
Happy Satnight☺☺☺
Jangan lupa Rate-nya
Brukkkk....
Kania membuka pintu kamarnya Kenzi dengan tergesa-gesa sedikit terburu-buru mendengar suara anaknya memanggilnya "Bunda, unda ana?.
Tanpa berpikir panjang Kania membukanya seperti sedang mendobrak pintu dengan berbunyi keras, Membuat Kenzi yang sudah terbangun celingak-celinguk menyesuaikan cahaya kamarnya.
Unda hiks.... hiks...
Kenzi memanggil bundanya sesekali berharap orang rumah ada yang mendengarnya, dan ada yang memberitahu bundanya bahwa Kenzi nya sudah bangun tidur lalu mencarinya.
"Sayang." Kata Kania berjalan ke tempat ranjangnya Kenzi yang sudah terbangun. sedang duduk di tengah kasur sembari sedang mencari sesuatu.
"Unda ana aja dalitadi Enzi anggil-anggil telus?" Merajuk nya Kenzi yang mulai komplain karena bundanya sekarang kurang sayang.
__ADS_1
Kenzi langsung cemberut menekuk bibirnya ke bawah karena bundanya sibuk dengan daddy-nya seperti tidak mempedulikannya Kenzi lagi.
Itu semua hanya pemikiran Kenzi, sebenarnya Kania dan Yudha sangat menyayangi Kenzi melebihi apapun. karena senyum Kenzi yang mirip mendiang istrinya yang masih sangat di cintai Yudha sampai sekarang, tetapi cinta ini mempunyai tempat tersendiri di hatinya Yudha karena ada Kania yang harus di perjuangkan.
Cup cup cup......
"Sayang maafin bunda ya, tadi bunda tidak denger kalau Kenzi panggil-panggil bunda." Ujar Kania mengusap bulir bening di pipinya yang mengalir deras.
"Daddy dan bunda sangat menyayangi Kenzi, sangat mencintai jagoan bunda dan daddy yang tampan ini." Ujar Kania memeluk anaknya sangat-sangat erat, lalu Kenzi mendongak ke atas menatap bundanya dengan intens, lalu memeluknya kembali dengan sangat erat dan tersenyum tipis di pelukan hangat bundanya.
"Enzi uga ayang daddy dan unda, angat inta." Bisiknya Kenzi di telinganya bunda Kania, dengan sangat antusias dan bersemangat ternyata daddy dan bundanya menyayangi dan mencintainya, tidak seperti yang dipikirkan Kenzi selama ini.
"Berpelukan Daddy kok tidak di ajak nich." kata-kata Yudha yang pura-pura sedikit merajuk kepada Kania dan Kenzi yang lagi berpelukan sangat lama.
"Daddy-nya cuka kelja ama, adi Enzi malah ama Daddy kalena tadi waktu telepon yang di anyain unda aja Kenzi tidak!" Uhhh Daddy seperti tidak sayang Kenzi lagi. cinta Daddy sudah hilang ucapnya Kenzi dengan bibirnya mengerucut ke depan.
Yudha dan Kania tertawa melihat sikap Kenzi bila sedang merajuk dan marah, sangat-sangat lucu dan menggemaskan ingin sekali Yudha menciuminya bertubi-tubi sampai pipi montok nya berkurang.
__ADS_1
"Sayang, bibirnya di kondisikan jangan cemberut gitu bikin Kenzi tambah tampan." Ujar Yudha yang semakin gemas dengan melihat pipi anaknya yang menggembung.
"Daddy cubit ya." pura-pura Yudha yang nampak ingin melempar anaknya ketempat tidur dan mendusel-duselnya.
"Ndak au, au nya di peyuk unda aja." rajuknya Kenzi yang berjalan kearah bundanya untuk duduk di atas pangkuannya.
Dengan memutar-mutar tubuhnya, di pangkuan bundanya sembari cekikikan dan melihat Daddy-nya ingin protes, lalu Kenzi menjulurkan lidahnya untuk menggoda Daddy-nya yang nampak bermuka masam.
"Lihat sayang! anakmu sudah pintar menggoda Daddy-nya." Rajuk Yudha mengerlingkan sebelah matanya yang mengadu ke Kania karena dari tadi di godain anaknya.
"Sayang, masih ada waktu dua jam lagi sebelum kita terbang ke Kalimantan." Ujar Yudha memecahkan keheningan diantara mereka yang sedang asyik menonton televisi di ruang keluarga.
"Maunya Mas gimana? Kania ikut Mas." kata Kania yang tetap konsisten menonton televisi tanpa bertatap muka dengan Yudha.
"Tidur yuk." Goda Yudha menaik turunkan alisnya untuk menggoda Kania dengan wajah yang sudah memerah merona seperti kepiting rebus.
"Ngawur!! halalin dulu Mas." Goda Kania balik dengan mengedip-ngedipkan matanya dengan sangat lucu seperti Kenzi anaknya.
__ADS_1
"Matanya jangan gitu sayang, bikin Mas tidak kuat berjalan." Ujar Yudha sangat lesu, lemah mengingat matanya Kania yang sangat menggemaskan.
"Mas nggak kuat, Dik!"