
Hari ini merupakan hari penting bagi Yudha, dan Kania, hari ini akad pernikahan mereka berdua.
Persiapan pernikahan sudah satu bulan yang lalu, dan persiapannya sudah sangat matang, karena menggunakan jasa weding organizer (WO).
Kedua belah keluarga sudah hadir, dan tamu undangan pernikahan juga sudah pada berdatangan.
Sedangkan Kania di rias di kamar tamu, Kania mengenakan kebaya pengantin modern warna putih yang menjuntai sampai ke lantai bawah.
Jilbabnya terurai hingga menutupi dada di hiasi melati putih yang harumnya sangat semerbak.
Kania terlihat sangat cantik dengan makeup natural nya, dan senyumnya tidak pernah luntur dari bibir manisnya, yang menambahkan kadar kecantikannya.
"Unda angat tantik." Seru Kenzi yang tidak berkedip melihat bundanya yang sedang di rias.
"Jagoan bunda juga sangat tampan." Sahut Kania mencubit pipinya Kenzi yang mirip bakpao.
"Iiiih unda! angan di ubit-ubit ental ampannya Enzi ilang au!" Tutur Kenzi sudah memanyunkan bibirnya, dan mencebik karena bundanya suka usil.
Setelah drama ibu, dan anak Kenzi minta di pangku bundanya sebentar, dan Cup.. mengecup di pipi bundanya lalu beringsut turun dari pangkuan bundanya.
"Kakak sangat cantik! seperti cerita di negeri dongeng." Celetuk Dara yang tidak berkedip melihat kakaknya.
"Adik kakak juga sangat cantik! pakai gaun pesta, dan di dandani seperti putri raja." Puji kakaknya Kania.
Kenzi duduk di samping bundanya dengan menopangkan tangan di dagunya, sembari tersenyum melihat wajahnya bundanya yang sedang di lanjutkan make-upnya biar nampak lebih Paripurna, dan Daddy-nya pasti pangling melihat bundanya.
Di kamar sebelahnya Yudha tengah bersiap dengan balutan jas elegan dengan warna putih yang senada dengan warna yang di pakai Kania, dan membalut wajah tegasnya.
Pagi ini di dalam rumah Pradipta sudah berkumpul sanak saudara, Keluarga, dan tamu undangan.
Mempelai pria yang sudah duduk siap di tempat akad nikah. Yudha masih saja terlihat sangat gugup walaupun ini pernikahan yang kedua bagi Yudha ini pernikahan yang membuatnya sangat berdebar seperti lari maraton 10 Km.
Pak penghulu tepat jam 09.00 pagi sudah datang, dan keluarga Yudha, dan Kania sudah bersiap, dan berkumpul, dan tamu undangan sudah duduk dengan khidmat.
__ADS_1
Yudha menunduk entah karena gugup atau karena sedang menghafalkan kalimat akad nikahnya.
Semua mata kaum hawa memujanya, dan memperhatikan gerak-gerik Yudha yang terlihat sangat tampan, dan kharismatik.
Yudha duduk di temani para saksi, dan calon mertuanya yang di wakilkan pakdenya, dan selaku Ayah kandung Yudha sendiri.
Penghulu lalu mengambil posisi duduk di depan Yudha, dan memeriksa berkas-berkas calon pengantin. Dirasa berkas sudah lengkap, dan komplit akad nikah segera dilaksanakan.
"Saya terima nikahnya, dan kawinnya Kania Larissa binti Ahmad Rustadi dengan mas kawin emas 20 gram di bayar tunai." Yudha mengucapkan kalimat sakralnya dengan satu tarikan nafas, sangat tenang, dan sangat lancar.
"Bagaimana saksi?" Tanyanya penghulu.
"SAH" Jawab kedua saksi yang sangat serempak.
"SAHHH....."
Teriakan keluarganya, dan tamu undangan yang hadir di acara akad nikah Yudha, dan Kania. Mereka cukup histeris, dan bahagia akhirnya Yudha melepas masa dudanya, dan menikah wanita yang sangat muda, yang usianya di bawahnya.
Ketika selesai mengucapkan akad nikahnya, penghulu meminta pengantin perempuan di suruh keluar untuk duduk di sebelah suaminya.
Kania berjalan menuju tempat akad nikahnya, semua mata tertuju kepada ratu sehari, sang mempelai wanita, Kania.
Yudha melihat Kania berjalan kearahnya membuatnya tidak mampu berkedip, dan melongo dengan bibirnya yang terbuka, karena sangat cantik, dan senyumnya manis bikin Yudha tak jemu-jemu memandangnya, dan sangat pangling.
Mereka berdua duduk bersebelahan, dan saling bertukar pandangan dengan matanya yang memancarkan cahaya penuh cinta.
Kedua mempelai membubuhkan tandatangan di surat nikahnya masing-masing, dan saling tersenyum.
Yudha memasang cincin kawin di jari manisnya Kania, dan sebaliknya Kania memasang cincin kawin di jarinya Yudha.
Lalu Kania mencium tangannya Yudha cukup lama, dan mencium keningnya Kania lama, dan mencium bibirnya dengan ********** sangat intens serasa dunia milik berdua, dan yang lainnya ngontrak.
Suara teriakan gemuruh tepuk tangan, dan panggilan anaknya, dan keluarganya membuat tautan bibirnya terlepas begitu saja, dan membuat Kania sangat malu ingin rasanya melemparkan dirinya ke planet Pluto.
__ADS_1
"Yeahhh unda, dan Daddy Uda ikah! ental Enzi unya adik Ima ." Seru Kenzi melihat daddy-nya, dan bundanya yang sangat tampan, dan cantik.
"Enzi au unya adik." Seru Kenzi memutar-mutar badannya saking bahagianya.
Setelah selesai akad nikah, dan tanda tangan semua keluarga berfoto dengan kedua mempelai, dan Kenzi adalah orang yang pertama foto dengan kedua orang tuanya.
Setelah berfoto, di lanjutkan dengan makan-makan, dan saling bertukar cerita dengan keluarganya, sahabatnya, maupun tetangga dekat rumahnya Yudha
Selesai acara demi acara Yudha mengajak Kania masuk ke kamarnya terlebih dahulu, dan meninggalkan keluarga, dan tamu undangan yang masih menikmati hidangannya.
Acara resepsinya di lanjutkan malam harinya, di Hotel Pradipta Group. Hotel milik keluarga Pradipta yang sekarang di kelola oleh Yudha Pradipta anak laki-laki satu-satunya.
Di kamarnya Yudha tak sabar, buru-buru ingin langsung memeluk Kania, dan tangannya mulai bergerilya kemana-mana. Tangan Yudha menyusup ke gaun pengantin yang di pakai Kania, dan membukanya secara pelan-pelan.
"Aakkhhh" Suara desahan Kania membangkitkan gairahnya Yudha yang sudah di ubun-ubun.
Yudha tidak sabaran, melepas jilbabnya, dan setelah terlepas. Yudha memandangi leher jenjang istrinya, dan langsung mengecupnya meninggalkan jejak kemerahan seperti di gigit semut-semut nakal.
Yudha sangat memuja bentuk tubuhnya istrinya, yang putih, bersih, dan mulus sangat terawat. Membuat Yudha meneguk salivanya, dan mencoba menahan hasratnya supaya tidak menubruk istrinya sekarang.
Tangan Yudha sudah mulai nakal, dan bergerilya menyusuri tubuh istrinya. Membuat Kania tidak bisa kalau tidak mendesah, dan Kania sangat menikmati ciuman, cumbuan demi cumbuan yang sudah Yudha layangkan kepadanya.
Niat Yudha ingin membaringkan istrinya ke tempat tidurnya, dan menikmati hidangannya setelah berpuasa semenjak istrinya lebih dulu pergi meninggalkannya.
Dor......dor....dorrrrrr
"Daddy, Unda! ukain intunya!" Teriakan Kenzi memekik di telinganya, dan bangkit dari atas tubuh istrinya.
"Iya bentar! Bunda sama daddy lagi mandi." Teriak Yudha dari dalam kamarnya.
Yudha memberikan instruksi kepada Kania untuk masuk ke kamar mandi, dan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
Kania bangkit dari tempat tidurnya dengan rambut acak-acakan, dan tanpa sehelai benangpun. sebelum masuk ke kamar mandi, Kania merapikan tempat tidurnya, dan membereskan baju yang berserakah di lantai.
__ADS_1
Di rasa sudah rapi, Kania berjalan ke kamar mandi, dan melanjutkan untuk membersihkan tubuhnya yang terasa merinding karena sudah tidak memakai baju.
Dilanjutkan Yudha masuk kamar mandi, dan membersihkan tubuhnya, dan merendam gairahnya yang berada di puncak atas.