
Keluarga kecil Yudha Pratama Pradipta tengah berbahagia. Istrinya Kania tengah mengandung buah cintanya. Yudha sangat bahagia karena penerus keluarga Pradipta bertambah, keluarganya akan bertambah ramai.
Kehamilan kedua, atau bisa di sebut kehamilan Anak ke tiga, dan Anak ke empat. Menurut pemeriksaan dokter, Istrinya hamil Anak kembar kembali dengan berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Tepat bulan ini, kehamilan Kania memasuki bulan ke enam. Perutnya sudah terlihat membuncit. Dan kedua Anaknya masih belum bisa menerima keadaan Bundanya yang tiba-tiba tubuhnya berubah. Hanya Kenzi yang mau mendekat dengan Bundanya, Kenzi juga sangat menyayangi Adik bayi-nya.
Kedua Anak kembarnya cemburu melihat Bundanya mengelus-elus perutnya, terkadang Kania tersenyum sembari bersenandung kecil untuk kedua buah hatinya yang masih di dalam kandungannya.
Kania berulang-ulang menjelaskan kehamilannya dengan duo kembar Kama, Kalila. Namanya juga Anak kecil, di jelaskan seperti apapun mungkin belum begitu paham dengan berubah perut Bundanya.
Kama dan Kalila terkadang mencebikkan bibirnya, merasa iri dengan calon Adik-adiknya yang berada di perut Bundanya. Bagi keduanya perhatian-nya terbagi kepada calon Adik mereka, terkadang Kalila suka menitikkan air matanya.
"Adek makan ya Bunda suapin?"
"Ndak au...." Kalila menepis piring di tangannya Kania. Duo kembar sedang asyik menyaksikan acara televisi kesayangannya NUSSA RARA.
"Kenapa, Nak?" tanya Kania lembut sembari mengusap rambut Anaknya, tetapi tidak ada respon dari Kalila, Kalila lebih fokus menonton kartun.
Raut wajah Kania berubah getir, Kania tahu Anak perempuannya sedang cemburu hebat. Lalu Kania menoleh ke arah Kama yang masih asyik menyaksikan kartun di televisi, Kama menoleh sebentar lalu melanjutkan menonton televisi kembali.
"Kakak, mau makan Bunda suapin?" Kania menawarkan makanan ke Kama, tetapi hanya menggeleng tanpa ucapan kata.
Rasanya sakit sekali di diamkan Anak sendiri, walaupun sejatinya Kama dan Kalila belum mengerti apa-apa, apa yang mereka rasakan. Yang mereka tahu Dia akan mempunyai Adik bayi. Adik yang masih di kandungan Bundanya.
***
"Bunda, sedang apa?" tanya Kenzi mendekati Bundanya yang sedikit melamun.
"Belum ada jawaban."
"Bunda, Kenapa?" tanyanya Kenzi kembali, sembari mengguncang bahu Bundanya sedikit keras.
"Etdah...."
"Kenapa sayang? Mau makan?" tanya Kania lembut.
"Enggak Bunda!"
Di ruang telivisi ke empat mata sedang memperhatikan kemesraan Bunda, kakaknya Kenzi dan calon Adik-adiknya. ada rasa iri, ada rasa cemburu di kedua ekor matanya duo kembar. Hatinya Kania berdenyut nyeri, duo kembar tidak mau mendekat dengan Bundanya.
***
Berjalan sang waktu duo kembar mau menerima calon Adik mereka yang masih di kandungan Bundanya. Ada rasa bahagia dan lega, Duo kembar akhirnya bisa menerimanya, mau mendekat dengan Bundanya.
Di ruang telivisi keluarga Pradipta berkumpul, ada Yudha, ada Kania, dan ada ketiga Anaknya. Hari ini bertepatan dengan hari minggu, mereka liburan kecil-kecilan berkumpul di ruang keluarga.
__ADS_1
Kalila nampak antusias dat tertawa-tawa mengusap perut Bundanya yang bergerak-gerak seperti sedang main bola. Sedangkan Kama nampak berbinar, melihat Adiknya Kalila tersenyum kembali.
Yudha yang berada di samping istrinya ikut merasakan kebahagiaan, ketiga Anaknya nampak sudah menerima Calon Adik bayi-nya.
********
Tepat bulan ini, kandungan Kania memasuki bulan ke delapan. Rasa begah, rasa tidak nyaman sudah Kania rasakan, walaupun kehamilan ini sudah berpengalaman, tetapi ada rasa was-was di benaknya menghadapi detik-detik persalinan.
Yudha selalu menjy suami siaga, untuk istri dan calon Anaknya. Yudha sudah mengambil cuti dari kantor semenjak kandungan istrinya memasuki bulan ke delapan.
Kantornya sudah di alihkan ke rumahnya, Yudha tidak mau barang sedetik pun jauh dari pandangan istrinya.
Seperti pagi-pagi sekali Kania sudah terbangun, karena Kania ingin berjalan-jalan keliling kompleks mendekati HPL. Kontrol terakhir, sang dokter menganjurkan untuk sering gerak, dan jalan-jalan walaupun hanya beberapa menit saja.
Yudha yang merasakan pergerakan di tempat tidurnya, langsung membuka kedua matanya. Melihat Kania akan menuruni tempat tidurnya yang sedikit kesusahan, kehamilan kembar beda dengan kehamilan tunggal.
"Ehhh mau kemana, Sayang?"
"Mau ke kamar mandi."
"Perlu Mas antar atau Mas gendong?" Tanya Yudha menaik turunkan kedua alisnya. Ingin rasanya Yudha menjahili istrinya, tetapi niat itu sirna melihat istrinya yang kesusahan berjalan.
Setelah memutari kompleks, Yudha dan Kania berjalan pulang ke rumahnya. Takutnya ketiga Anaknya bangun tidur mencarinya, Kania juga nampak kelelahan walaupun cuma berjalan 30 menit.
"Enggak Mas."
Ketiga Anaknya sudah menunggu Daddy dan Bundanya di ambang pintu rumahnya, masih dengan muka bantalnya. Kania yang baru saja masuk ke halaman depan, di buat tersenyum melihat aksi ketiga Anaknya, yang berdiri berjajar di depan pintu masuk.
"Unda kok ndak ajak-ajak kita halan-halan sih." Tutur Kalila yang sudah bisa protes dengan Bundanya.
"Cup...." tadi kan Adik masih tidur, kakak juga. jadi Bunda tidak tega membangunkan kalian bertiga.
"Auuuh auhhh...." Kania mengelus-elus perutnya karena calon bayinya tiba-tiba menendang, sedang bermain bola.
"Bunda, tenapa? atit? tanya Kalila yang khawatir, melihat perubahan mimik wajah Bundanya.
"Enggak apa-apa sayang! Adik cuma nendang."
*****
Tepat hari ini, usia kandungan Kania memasuki bulan ke sembilan. Hari ini juga, Yudha mengajak istrinya untuk kembali kontrol ke rumah sakit untuk memastikan HPL-nya.
Setelah melakukan pemeriksaan, dokter mengatakan HPL-nya satu minggu lagi. Berbagai persiapan Yudha dan Kania sudah di siapkan jauh-jauh hari, mulai tempat tidur bayi, pakaian bayi, dan pernak-pernik lainnya sudah mereka siapkan.
Kania beraktivitas seperti biasanya, walaupun sudah menjelang persalinan. Kania tidak bisa diam saja, karena Kania sangat bosan bila tidak boleh ini itu.
__ADS_1
Satu minggu sudah berlalu, Kania pagi ini memasak sarapan untuk keluarganya. Tiba-tiba ada kontraksi di perutnya yang hebat, Kania langsung mematikan kompornya, dan bersandar di dinding dapur.
"Hushhh...hahhh..." Kania menarik nafasnya, dan mengeluarkan-nya.
"Sayang, kamu kenapa?".
"Perutku sakit, Mas."
Buru-buru Yudha membopong tubuh Kania ke dalam mobil, dan menancap pedal kopling mobilnya. Sampai di rumah sakit, Kania langsung mendapatkan pertolongan, Kania juga sudah di pasang infus sebelum di bawa ke ruang persalinan.
Setelah di periksa dokter-nya, Kania sudah pembukaan delapan. Perawat menyuruh suaminya masuk untuk menemani istrinya melahirkan. Setelah pembukaan lengkap Kania mulai mengejan, dan mencakar-cakar punggung suaminya untuk mengalihkan rasa sakitnya.
"Akhhhhjn.... " teriaknya Kania memekik telinga.
"Oeeekkk... oeeekkk...." Tangis Anak laki-laki Begitu menggelegar.
"Selamat ya Buk, Anaknya yang keluar pertama laki-laki Buk."
"Ayo Buk mengejan lagi, Si Adik belum keluar."
"Akhhhhjn...
"Oeeekkk.... oeeekkk..." Tangisan Anak keduanya, tidak kalah dengan Kakaknya.
"Anak kedua berjenis kelamin perempuan Buk."
"Seulas senyum tipis dan menitikkan air matanya, sebagai bentuk rasa syukur dan bahagianya di karunia-Nya malaikat kembar sepasang."
"Terimakasih sayang." Yudha mengecup kening, pipi dan bibir istrinya singkat, tidak memperdulikan orang di sekitarnya.
Setelah di bersihkan, kedua Anaknya di letakkan di atas dada Bundanya, keduanya nampak mencari sumber nutrisinya. Yudha yang melihatnya Duo kembar terkikik geli, membayangkan dirinya.
Keduanya sepakat memberikan nama berawal K seperti kakak-kakaknya sebelum-sebelumnya.
Laki-laki Kafa Kusuma Pradipta.
Perempuan Kaynuna Kusumadewi Pradipta.
***Lengkap sudah kebahagiaan keluarga Yudha Pradipta dan istri Kania Larissa yang sekarang menjadi Kania Pradipta. Bertambahnya anggota baru membuat keduanya sumringah, Yudha memiliki lima anak, satu anak dari pernikahannya terdahulu, sedangkan ke empat pernikahannya dengan Kania.
Semoga kebahagiaan menyertai keluarga Yudha dan istri. mengantarkan ke lima anaknya menuju tangga kesuksesan, dan bisa menemani ke lima Anaknya sampai menua nanti.
...Tamat ya Duda Keren Yang Tampan sesion satu. tunggu sesion kedua-nya readers***....
Terimakasih untuk like, koment, dan votenya. Autthor tunggu kembali like, koment, votenya yah☺☺😍🤗🤗
__ADS_1