Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 46


__ADS_3

Jangan lupa Rate-nya☺☺☺


Acara makan bertiga sudah selesai tiba-tiba Kenzi merengek-rengek minta di gendong aunty Kania.


Malam ini tumben-tumbennya Kenzi tidak memiliki nafsu makan yang biasanya sangat lahap, kalau bicara soal makanan Kenzi juaranya.


"Kenapa makannya nggak di habiskan?" tanyanya Kania mengendong Kenzi.


"Uda enyang unda!" bisiknya Kenzi dengan suara yang malas.


"Kenzi tadi udah makan? di suapi bik Siti?" tanyanya Kania bertubi-tubi.


"Beyum unda!" jawab Kenzi menggelengkan kepalanya.


Yudha menghampiri Kania yang tengah mengendong Kenzi, malam ini Kenzi sangat manja kepalanya sudah di taruh di ceruk leher Kania.


"Kenapa Kania?" tanyanya Yudha sedikit khawatir.


"Nggak tahu Pak! tiba-tiba minta di gendong!" ucapnya Kania kepada Yudha yang sedang tepuk-tepuk pantatnya Kenzi.


"Ikut Daddy mau?" tanyanya Yudha sambil merentangkan kedua tangannya siap-siap mengambil Kenzi dari gendongan Kania.

__ADS_1


"Au unda!" jawab Kenzi memeluk erat leher Kania semakin membenamkan kepalanya di ceruk lehernya.


Kania mengelus punggung Kenzi dan menepuk-nepuk pantatnya dengan sayang. Kenzi lama-lama memulai memejamkan matanya, dengkuran halus bos kecilnya terdengar dengan merdu.


Yudha meninggalkan Kania yang sedang meninabobokan Kenzi, Yudha langsung duduk di tempat duduk di mana kedua orang tuanya dan kedua mertuanya duduk.


Yudha mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, dan membuangnya dengan sedikit kesal. ada rasa khawatir melihat Kenzi yang malam ini tidak nafsu makan di tambah malam ini Kenzi agak rewel.


"Kenapa Kenzi Dha?" tanyanya kedua orang tuanya dan kedua mertuanya secara bersamaan.


"Mau sama aunty Kania katanya Yah Mam!" jawab Yudha sedikit frustasi kalau terjadi apa-apa dengan putranya apalagi sampai sakit.


"Menikah? Yudha belum kepikiran Ma! apalagi Yudha seorang duda punya buntut satu Ma!" jawab Yudha dengan mantap.


"Sepertinya Kania wanita yang baik! cocok jadi Ibu sambung Kenzi Dha." celetuk mertuanya menatap manik mata menantunya tepatnya mantan menantu.


"Kania?" ujarnya Yudha sedikit kaget.


"Menikahlah Nak, bukan untuk kamu Dha tetapi untuk Kenzi. "Demi kebahagiaan Kenzi cucu kami Dha, biar Nena bahagia di surga karena Kenzi nya sudah ada yang mengurusnya."


"Kata Mama mertuamu benar Dha lakukan semua ini demi Kenzi."

__ADS_1


"Kania adalah wanita yang cantik, sederhana, dan terpenting sangat menyayangi Kenzi" ucap Mamanya Yudha.


"Lihatlah! Kania sudah cocok jadi Bunda Kenzi!" ucap Mamanya Yudha menatap lurus Kania dengan tersenyum lembut.


Yudha belum ingin menikah! hidup berdua dengan Kenzi sudah membuat Yudha bahagia Ma. Yudha masih bisa mengurus Kenzi seorang diri!.


"Pikirkan baik-baik Nak!"


"Kedua orang tuanya dan mertuanya menarik nafas dan mengeluarkan berlahan! "Yudha keras kepala susah untuk di nasehati ucapnya keduanya."


Yudha meninggalkan tempat duduk berjalan keluar hotel untuk menghirup udara segar untuk menyegarkan pikirannya. di dalam ruangan terasa sesak di dadanya mengingat kata menikah sama saja Yudha mengkhianati Nena istrinya.


Satu jam sudah memikirkan semua karena udara malam yang semakin dingin. Yudha memasuki hotel untuk kembali ke kamarnya di lantai Lima.


Yudha Membuka pintu kamar kania pelan-pelan, mereka bertiga sudah tidur dengan Kenzi yang berada di tengah-tengah auntynya tidurnya sangat damai.


Terimakasih yang sudah koment, like, vote.


Jangan lupa ya🙏🙏🙏


Selamat hari Senin, selamat beraktivitas.☺

__ADS_1


__ADS_2