Apa kita makan diluar? anak-anak dititip di rumah Neneknya, Yank."
"Semenjak melahirkan, Kania belum keluar dari rumahnya. kegiatan sehari-hari mengurus suami, dan ketiga Anaknya. karena Kakak Kenzi yang makin aktif, dan kedua Anak kembarnya yang masih bayi.
Membuat Kania tidak memikirkan penampilannya seperti dulu, sebelum Kania melahirkan Kania sangat mementingkan penampilan di depan suaminya, tetapi semenjak melahirkan Kania sedikit cuek dengan penampilan, bukan berarti kania jelek, dekil ya hehehe.
"Kania nggak minta apa-apa! cukup Mas berada di samping Kania dan Anak-anak sudah menjadi kado terindah untuk Kania, Mas."
Mendengar jawaban istrinya, Yudha mengeratkan pelukannya. Kania masih sibuk menidurkan Kalila yang masih belum mau bobok sama sekali, padahal Kania juga sudah mengantuk dan capek seharian mengurusi ketiga Anaknya.
Mendengar suara dengkuran suaminya, membuat Kania tersenyum tipis.
"Jangan seperti Daddy ya, Nak! yang terkena bantal langsung tidur."
Pukul 01 dini hari Kalila baru saja mau bobok, dengan susah payah Kania menidurkan Kalila. Kania menghela nafasnya setelah meletakkan Kalila di dalam box bayi yang tidak jauh dari ranjang tidurnya.
***
Sedangkan Kakak Kenzi sudah bobok di kamarnya seorang diri, walaupun terkadang manja ingin bobok dengan Bunda dan Daddy-nya. Namanya juga anak kecil, Kania sangat memaklumi sifat kakak Kenzi yang suka berubah moodnya.
Kania kembali ke ranjangnya menghampiri suaminya, mengelus pipinya yang nampak gurat kelelahan. Merasakan elusan lembut tangan istrinya, Yudha terbangun dari tidurnya dan mencekal lengannya.
"Ada apa Mas?"
"Kamu membuat yang dibawah bangun."
"Kania langsung memerah wajahnya mendengar ucapan suaminya yang frontal.
"Mas iiihhh mesum." Kania melempar bantal yang masih bisa di tangkap tangan Yudha, yang sudah siap siaga.
"Mesum sama istri sendiri ini, yank."
Yudha menarik tubuhnya Kania, untuk rebahan di sampingnya. Yudha mulai menyelipkan rambut di telinga istrinya, dan mengelus lembut pipi istrinya yang semakin berisi semenjak hamil kembar.
__ADS_1
Yudha sangat menyukai berubah tubuh istrinya yang sangat signifikan, membuat Yudha yang melihatnya sangat bertambah seksi.
"Yank, yang dibawah sudah bangun! coba pegang."
"Mas mah mesum iiihhh.
"Mas pengen yang dibawah ini, sayang."
"Kania mengangguk."
Mendengar persetujuan istrinya, Yudha mulai aksinya yang mulai mengendus-endus lehernya Kania, meninggalkan jejak keunguan di sekitar lehernya.
Yudha terus saja menelusuri lembah hijau, yang sangat rimbun dan susah untuk di lalui jalannya. Kania berulang-ulang dibuat klepek-klepek dengan ulah tangan suaminya yang masih asyik bermain di lembah-nya.
"Mas..... ihhh..."
Mendengar teriakan istrinya membuat Yudha semakin memacu andrenalin-nya. Membuat istrinya merancau tidak jelas menyebutkan namanya berulang-ulang...
Setelah memacunya dengan keringat bercucuran, Yudha tidak berhenti-henti memberikan kenikmatan yang membuat Kania mabuk kepayang. Setelah melahirkan membuat inti bawahnya semakin susah untuk dijabarkan dengan kata-kata.
Keduanya mencapai puncak nirwana, yang sudah Yudha rindukan selama beberapa hari karena istrinya harus menghabiskan masa nifas-nya dulu, baru boleh di sentuh suaminya.
Yudha sangat berterima kasih, istrinya sangat menjaga asetnya hanya untuk dirinya, yang pintar sekali merawatnya. Ini yang membuat Yudha berkali-kali lipat jatuh cinta kepada istrinya Kania, ibu dari ketiga Anaknya.
"Terimakasih sayang! Cup." Yudha mengecup kening istrinya.
Kembali Yudha merengkuh pinggang istrinya, dan memeluknya sangat erat menutupnya dengan selimut dengan posisi sedang tidak memakai apa-apa. Kania mulai memejamkan matanya yang mulai kelelahan, dan menggantuk.
Yudha tidak henti-hentinya memandangi wajah cantik istrinya, yang bercucuran keringat akibat ulahnya. Akhirnya Yudha ikut memejamkan kedua matanya, dan ikut tertidur pulas di samping istrinya. Setelah sama-sama merengkuh kenikmatan surga dunia, yang baru saja mereka ciptakan berdua.
***Terimakasih untuk like koment votenya.
Ayo dukung terus cerita ini, di tunggu kakak komentarnya yang banyak ya☺☺☺☺
__ADS_1
Salam dari autthor semoga kita selalu sehat selalu, terhindar dari penyakit yang lagi hits nich readers.
Salam sehat***