Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
S3 Part 9


__ADS_3

Esok paginya Yudha terbangun dengan segar bugar, semalam Yudha baru saja mendapatkan vitamin plus-plus dari sang isteri. Senyum merekah menghiasi kedua bibirnya, bila di ingat semalam cara dirinya bercocok tanam di sawah sang istri sangat membuatnya melebarkan senyum di bibirnya semakin merekah indah.


"Na ... na....na......" Suara Yudha bernyanyi di kamar mandi mengusik tidur nyenyak nya Kania. Kedua matanya sangat lengket dengan bau kasur dan bantal, meskipun kamarnya sedikit berisik.


Tiga puluh menit untuk memejamkan kedua matanya kembali, tetapi susah rasanya untuk terpejam dengan posisi tubuhnya yang masih polos, dan bau nya sedikit menyengat di indera penciuman.


Lama kelamaan Kania menyadarkan kepalanya di dipan tempat tidur, dengan selimut menutupi tubuh polosnya. Matanya celingukan mencari keberadaan sang suami, tetapi hanya suara gemericik air di dalam kamar mandinya.


Kania ingin segera bangkit dari tempat tidurnya, tetapi nihil itu hanya angan-angan saja, rasanya masih perih di inti bawah tubuhnya. Meskipun berusaha untuk menghalau rasa perihnya, tetap sama saja buat bangun pun rasanya tidak nyaman.


Cekkklllekkk......


Suara pintu kamar mandi terbuka lebar, suaminya keluar dengan rambut basahnya dan handuk melilit di pinggangnya. Rambutnya yang basah sedikit menetes di tubuh sang suami, semakin membuatnya bertambah seksi dan menggoda.

__ADS_1


Kania menatap sang suami sampai tidak berkedip, bibirnya terasa Kelu walaupun hanya sekedar mengucapkan rasa kagumnya dengan sang suami.


Tubuh berotot nya membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan jatuh cinta sedalam-dalamnya.


Perut kotak-kotak menambah kadar ketampanan, dada bidangnya yang sempurna, membuat orang yang melihatnya pasti ingin mengusap, dan memainkannya.


Kania melihatnya sampai melongo, matanya tidak mau semenit saja untuk berkedip. Pemandangan yang indah sayang kalau dilewatkan, dan harus di abadikan dengan daya ingatnya.


Yudha yang melihat sang isteri begitu terpesona, rasanya ingin sekali menjahili nya, dan sengaja ingin menggodanya supaya mendapatkan yang enak-enak seperti semalam.


"Isteri ku sangat menggemaskan, Yudha sampai tertawa sendiri melihat Kania yang tidak menyadari kehadirannya." Ucap Yudha lirih.


"Coba kalau tidak ada rapat sialan pagi ini, pasti ingin sekali mencoba bercocok tanam dengan media lainnya." batinnya Yudha bermonolog dalam hatinya.

__ADS_1


"Ehhhh mandinya udah mas?" tanya Kania sedikit gugup. Belum juga di jawab pertanyaan oleh sang suami, Kania sudah terbirit-birit pergi ke kamar mandi dengan selimut menutupi tubuhnya.


"Braaakkk, Kania menutup pintunya sedikit kasar, jantungnya berdegup kencang, nafasnya yang memburu membuatnya sangat malu mengangumi maha karya yang di kirim untuk menjadi Suaminya, dan nahkoda kapal rumah tangganya.


Selesai membersihkan tubuhnya, dan berganti pakaian. Mereka berdua keluar dari kamar dengan tangan bergandengan, tidak ada yang membahas yang tadi. Mereka nampak biasanya saja, seperti sedang tidak terjadi apa-apa.


"Pagi Daddy, pagi Bunda..." sapa dua bontotnya yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya, dan lengkap dengan keperluan sekolah lainnya.


"Pagi juga anak-anak Daddy yang sudah wangi, dan tampan seperti Daddy!" Ujar Yudha menyapa kembali dua bontotnya.


"Pagi juga kesayangan Bunda!" Kania mengecup kening bergantian.


Mereka makan dengan khidmat, tidak ada yang berbicara serius, kadang-kadang Kania menimpali percakapan dua bontotnya.

__ADS_1


Terkadang keduanya sering beradu argumen, dan tidak ada yang mau mengalah, atau di persalahkan menurutnya mereka berdua selalu benar semua.


__ADS_2