Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 Part EmpatPuluh Dua


__ADS_3

Tiga hari kemudian, Tommy kondisinya lumayan membaik sudah mulai beraktivitas di kantornya kembali.


Pagi ini ada pertemuan penting di perusahaan Pradipta Group, seperti rapat bulanan yang di selenggarakan setiap satu bulan sekali, untuk mengetahui grafik peningkatan pendapatan atau penurunan jumlah pengunjung di hotelnya setiap bulannya.


Tommy sudah sampai di kantornya Yudha lebih dulu, sampai di lobby hotel Tommy sudah di sambut dengan sekertarisnya Yudha untuk masuk ke ruangan rapat yang akan di selenggarakan beberapa menit lagi. Tom tidak ingin telat atau tidak menghargai pimpinan perusahaan, meskipun mereka berdua sudah bersahabat lama.


"Mari Pak Tom, saya antar ke ruang rapatnya sembari menunggu pak Yudha datang" Tutur sekertarisnya Yudha.


"Makasih bro.." Sahutnya Tom mengikuti langkah kaki sekertarisnya Yudha dari belakang.


Setelah sampai ruangan rapat, Tom duduk di kursi yang telah di sediakan atas nama masing-masing cabang. Tidak menunggu waktu lama, Yudha dan yang lainnya juga sudah berdatangan.


Rapat pertama kali di buka oleh Yudha, dengan maksud dan tujuan di adakan rapat setiap bulannya untuk tahu kekurangan dan kelebihan di masing-masing cabang.


Rapat berjalan dengan lancar, tidak ada kendala atau hambatan sama sekali, dengan rapat seperti ini bisa saling mengakrabkan masing-masing pimpinan cabang dengan lainnya sebagai anggota keluarga baru.


Satu jam sudah mereka berada di ruang rapat, tidak kurang dari dua jam rapat di tutup dengan perwakilan dari perusahaan yang di wakilkan oleh Tom, sebagai perusahaan yang peningkatannya lebih pesat semenjak di pegang oleh Tom.


Setelah selesai rapat ada jamuan makan siang bersama, mereka berdatangan ke ruang yang telah di sediakan oleh perusahaan Yudha sebagai tuan rumah.


Banyak cara mereka lakukan untuk mengakrabkan dirinya dengan orang baru, seperti sekarang ini dengan pimpinan yang baru di setiap cabang. Naik turun itu pasti, pindah jabatan itu juga hal biasa di setiap perusahaan.


💚💚💚


"Hai Tom apa kabar? lama tak jumpa, kabar Intan dan Aira bagaimana?" tanyanya Yudha menepuk pundaknya Tom.


"Alhamdulillah baik, Yudha!"


"Kalau Aira lagi menggemaskan, susah rasanya jauh darinya.." Ucap Tom menerawang hari kemarin.


"Kalau Intan gimana? menggemaskan seperti Aira nggak?" tanya Yudha untuk menggoda Tom.


"Hmm gimana ya! susah di ungkapkan dengan kata-kata..." Jawabnya Tom yang tersenyum tipis.


"Ciiieee setiap hari pasti lembur terus ya." Ucap Yudha menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Pasti dong! buat kejar bini cepat hamil Hahahaha..." Kelakar Tom, yang tidak pernah puas dengan istrinya.


Terjadilah obrolan ringan berbau-bau hal mesum, maklum Tom masih pengantin baru, masih suka-sukanya menggarap sawah, sawah Istrinya yang tumbuh rumput yang lebat menurutnya itu yang membuat kecanduan.


Hal sama yang pernah Yudha alami, Yudha tidak pernah puas dengan istrinya, sekarang pun Yudha masih seperti pengantin baru, tidak pernah puas dengan istrinya setiap kali ada kesempatan Yudha selalu menggarap sawah.


Tidak terasa obrolan mereka berdua menunjukkan waktu akan senja, mereka berpamitan pulang dengan mengendarai mobilnya masing-masing. Mereka berpisah di parkiran menuju rumahnya, tidak ada pembicaraan lagi, keduanya sudah meninggalkan tempat parkir.


💚💚💚


Di rumahnya Aira sudah menunggu Papa-nya pulang kerja, Aira juga sudah rapi, wangi dengan pakaian kesehariannya. Sebelum suaminya pulang Intan sudah pulang terlebih dahulu, Intan ingin menjadi istri yang berbakti kepada suaminya, dan melayani sebagai istri yang bisa menyenangkan suami.


Hari sudah petang, tetapi Tom juga belum tiba di rumahnya. Ada rasa gelisah di hatinya, tidak biasanya suaminya akan pulang larut sore seperti ini, kalau telat pun pasti berkirim kabar, tetapi ini tidak sama sekali. Intan juga sudah menelepon suaminya, tapi tidak ada jawaban, hanya ada suara operator yang Intan dengar..


"Tinnnn.....Tinnn......" Tom membunyikan klakson mobilnya, berharap penjaga rumahnya seger membukakan pintu.


"Pasti tu Papa, Ma." Tutur Aira yang bahagia Papa-nya pulang.


"Semoga Nak." Sahutnya Intan. Intan menyibak gorden jendela, nampak suaminya keluar dari mobil dengan rambutnya yang acak-acakan, dengan setelan jasnya sedikit kusut, dasinya juga sudah tidak pada tempatnya.


"Walaikumsalam....." Jawabnya Intan membukakan pintu rumahnya, Intan menyambut suaminya dengan senyuman, dan pakaian yang sedikit terbuka. Tom dibuat tidak berkedip melihat penampilan istrinya yang sedikit lebih berani, pakaian yang sedikit kurang bahan, membuatnya Intan semakin seksi di matanya.


"Mas....Mas..." panggilnya Intan dengan tangannya berada di depan wajah suaminya, sedikit menggerakkan tangannya membuatnya Tom tersadar dengan pesona Intan.


Setelah Tom tersadar dari pesona istrinya, Intan mencium punggung suaminya, tidak lupa juga Tom membalas mengecup kening istrinya.


"Istriku makin cantik, membuat Mas ingin cepat-cepat bermain dengan ini!" Bisiknya Tom memegang bagian sawah yang membuatnya kecanduan.


"Bisa-bisanya pulang kerja langsung mesum..." Jawabnya Intan mencubit pinggang suaminya.


"Akhhh sakit sayang..." Ucap Tom menahan cubitan mautnya Intan.


Mereka tertawa bersama, saling bergandengan tangan untuk memasuki rumahnya. Sesekali Tom mencuri mengecup pipi istrinya, dan mengecup punggung tangannya.


💚💚💚

__ADS_1


Hoyeee...hoyeee Papa Puyang..." Serunya Aira yang kegirangan melihat kepulangan Papa-nya.


"Iya sayang...." Jawabnya Tom mengecup puncak rambutnya Aira.


"Cantiknya gadis-nya Papa hemmm, yang mandiin siapa sayang?" Ucapnya Tom memuji Aira. Dan juga mengecup pipinya.


"Hihihi Papa bau beyum andi..." Ucap Aira yang pura-pura menutup hidungnya.


Tom mencium bajunya, dan mengendus-endusnya ternyata masih wangi tidak seperti yang Aira bilang.


"Coba cium nggak bau, masih wangi..." Ucap Tom .


"Becanda tau! Papa mah pelcaya..."


Pada akhirnya Tom menguyel-nguyel Aira, menciumi seluruh wajahnya dengan rasa gemasnya.


Sore itu, sore yang indah di sambut istrinya pulang kerja, dan juga Aira yang selalu mempunyai warna tersendiri yang membuat Tom sangat bahagia.


💚💚💚


Selesai makan malam, mereka bertiga duduk di ruang keluarga menemani Aira yang sedang bermain di playmant. Sedangkan kedua orang dewasa sedang membicarakan seputar pekerjaan, dan masalah sedikit rumah tangganya meskipun sedang tidak ada masalah sama sekali.


"Ma, Aila udah antuk...." Ucap Aira yang sudah menguap berkali-kali. Kedua matanya yang juga sudah sayu.


Intan mengendong Aira untuk di kelonin di kamarnya, Intan juga membacakan buku cerita sebagai lagu sebelum tidur. Setiap Mamanya membacakan cerita, Aira nampak bersemangat untuk menceritakan ulang ceritanya esok hari.


"Mirip Papa-mu, Nak..." Ucap Intan mengecup keningnya, pipinya lalu menyelimuti sebatas dadanya.


Setelah menidurkan Aira, Intan berjalan menuju kamarnya. Ternyata suaminya sudah berada di kamarnya dengan piyama tidur yang sudah Intan siapkan. Intan berlalu ke kamar mandi, baru naik ke tempat tidur. Dengan gercap Tom sudah memeluk istrinya, dan menidurkannya, Intan sangat pasrah menerima perlakuan manis suaminya.


*Maaf kemarin autthor tidak Up, ada kesibukan di dunia nyata. Tetapi autthor usahakan buat Up lho. Terimakasih yang sudah menunggu cerita autthor ya.


Selamat pagi


Selamat beraktivitas*

__ADS_1


.


__ADS_2