Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 81


__ADS_3

Yang minta visual tokoh nya, insyaallah besok ya☺☺☺ maklum signalnya jeyek😁😁😁 . kasih saran dong bagusnya dari luar negeri apa Indonesia ?😍😍😍 Autthor suka bingung karena autthor suka karakter cowoknya yang punya brewok hehehe😁😁😁


Jangan lupa Rate-nya.☺


Yudha, Kania, Kenzi mengikuti peraturan dari PT kereta api Indonesia, walaupun kekayaan Yudha bisa membeli semua kereta api dan stasiun ini, tetapi Yudha harus menurunkan egonya demi pujaan hatinya yang ingin menjadi rakyat jelata tanpa embel-embel kekayaan keluarga Pradipta.


Yudha menggeret kopernya diikuti Kania dan Kenzi dari belakang, Yudha menyerah identitas diri dan tiket untuk di cek petugas, sebelum masuk ke peron atau tempat duduk sesuai yang tercetak di tiket, dan sebelum masuk ke gerbong kereta api.


Setelah bording Yudha mengistirahatkan kakinya yang terasa pegal-pegal akibat berjalan kesana kemari. Di tambah masih harus menunggu kereta datang dulu baru bisa beristirahat dengan tenang.


"Unda itu keleta ama iapa?" Tanya Kenzi yang melihatnya tanpa berkedip, membuatnya tersenyum dengan senang bisa melihat dan menaikinya yang biasa Kenzi denger dari siaran telivisi.


"Telus keleta ita apan unda?" Tanya Kenzi sedikit tidak sabaran ingin segera naik ke gerbong kereta api.


"Sabar sayang, bentar lagi juga datang." Ujar Kania sembari mengelus punggungnya Kenzi dengan lembut.


"Enzi uda ndak saballl ingin aik." Kata Kenzi sangat menghayati enaknya naik kereta, padahal ini pertama kalinya akan naik transportasi umum.


Terbayar sudah kaki pegal-pegal nya, dengan melihat senyum manis anaknya yang nampak bahagia sekali.


"Senang sayang." Ujar Yudha mengusap pipi bakpao anaknya yang bersandar di dada bundanya.


"Iya daddy, cenang celali." Seru Kenzi dengan memperlihat kan senyum bahagianya.


"Kereta Argo Parahyangan tujuan Semarang Poncol segera tiba, untuk semua penumpang yang naik kereta Argo Parahyangan untuk segera masuk ke peron." Ujar petugas kereta api untuk memberitahukan para calon penumpang untuk mempersiapkan dirinya.

__ADS_1


"Kania, suara itu apa pemberitahuan kereta kita ya?" tanyanya Yudha yang tidak tahu menahu tentang kereta api, maklum kemana-mana Yudha mengunakan pesawat atau mobil sendiri.


"Iya, ayo siap-siap masuk peron." Ujar Kania mengendong Kenzi, dan Yudha yang menggeret kopernya.


Yudha, Kania, dan Kenzi masuk ke gerbong kelas eksekutif sesuai yang di pesan melalui orang suruhan Yudha.


"Kenzi mau duduk sendiri atau sama daddy apa bunda?" Ucap Kania memberitahu Kenzi yang masih bingung mengamati sekeliling tempat duduknya.


"Ama ua-uanya." Ujar Kenzi memperhatikan jari telunjuknya ke bundanya.


"Anak pintar, siapa yang punya." Ujar Kania yang ingin tahu ekspresi Kenzi di bilang pintar.


Kenzi tak henti-hentinya tersenyum menikmati pemandangan dari dalam, Kenzi sampai tidak mendengar pertanyaan bundanya.


Kurang lebih 3 jam perjalanan, kereta berhenti di Stasiun Kroya Cilacap.


"Ini namanya stasiun sayang." Ujar Kania membelai lembut puncak kepalanya Kenzi.


Kenzi mengangguk kan kepala, "Unda, Enzi antuk Bobo cini." Ujar Kenzi menepuk tempat duduknya.


Hal biasa bagi Kania melihat dramanya Kenzi yang kepo sangat ingin tahu apa saja yang belum pernah di temui atau dilihat.


"Akhirnya bobok juga" guman Kania mengecup pipinya.


Yudha melihatnya ikut tersenyum memperhatikan interaksi ibu dan anak disampingnya.

__ADS_1


Waktu tempuh Jakarta ke Semarang kurang lebih 6 jam, mereka telah tiba di stasiun Poncol, Semarang.


Kania dan rombongan di jemput orang suruhan pakde budenya dengan menggunakan mobil.


'Non Kania!" Teriak Pak Udin.


"Iya Pak, ini Kania." Teriak Kania dengan melambaikan tangannya sebagai tanda Kania sudah tiba di stasiun.


"Wah gantengnya non, siapa non?" tanyanya Pak Udin dengan tersenyum sebagai tanda perkenalan.


Drttt drttt drttt...


Handphone Yudha di saku celananya bergetar, niat Yudha ingin mengangkatnya, tetapi telepon tiba-tiba di matikan. Setelah dilihat nama yang tertera dengan 17 panggilan tak terjawab, dan pesan belum sempat dibuka.


"Assalamu'alaikum, Ma." Ucap Yudha.


"Walaikumsalam." Jawab Mamanya Yudha."Sudah sampai mana, Nak? Kenzi gimana rewel atau tidak? terus kamu kesana mau naik apa?" Tanya Mamanya yang beruntun ada nada kecemasan. karena ini perjalanan Kenzi yang pertama kali menggunakan kereta api.


"Alhamdulillah sudah sampai stasiun! Kenzi anteng, ini lagi bobok ." Ujar Yudha di sambungan telepon menjawab pertanyaan Mamanya.


Klik...klik


Panggilan terputus dari satu pihak, Yudha memasukkan handphonenya ke saku celana.


Di tengah perjalanan jantung Yudha berdegup dengan kencang seperti lari maraton saja, Yudha mulai memejamkan matanya menghalau pikirannya yang tidak jelas.

__ADS_1


Lebih baik saya tidur dulu, sebelum saya memperjuangkan masa depanku di hadapan pakde bude, Yudha meraih tangan Kania untuk di genggamannya perasaannya lebih tenang. tangan Kania mengusap dahinya Yudha yang nampak sedang memikirkan sesuatu.


Kasih masukan untuk visual tokoh, tunggu ya☺☺☺. Selamat malam, Selamat beristiraha☺☺☺


__ADS_2