
Setelah memberikan MPASI kedua Anak kembarnya, membuat Kania tidak henti-hentinya tersenyum karena kedua Anaknya makan dengan lahap. Walaupun ini pengalaman pertama, tetapi bagi Kania ini pengalaman yang tidak terlupakan, melihat tumbuh kembang kedua Anaknya setiap hari hingga mencapai di titik usia enam bulan pertama kali MPASI ini.
Banyak pengalaman yang tidak bisa Kania ceritakan, karena Kania sangat menikmati perannya menjadi orang tua, Bunda dari ketiga putra putrinya.
Setelah kedua Anaknya terlelap dalam mimpi, Kania turun dari ranjang untuk turun ke lantai bawah, setiap kali Kania selesai menyusui bawaannya laper terus. Di dapur ini Kania sarapan untuk kedua kalinya, karena pagi tadi Kania masak banyak jadi masih sisa untuk di makan kembali.
Sedangkan bik Siti yang melihat tingkah majikannya, tersenyum tipis dan geleng-geleng kepala. Majikannya makannya seperti kambing karena banyak sayuran dan daun-daunnya ketimbang lauk pauknya yang lainnya.
"Ayo bik sarapan! ini masih banyak." Tutur Kania dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.
"Non Kania saja! bik Sitimasih beresin ini! nanti kalau bibik laper! bibik ambil sendir i, Non." Sahutnya bik Siti sembari tersenyum manis.
Mendengar jawaban Bik Siti, Kania melanjutkan makannya sebelum keduanya bangun dan minta *****.
Walaupun selama melahirkan Kania jarang merawat tubuhnya ke salon, bukan berarti kania wanita yang Kumal, dan tidak menjaga kecantikannya.
Kania tetap wanita yang cantik selalu dandan di depan suaminya, sebelum suami dan ketiga Anaknya bangun. Kania sudah bangun terlebih dahulu untuk masak menu sarapan, dan ritual mandinya.
__ADS_1
Kania selalu ingin tampil cantik setiap kali suaminya bangun tidur, karena ingin menjadi orang pertama mendapat ciuman atau sekedar pelukan untuk pertama Hahahaha modus Kania.
***
Dikantornya Yudha melupakan makan siangnya, kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan karena banyak berkas-berkas yang harus di tandai tangan segera.
Di sela-sela kesibukan Yudha menyempatkan dirinya untuk menelepon istrinya untuk sekedar menanyakan lagi apa? atau kabar kedua anak kembarnya yang semakin aktif setiap harinya.
Yudha mendial nomer istrinya berulang-ulang, tetapi hanya suara dering telepon yang berbunyi, terkadang suara operator yang saling terhubung.
"Kemana kamu di telepon tidak di angkat, Yank." Batinnya Yudha sembari mengengam ponselnya.
Yudha sangat berkutat dengan pekerjaan, tidak terasa sudah jam dua siang sampai Yudha tidak mendengar bila ada suara telepon yang masuk di ponselnya.
Yudha mengabaikan panggilan telepon dari istrinya, karena ingin segera menyelesaikan pekerjaan dan bisa secepatnya pulang lebih sore. Yudha sudah kangen dengan istri, dan ketiga Anaknya.
"Alhamdulillah selesai." Ucap Yudha penuh rasa syukur.
__ADS_1
Yudha kembali melihat ponselnya yang di geletakan di sebelahnya, ada beberapa panggilan tidak terjawab, ada beberapa pesan WhatsApp, ada beberapa pesan messenger semuanya dari istrinya.
Kembali geleng-geleng kepala melihat banyak pertanyaan istrinya ada apa? udah makan belum? pulang jam berapa? masih banyak pertanyaan lainnya. Yudha tersenyum tipis setiap membaca pesan istrinya di ponselnya, seperti remaja pada umumnya yang sedang jatuh cinta.
Yudha mulai merapikan kembali berkas-berkasnya yang sudah ditandatangani, dan menaruhnya di tempat lemari yang di khususkan untukbarang-barang penting. Setelah semuanya tersimpan, Yudha beranjak dari tempat duduknya keluar dari ruangan dengan menentang tas jinjing.
"Net, sayang pulang duluan."
"Baik Pak."
"Kalau sudah selesai pekerjaanmu pulanglah, Net."
"Terima kasih pak."
Yudha berjalan keluar dari lantai tempatnya berkantor, untuk menuju basement parkir guna mengambil mobilnya lewat lift khusus. Untuk Pak Yudha memudahkan menuju ke basement.
Yudha sepertinya sudah tidak sabar untuk bertemu ketiga Anak-anaknya, dan istrinya Kania. Yudha sengaja tidak memberitahu istrinya bahwa suaminya akan pulang cepat lebih tepatnya masih sore hari.
__ADS_1
Yudha juga tidak membalas telepon atau pesan istrinya, karena Yudha ingin memberikan kejutan kepada istrinya. Saking bahagianya Yudha lupa pasar Sealt Beatnya, sampai-sampai kena tilang Pak polisi, untuk pemilik Hotel Pradipta.