
Jangan lupa Rate-nya
Yudha menutup pintu kamar Kania pelan-pelan takut Kenzi nya terbangun. Yudha membalikkan badannya untuk kembali ke kamarnya.
Yudha berjalan dengan gontai pandangan lurus ke depan.
Ceklek....
Tiba di kamarnya Yudha masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah bau keringat.
Selesai mandi Yudha mengambil baju gantinya di dalam koper, Yudha terbiasa tidur cuma memakai celana boxer kesukaannya dan bertelanjang dada saja.
Yudha langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, menatap langit-langit kamar hotelnya menerawang ke depan.
Obrolan tadi membuat Yudha memikirkan kembali soal kata pernikahan karna permintaan kedua orang tuanya dan mantan mertuanya masih terngiang-ngiang di kepala nya.
"Haruskah saya menikah? demi Kenzi?" ucap Yudha di dalam kamarnya.
Kania gadis yang baik, sangat dewasa walau usianya masih di bawah saya dan terpenting Kania sangat menyayangi Kenzi.
Yudha tidak mencintai Kania, bukan tidak mencintai tetapi belum mencintainya. Jatuh cinta dengan Kania tidak terlalu buruk, karena Kania cantik, senyumnya manis, pria dewasa yang melihatnya pasti akan jatuh cinta dengan pesona Kania.
Pukul 01.00 dini hari Yudha berusaha untuk memejamkan matanya, tetapi belum juga bisa terpejam lalu Yudha mengambil foto Nena waktu masih pacaran yang selalu Yudha simpan dalam dompetnya.
"Sayang apa kabarmu?" ucap Yudha mengingat masa lalu dengan Nena.
__ADS_1
Setelah mengucapkan kalimat say hello
Yudha tertidur dengan memeluk fotonya Nena yang di ambil dari dalam dompetnya.
Lama kelamaan Yudha tertidur pulas mendengkur halus melupakan sejenak masalah menikah.
Paginya di hotel kamar Kania sedikit heboh tiba-tiba suhu tubuh Kenzi panas terus mengingau menyebut kata Bunda
"Unda angan inggalin Enzi." ucap Kenzi dengan suara lemas dan matanya terpejam.
"Bunda di sini sama Ken!" Jawab Kania menepuk-nepuk pantatnya.
"Bobok lagi ya sayang." ucap Kania merebahkan badannya untuk memeluk Kenzi kembali.
"Iya.. un..da." jawab Kenzi menganggukan kepalanya dan membalas memeluk Bundanya dengan erat.
Ceekklek.....
Pintu kamar mandi terbuka menampilkan sosok Dara yang keluar dari kamar mandi dengan handuk menutupi kepalanya.
"Ada apa kak?" ucap Dara berjalan pelan ke arah kakaknya.
"Ken tiba-tiba suhu tubuhnya panas." bisik Kania ke adiknya Dara dengan suara sangat pelan.
Mau kakak lepas pelukannya malah kakak dipeluknya dengan semakin erat. "Kenzi takut di tinggal kakak kali Dik?
__ADS_1
Bentar ya kak Dara panggil pak Yudha dulu biar kakak ada yang gantian jagain Ken. Dara berlalu meninggalkan kamarnya untuk membangunkan Pak Yudha.
Tok tok tok tok tok tok tok........
"Siapa?" tanyanya Yudha dari dalam kamar.
"Dara Pak." ujarnya Dara dengan suara sedikit berteriak.
Ceklek..
Yudha Membuka pintu kamarnya hanya kepalanya saja yang Mendongak
"Ada apa Dara?" tanyanya Yudha dengan menggosok-gosok rambutnya pakai handuk.
"Ittttu Pak Ken badannya panas." Jawab Dara dengan gugup melihat pemandangan perut sixpack.
Yudha meninggalkan Dara yang masih diam di tempat sedangkan Yudha sudah berlari ke kamar Kania, kok Dara di tinggal sih!
Braaakkk
Pintu terbuka menampilkan Kania dan Kenzi yang tertidur saling berpelukan membuat hatinya sedikit lega.
Yudha berjalan ke ranjangnya memegang kening Kenzi yang sedikit hangat Suhu tubuhnya.
Terima kasih yang sudah vote, like, koment.
__ADS_1
Jangan lupa vote like koment ya readers