Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 64


__ADS_3

Yudha, Kania, dan Kenzi sudah berada di dalam mobil, Yudha sebagai sopirnya Kania, Kenzi duduk di sampingnya.


Yeahhh ke lumah akek enek.....


Ucapan bahagia dari Kenzi membuat keduanya tersenyum penuh arti melihat rona bahagia di wajah Kenzi.


"Kenzi senang?" tanyanya Kania


"Senang unda! bica ketemu akal enek." Serunya Kenzi membayangkan bisa bermain dengan Kakek Neneknya.


Enzi lindu anget unda.......


Yudha mendengar anaknya yang merindukan Kakek Neneknya jadi terharu, mengusap bulir-bulir air matanya sebelum jatuh ke pipi dan ketahuan anaknya.


Tangan daddy-nya terulur mengusap puncak kepala anaknya dengan gemas, dan mengacak-acak rambutnya Kenzi.


"Ihhhh lambutnya Enzi jadi berantakan! ental ndak ampan, anteng agi." Serunya Kenzi yang merajuk karena rambutnya di acak-acak daddy-nya.


Kenzi jelek wle....wle


"Unda daddy-nya akal!" Ujarnya Kenzi mengadu ke bundanya dengan jari tangannya menunjukkan ke tubuh daddy-nya.


"Kenzinya bunda tampan dan ganteng!" Puji Kania dengan matanya melotot ke arahnya Pak Yudha.

__ADS_1


Enzi ampan, anteng daddy yang jeyek wle.... daddy jeyek...


Kania tertawa bahagia melihat aksinya Kenzi yang tidak mau kalah dengan daddy-nya yang barusan bilang Kenzi jelek, akhirnya Kenzi membalasnya ejekan daddy-nya.


Yudha menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan nyengir kuda. Yudha kalah telak dari anaknya yang di belain Kania.


Mengalihkan topik pembicaraan Yudha mulai membuka suaranya, daddy mau berhenti dulu di hemaMart "Kenzi mau ikut turun nggak?" tanyanya Yudha yang mulai menepikan mobilnya.


"Sama unda!" Serunya Kenzi memeluk ceruk leher bundanya takutnya daddy-nya marah akibat di bilang jelek oleh Kenzi.


"Iya sama bunda." Ujar Yudha mengusap surai rambutnya anaknya yang berwarna pirang persis milik rambut mommynya.


Yudha tersadar dari lamunan, setiap melihat warna rambutnya Kenzi mengingatkan mendiang istrinya.


"Sayang apa kabarmu." Ucap Yudha di dalam hatinya, memejamkan matanya sesaat, mengingat kenangan masa putih abu-abu dengan istri.


Pak...Pak...Pak...


Kania menepuk lengan tangannya Pak Yudha membangunkannya takut-takut Pak Yudha tertidur karena kelelahan mengemudi.


Ehhh Kania...


Ayo!! tangan Yudha mengandeng tangan Kania untuk keluar dari mobil, memasuki hemaMart sesuai yang di tuju tadi.

__ADS_1


Yudha memilih buah tangan untuk di bawa ke rumah orang tuanya.


"Kania! oleh-oleh yang cocok untuk kedua orang tuaku apa?" tanyanya Yudha yang masih fokus dengan minuman yang akan di belinya.


"Buah aja Pak." Jawab Kania menunjukkan stan buah yang ada tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Deg...


Ayo! tangan Yudha menuntut Kania ketempat buah untuk memilih buah apa saja yang mau di beli untuk oleh-oleh.


"Pak lepasin tanganku!" bisiknya Kania memperlihatkan tangannya yang masih di pegang Pak Yudha, dan satu tangannya untuk mengendong Kenzi.


"Owh iya." Ucap Yudha dengan sedikit gugup dan salah tingkah.


"Sini sama daddy! biar bunda milih buah Ujarnya Yudha mengambil Kenzi dari gendongan Kania.


"Kenzi mau beli apa?" tanyanya Yudha


"Ndak daddy, Enzi antuk!" Ujarnya Kenzi dengan matanya yang mulai sayu dan menguap.


Tunggu bunda selesai belanja dulu ya, Kenzi cuma menganggukan kepalanya karena sudah terlalu mengantuk untuk menjawab pertanyaan daddy-nya.


"Saya tunggu di mobil." bisiknya Yudha mengedipkan matanya.

__ADS_1


Terimakasih like, koment, vote nya☺


Jangan lupa VOTE☺


__ADS_2