Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 Tigapuluh empat


__ADS_3

Tom dan Intan tidak pernah lelah untuk melepaskan dahaga cintanya, yang semakin hari membuat keduanya melayang ke udara ke puncak nirwana. Tidak bosan-bosannya mereka berdua mengucapkan kata cinta, kata yang sangat ampuh untuk terbang tinggi ke angkasa.


Walaupun keduanya disibukkan dengan pekerjaan masing-masing, mereka tetap meluangkan waktu untuk berduaan, terkadang juga mereka menghabiskan waktu untuk bertiga , meskipun sekedar hangoutt atau makan diluar yang tidak terlalu jauh dari rumahnya.


Seiring berjalannya waktu, usia pernikahannya terus saja berjalan sesuai jarum Jam dinding di rumahnya yang terus saja berputar dengan porosnya. Seperti cinta keduanya yang terus saja bermekaran, seperti bunga di taman yang harumnya semerbak dan mewangi.


💚💚💚


Hari ini weekand, Tom dan Intan merencanakan untuk berlibur di villa yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, hitung-hitung sebagai bulan madu mereka berdua. Tetapi jangan lupakan keberadaan putrinya Aira, yang begitu sangat antusias mendengar mereka akan berlibur ke villa.


Pagi sekali Intan sudah bangun dari tidurnya terlebih dahulu, meskipun habis tempur habis-habisan dengan suaminya, Intan sampai tertidur pukul 02.00 dini hari, meskipun capek, lelah tetapi Intan tidak pernah melupakan kodratnya sebagai seorang istri dan ibu.

__ADS_1


Intan beranjak dari tempat tidurnya sangat pelan, tubuhnya yang polos tidak tertutup sehelai benangpun, Intan terbirit-birit untuk masuk ke dalam kamar mandi. Sebelum berkutat dengan alat masak, Intan menyempatkan dirinya untuk mandi dulu dan menjalankan perintah-Nya, baru Intan pergi ke dalam dapur untuk memasak menu sarapannya.


Setelah mandi, berpakaian, Intan keluar dari kamarnya dengan membuka pintunya sangat pelan karena Intan tidak mau sampai suaminya akan terusik dengan suara deritan pintu kamarnya.


Intan berjalan ke dapur dengan bersenandung ria, wajahnya sangat berseri-seri, jelas banget aura kebahagiaan di wajahnya Intan, mengingat pertempuran semalam membuat pipinya Intan memerah, semalam Intan begitu agresif dan memintanya lagi dan lagi.


Memasak pun Intan tidak begitu berkonsentrasi, kilasan-kilasan semalam membuatnya benar-benar seperti Anak Baru Gede yang sedang jatuh cinta sedalam-dalamnya.


Membutuhkan waktu yang lama hanya sekedar memasak menu nasi goreng, karena pikirannya Intan masih belum bisa move on dengan sikapnya yang berubah drastis, seperti bukan dirinya.


Intan melihat suaminya yang tertidur sangat pulas, dan sangat damai nampak jelas ada aura kelelahan, rahang yang tegas, bener-bener sangat tampan Suamiku ini. Intan memberanikan dirinya untuk mengecup bibir suaminya singkat, karena menurut Intan suaminya nampak seksi.

__ADS_1


💚💚💚


Setelah membangunkan suaminya, tetapi tidak bangun Intan memilih ke kamar putrinya, yang sudah Intan rindukan sejak tadi pagi Intan membuka kedua matanya. Intan membuka handel pintu sangat pelan, Aira-nya masih bergelung di dalam selimut tebalnya, bibirnya yang mungil membuat Intan jatuh cinta berkali-kali lipat.


Aira sangat mudah bila harus bangun dari tidurnya, selesai memandikan Aira-nya. Intan menitipkan Aira ke bik Jumi, sedangkan dirinya di kamarnya sedang membangunkan suaminya yang super-super sangat manjanya kambuh.


Akhirnya mereka memutuskan untuk mandi berdua, tidak hanya mandi saja tetapi mereka menikmati permainan pagi yang begitu menggodanya, di tambah lagi istrinya begitu agresif dalam memulainya. Berulang-ulang juga Intan mengeluarkan cairan cintanya, nampak sangat lembab, mengangga daging kenyalnya sangat membuat seorang Tom bertekuk lutut dengan istrinya.


Intan sangat pandai dalam membahagiakan suaminya, Intan juga selalu membuat Tom sangat nyaman, tatapan teduhnya membuatnya ada cinta berkobar-kobar di kedua matanya.


Mereka mengulang beberapa ronde, dan berbagai gaya permainan mereka mainkan sangat sempurna. Sang pria sangat pandai menyenangkan istrinya, kecupan kecil mereka selalu bubuhkan untuk membangkitkan gelora, keduanya sangat semangat memacu menaikkan memundurkan irama yang mereka mainkan dalam mencari surga dunia secara bersamaan.

__ADS_1


"***Tumbuhlah dengan cepat, Sayang." Ucap Tom mengelus-elus perutnya Intan, sesekali mengecupnya.


Double Up sedikit nggak apa-apa yang penting autthor Up ya, jangan di bully lho***............


__ADS_2