
Beberapa tahun berlalu....
Kebahagiaan keluarga Yudha Pradipta semakin lengkap, di jodohkan dengan Kania Larissa adalah takdir yang tidak bisa di ganggu gugat.
Jodoh hanya Allah yang tahu, kita sebagai manusia biasa hanya mampu berencana, semua yang menentukan Allah pemilik alam semesta ini.
Kebahagiaan mereka sangat lengkap dengan putra-putrinya tumbuh kembang sangat pesat, terutama putra sulungnya mempunyai wajah tampan, banyak di gilai oleh kaum hawa di sekolahnya.
Kenzi bukan tipikal orang yang sombong dengan kekayaan yang orang tuanya punya, Kenzi cukup sederhana, bisa bergaul dengan orang-orang di sekitarnya.
Baginya tak semua memiliki nasib yang sama dengan dirinya, mempunyai segala kemewahan, dan fasilitas yang lengkap.
Kenzi selalu mengingat pesan-pesan Bundanya, bahwa kita tidak boleh Jumawa atau sombong.
Dari situlah Kenzi berusaha untuk berbaur, dan berteman dengan siapa saja asalkan baik, dan membawa manfaat yang baik juga....
Putra-putri kembarnya juga tidak kalah memiliki pesona yang berbeda, mereka berdua mempunyai karakter yang berbeda, meskipun kembar tetapi tak sama.
Kania sangat menyayangi putra-putrinya, tidak pernah membeda-bedakan nya karena mereka adalah jantung hatinya, permata jiwanya yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Berbicara dengan Dua bungsunya, Kania hanya geleng-geleng kepala melihat kemanjaan keduanya kepada Bundanya.
__ADS_1
Mungkin karena bungsu, Kania memaklumi kemanjaan mereka berdua, apa-apa harus Bundanya tidak mau dengan Daddy-nya.
Padahal Daddy-nya sangat baik, penyayang, dan tidak galak sama sekali, mungkin karena dirinya lebih banyak di rumah jadi dirinya lebih dekat Bundanya.
💚💚💚💚💚
Pagi ini mereka sedang melakukan liburan kecil di belakang rumahnya, anak-anak sudah bahagia meskipun hanya tenda-tenda berhias di belakang rumah.
"Makasih Bunda, udah kasih kita liburan singkat ini!" ucap mereka memeluk Bundanya dengan manja.
Sebenarnya anak-anak sangat manja dengan Bundanya, hanya saja Kenzi, Kama, dan Kalila sudah dewasa membuatnya sedikit malu bila banyak yang tahu.
"Ayo Bilang apa dengan Daddy-nya juga, kalian?" tanya Kania ingin tahu isi hati anak-anak.
"Makasih Daddy, kami sayang Daddy juga, sayang banget." Tutur mereka bersamaan, menubruk tubuhnya, dan memeluknya tidak kalah eratnya.
"Daddy juga sayang kalian, sayang banget..." sahutnya Yudha membalas pelukan anak-anak nya tidak kalah eratnya.
Yudha menghujani ciuman bertubi-tubi di seluruh wajah anak-anaknya, keningnya pun tidak luput dari perhatian Yudha.
"Issshhhh! Daddy mah main cium-cium segala, kan Ila udah besar, malu kalau ada orang yang lihat.." Kalila memprotes tindakan Daddy-nya, meskipun ungkapan cinta, tetap saja malu bila di lihat selain keluarga.
__ADS_1
"Aduhhhhh duh putrinya Daddy ternyata sudah besar ya." goda Daddy-nya.
Melihat putrinya sudah beranjak dewasa, membuat Yudha sangat suka menggoda putrinya..
"Ahhh Daddy enggak asyik!" Kalila memilih menjauh dari Daddy-nya, daripada di gida terus menerus.
"Hahahaha......." tawa mereka langsung pecah seribu.
Anak-anak pun juga ikut menyahuti ucapan Daddy-nya, bahwa Kaka Ila malu-malu meong..
"Kaka Ila tambah cantik bila sedang kesal dengan Daddy, pipinya ikut melah-melah sepelti tomat." bisik-bisik tetangga dua bungsu yang sedang mengangumi Kaka cantiknya.
Mereka yang mendengar bisik-bisik dua bungsu nya ikut tersenyum tipis, bahwa putrinya Kalila semakin hari, semakin beranjak dewasa, semakin menuruni kecantikan Bundanya.
Acara liburan tipis-tipis keluarga Yudha Pradipta di warnai tawa kebahagiaan.
Bahagia bisa membuat keluarganya tersenyum, raut wajah yang ceria, binar matanya yang memancarkan sinarnya.
Ini membuat kebahagiaan tersendiri untuk seorang Yudha, CEO Pradipta group.
Membahagiakan keluarga nya adalah cita-citanya.
__ADS_1
Kareena keluarga adalah tempatnya untuk pulang, tempat melepas kepenatan rutinitas sehari-hari di kantor nya.
Tempat berbagi suka, duka, tawa, dan bahagia adalah keluarga.