
Lima bulan kemudian.....
Ada kericuhan di keluarga Pradipta, karena dua minggu lagi Yudha, dan Kania akan melangsungkan pernikahan.
Tepat hari ini Yudha, Kania, dan Kenzi akan melaksanakan fiting baju pengantin, yang akan mereka kenakan sebagai hari bahagianya.
Mereka bertiga masih di rumah menikmati sarapan pagi nya, dengan kehebohan Kenzi yang menanyakan ini itu.
"Unda, ental kita akai aju walna apa?" tanya Kenzi yang mulutnya penuh dengan makanan yang belum di telannya.
"Apa pesan bunda nggak di dengerin ya! kalau makan nggak boleh berbicara harus di telan dulu." Ujar Kania menasehati Kenzi agar tidak menjadi kebiasaannya makan sambil berbicara.
"Aap unda," Kenzi berucap.
Di usia Kenzi yang 4,5 tahun semakin pintar, sekarang Kenzi sudah masuk sekolah TK yang dekat dengan kantor daddy-nya.
Walaupun di usia Kenzi yang sudah usia 4,5 tahun, tetapi Kenzi masih dengan khas cadelnya. bagi Kania itu malah membuatnya semakin menggemaskan.
Sekolah Kenzi masuk cuma hari Senin-Jumat, hari Sabtu-Minggu merupakan hari liburnya seperti kebersamaan mereka pagi ini, selalu menyempatkan sarapan pagi bersama.
__ADS_1
Hari Sabtu pagi ini mereka bertiga akan pergi ke butik untuk melakukan fiting baju pengantin untuk kedua kalinya, yang sangat terkenal di Kota Jakarta yang terletak di daerah Casablanca.
"Unda! Enzi udah anteng beyum." Tanya Kenzi yang sedang mematut dirinya di depan bundanya dengan kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celananya.
"Lihat anak kamu sayang! pasti mirip kamu pas kecil ya! aduhhh gayanya yang sok kegantengan, emang ganteng sih mirip kamu banget." Ujar Kania tersenyum hangat kepada dua malaikat yang ada di depan matanya.
"Jagoan bunda yang terganteng." Seru bundanya memuji Kenzi yang nampak tersenyum malu-malu kucing.
"Berarti Daddy-nya ikutan ganteng dong," Celetuk Yudha yang di iringi dengan senyum misteriusnya.
"Iya-iya kalian berdua yang terganteng, tetapi bunda yang paling cantik di antara kalian." Kelakar Kania menaik turunkan alisnya, dan memuji dirinya sendiri.
"Iya-iya unda yang telbaik." Kenzi berucap langsung memeluk Bundanya, dan mengecup pipinya.
Yudha yang melihat kemesraan mereka berdua, langsung memfotonya, dan mengabadikan momen-momen terindah kebersamaan.
Flashback On
Satu bulan sebelumnya....
__ADS_1
Satu keluarga dari Semarang datang ke Jakarta, karena kesehatan Kania yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh apalagi untuk pulang pergi Semarang-Jakarta.
Tepat Pukul 16.00 sore Yudha datang ke stasiun kereta api, untuk menjemput keluarga Kania yang sudah tiba dari Semarang.
Wajah bahagianya tercetak jelas di wajahnya Kania, dari jauh sudah melihat keluarganya yang sudah menunggu di pintu keluar area stasiun.
Kania, Yudha, dan Kenzi melambaikan tangannya untuk memberitahu kedatangan mereka bertiga.
Senyum sumringah dari keluarga Kania, sangat jelas terlihat di wajah keluarganya yang di Semarang setelah melihat Kania yang datang menghampirinya.
"Assalamu'alaikum.... Sapanya Kania.
"Accalamu'alaicum Akek, enek, dan nty, cle..."Sape Kenzi.
"Walaikumsalam...." Jawab mereka serentak berlima.
"Enzi angen Akek, enek, dan nty, cle."Ujar Kenzi senyum lebarnya untuk memperlihatkan giginya yang putih.
"Kami berlima sayang banget sama Kenzi, keponakan aunty, dan uncle yang ganteng ini." Ujar uncle dan auntynya.
__ADS_1
Setelah perjalanan 30 menit, mereka tiba di rumah Yudha, dan di persilahkan masuk oleh Yudha selaku tuan rumah.
Flashback Off