Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 part Limapuluh Satu


__ADS_3

Serangkaian acara pengajian empat bulan kehamilan istrinya telah usai, tamu undangan juga sudah meninggalkan rumahnya, tinggal kedua orang tuanya, kedua mertuanya, dan keluarga besar Pradipta termasuk Yudha dan Kania berserta Anak-anaknya.


Selesai menikmati acara makan siang bersama, semua keluarga sedang berbincang-bincang di ruang tamu yang sengaja di gelar karpet lantai supaya muat banyak.


Baru beberapa jam Aira bertemu, dan berkenalan dengan putra-putrinya Om Yudha, dan onty Kania. Aira merasakan seperti teman baru yang bisa diajak main bersama, contohnya sekarang mereka berenam sedang bermain boneka Barbie bagi yang perempuan, ada yang bermain mobil-mobilannya.


Anak-anak sangat rukun, saling mengasihi, dan saling berbagi mainan. Tom dan Intan melihat putrinya bisa bermain hangat dengan teman barunya, ikut tersenyum bahagia putrinya sekarang sudah besar, sudah bisa membawa dirinya di lingkungan baru.


Tidak henti-hentinya Intan memperhatikan putrinya yang tertawa lepas, memperlihatkan deretan giginya yang putih, sungguh putrinya sangat mengenaskan rasanya ingin sekali menjawil hidungnya yang mancung, dan pipinya yang gembil.


Aira yang merasakan di perhatikan Mama Intan, membalasnya dengan tersenyum lucu, pipinya di gembungkan siapa saja yang melihatnya pasti akan terpesona dengan putrinya.


"***Mama cini! ain ama Kaka..." teriaknya Aira dengan wajahnya yang berseri-seri, dan suaranya penuh semangat.


" Mama di sini saja, kakak main sama kakak-kakaknya Om Yudha, dan onty Kania ya..." Sahutnya Intan tidak kalah manisnya senyum di bibirnya.


"Aira mengangguk-anggukkan kepalanya, sebagai tanda Aira setuju dengan usul Mama Intan yang duduknya tidak jauh darinya***..."


💚💚💚


Beda halnya dengan duo K, Kak Kenzi dan kak Kama mereka terus saja memperhatikan gerak-gerik Aira yang menurutnya sangat menggemaskan.


Setelah selesai makan siang, mereka lebih memilih memisahkan dirinya dengan orang dewasa, mereka memilih bermain dengan di gelar karpet di bawahnya. Mereka nampak asyik seperti pada anak kecil pada umumnya, seperti tidak ada beban mereka bermain, tertawa, bahkan makan pun tadi mereka bersama.


Tatapan Kak Kenzi begitu berbeda dari Adik-adiknya, tatapannya tajam seperti silet memandangi tubuhnya Aira yang montok, wajahnya yang gembil membuat Kenzi terpesona.


Kenzi memedam perasaan yang berbeda, meskipun usianya masih kecil tetapi Kenzi merasakan perasaannya yang berbeda, tiba-tiba jantungnya berdisko berdetak lebih kencang seperti perasaan bukan pada umumnya sebagai seorang anak kecil

__ADS_1


"Kamu harus jadi milikku! tidak ada seorangpun yang boleh memilikimu kecuali Kenzi..." batinnya Kenzi dengan smirk khasnya.


Tanpa ada seorang pun yang tahu, diam-diam Kak Kama intens memandangi wajah imutnya Aira, sesekali Kama selingi dengan bermain dengan saudara-saudaranya.


Kama termasuk yang paling pendiam, tetapi orangnya sangat menyayangi Adik-adiknya. Itu yang membuat ketiga Adiknya dekat dengan dirinya, bukan berarti Kenzi tidak menyayangi keempat Adiknya, karena Kenzi lebih sibuk belajar, dan belajar supaya bisa cepat lulus sekolah terus melanjutkan ke bangku kuliah....


Yudha dan Kania sekilas memperhatikan interaksi Anak-anaknya mengulum senyum, Anak-anaknya Sangat pintar mengakrabkan dirinya di tempat baru, mereka juga tidak nakal, sangat perhatian dengan Adik-adiknya, Kania sedikit tenang karena mereka sangat anteng-anteng saja dengan mainannya.


Begitu banyak mereka bertukar cerita, saling berbagi pengalaman merawat Anak-anaknya, dan masih banyak lagi yang mereka ceritakan karena Ini rahasia khusus wanita.


Tidak terasa waktu sudah sore, duo kembar juga sudah menguap terus, dan sedikit rewel. Akhirnya keluarga Pradipta pamit duluan. Awalnya Kenzi dan Kama menolak untuk pulang, mendengar rengekan duo kembar akhirnya duo K mengalah egonya demi duo kembar Adik-adiknya.


💚💚💚


Kedua orang tuanya, dan mertuanya memilih menginap di rumah mantunya, dengan alasan mereka masih kangen dengan cucunya Aira.


Setelah kepulangan keluarga Pradipta, Aira nampak sedikit rewel, dan matanya sudah berkaca-kaca, terus saja menguap.


"Iya Ma, Kaka antuk..." Jawabnya Aira yang sudah menutup kedua matanya.


"Bobok-nya di kamar ya?" tanya Intan untuk memastikan.


"Aira mengangguk sebagai jawabannya**."


Setelah berpamitan dengan kedua Oma, kedua opanya. Aira mengikuti langkah Mama Intan untuk Menaiki anak tangga satu persatu, jalannya pelan sedikit tidak bersemangat karena rasa ngantuk yang menderanya.


Sampai di kamarnya, Intan mengajari putrinya untuk mencuci tangan, dan kakinya baru berganti pakaian Selesai menyelesaikan ritualnya keduanya sudah naik ke atas kasur, Aira langsung saja menyusupkan kepalanya ke bukit kembarnya Mama Intan, sembari tangannya mengusap-usap perutnya Mamanya..

__ADS_1


Dengan usapan lembut tangan Mamanya, Aira sudah memejamkan matanya, nafasnya sudah teratur menandakan putrinya sudah tertidur pulas di pelukannya.


Intan ikut terlelap dalam tidurnya, mereka tertidur saling memberikan kehangatan yang sama.


💚💚💚


Setelah mengobrol sebentar dengan mertuanya, dan orang tuanya. Tom naik ke lantai atas, ke kamarnya tetapi ada yang tidak biasa karena putrinya sedikit terbuka, membuat Tommy penasaran ingin melihat ke kamar putrinya.


Tom berjalan mengendap-endap, membuka pintu kamar putrinya sangat pelan. Tom melihat pemandangan yang menakjubkan, kedua perempuan yang di cintainya sedang tertidur nyenyak dalam pelukan. Dengan pelan Tom menghampiri ranjang putrinya, mengecup keningnya satu persatu secara bergantian, sesekali mengusap pipi keduanya yang semakin gembil saja, semenjak hamil nafsu makan Intan meningkatkan tajam seperti Menara Eiffel.


Terus saja memandangi wajah keduanya, tidak terasa rasa kantuknya menderanya, Tom memilih merebahkan tubuhnya di samping istrinya. Dari belakang Tom memeluk pinggang istrinya, dan menghirup aroma tubuhnya yang menenangkan.


Tidak membutuhkan waktu beberapa jam Tom sudah tertidur pulas, suara dengkuran halusnya mengiringi bobok sorenya. Sang istri pun tidak terusik dengan suaminya yang memeluknya, dan suara dengkuran halusnya.


💚💚💚


Di rumahnya Yudha terjadi keheningan, karena duo kembar sudah tertidur, Tripel K sudah masuk ke kamarnya. Kini hanya tinggal Yudha dan Kania bak pengantin baru, mereka yang berada di ruang keluarga, seperti biasa bila ada kesempatan mereka akan meluangkan waktunya untuk bermesraan, dan bertukar cerita tentang berkembang putra-putrinya.


Selesai menyelesaikan uneg-unegnya, Kania bergelayut manja di pelukan suaminya, dan kepalanya sudah Kania sandarkan di dada bidang Yudha. Yudha juga tidak tinggal diam, tangannya mulai memainkan rambut sang istri, dan menciumi bertubi-tubi karena wangi shampo yang menguang di hidungnya.


Mereka memejamkan kedua matanya untuk menikmati keindahan kebersamaan, mumpung ke Lima bocilnya ada yang tidur, ada juga yang mulai sibuk di kamarnya. Keduanya memanfaatkan waktu luang, tatapan yang penuh damba, dan tidak ada yang tahu kedua bibirnya sudah saling menempel, saling ******* memasukkan lidahnya untuk menginvasi rongga mulutnya, dan saling bertukar saliva.


Satu detik, satu menit mereka masih hanyut dalam gelora kemesraan, memejamkan matanya obat yang ampuh untuk mengobati haus dahaganya.


Nafas keduanya memburu setelah kecupan mesranya terlepas, Kania mengusap air liur di bibirnya, sedangkan Yudha menikmati pemandangan pipi istrinya yang merona merah jambu.


Selamat hari Senin

__ADS_1


Selamat beraktivitas


Jangan lupa kasih semangatnya untuk autthor dengan cara Kasih LIKE, KOMENTAR, VOTENYA, RATE-NYA di tunggu kesayangan autthor yang kece badai😁😁😁


__ADS_2