Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 part limapuluh


__ADS_3

Pukul 05.00 kediaman Tommy Wijaya sudah ramai, Beberapa pekerja rumahnya juga sudah bangun kecuali sang tuan rumah masih bergelung selimut membungkus tubuh keduanya.


Mereka tertidur sangat nyenyak sampai-sampai keributan di luar tidak kedengaran sama sekali. Keduanya masih saja menyusun dengan indah mimpi-mimpi'nya, tidak menghiraukan bahwa hari ini ada acara pengajian empat bulan kehamilan istrinya Intan.


"**Doooorrrrr....... doooorrrrr......" gedoran pintu diluar sangatlah keras, tetapi tidak membangunkan dua insan yang saling memberikan kehangatan.


"Mama....Papa... angun udah ciang...." teriaknya Aira dari luar.


"Tetapi tidak ada jawaban**..."


Selang sepuluh menit, Aira berniat untuk mengendor-gendor pintu kamar kedua orang tuanya, tetapi urung di lakukan sepertinya ada suara langkah kaki menuju kearah pintu. Aira diam saja menunggu pintu kamarnya terbuka dengan sendirinya, sesekali kedua matanya memicingkan kearah pintu berharap segera di bukakan.


Aira berjalan mondar-mandir dengan tangannya di letakkan di dadanya, dan tangan satunya seperti sedang berfikir. Wajahnya langsung cemerlang karena mendapatkan ide untuk memulai drama ngambeknya, dan Aira sudah memasang wajah cemberut-nya.


💚💚💚


Ceklek.....


Pintu kamar sudah terbuka menampilkan wajah Papa-nya yang masih bau ileran, Tom membelalakkan matanya melihat putrinya sudah berdiri di depan pintu kamarnya.


Tom terkikik geli melihat putrinya berkacak pinggang, dengan muka cemberut-nya, dan minim ekspresi.


"**Ehemmmmmm....hemmm...." Tom berpura-pura berdehem-dehem, berharap putrinya berbicara sesuatu, tetapi perkiraannya salah Aira diam saja.


"Ada apa sayang?" tanya Tom mensejajarkan tingginya dengan tinggi badan Aira.


"Belum ada jawaban, Aira malah memalingkan wajahnya ke arah lainnya**.."


Tom berusaha bersuara lagi, tetapi putrinya malah sudah menyelonong masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Untung istriku sudah pakai baju..." Batinnya Tom mengelus-elus dadanya.


Tom berbalik untuk menutup pintu kamarnya kembali, dan menyusul putrinya yang masih mode ngambek.


💚💚💚


Serangkaian drama yang di perankan Aira berakhir Happy ending, Mereka bertiga tengah bersiap-siap berganti pakaian, mereka mengenakan pakaian couplenya yang sudah Tom pesan jauh-jauh hari khusus empat bulan kandungan istrinya.


Setelah mendandani putrinya, Intan sedang mematutkan dirinya di depan cermin, Intan mengenakan pakaian gamis, dan jilbab pashmina untuk menutupi rambutnya. Aira juga mengenakan gamis yang sama dengan Mamanya, bedanya Aira tidak mau memakai jilbabnya. Hal hasil Aira hanya di pakaikan bando dengan warna yang senada, rambutnya di biarkan tergerai, menurutnya Intan Aira sangat mengenaskan dan lucu karena pipinya yang gembil.


Tom mengenakan pakaian kemeja panjang polos, warnanya senada dengan warna kedua perempuan yang di cintainya, dan di padukan dengan celana warna hitam polos, meskipun bertiga pakai couple Intan memilih ada aksesoris manik-manik mutiara seperti motif polkadot.


Intan masih saja duduk di bangku depan dengan cermin menghadapnya, Intan memoleskan sedikit make-up di wajahnya, dan sedikit lipstik di bibirnya biar tidak pucat, dan lebih hidup.


Sedangkan Aira dan Tom duduk nyaman menunggu Mamanya selesai berdandan, sembari Tom memeriksa mungkin ada email masuk di gadget-nya.


Di bawah sudah ramai, sanak saudara juga sudah datang silih berganti, ibu pengajian juga sudah berdatangan. Yang punya masih saja di kamar belum turun ke bawah, dengan alasan masih mendandani putrinya.


💚💚💚


Dikediaman Pradipta terjadi keributan kecil, mereka sedang merebutkan Kamar mandi, dan ke lima Anaknya tidak ada yang mau mengalah. Ada yang menangis, ada pula berdebat dengan beradu mulut dengan kakak, dan Adik.


Kania yang sedang di kamarnya, sedikit terganggu dengan suara ke Lima Anak-anaknya yang sedang beradu mulut, dan menangis. Akhirnya Kania tidak tahan dengan suara bising, dengan langkah cepat Kania sudah di depan kamar putra-putrinya.


Tanpa mengetuk pintu dulu, Kania langsung menyelonong masuk untuk melihat situasi di dalam. Tidak ada yang mau mengalah, ke limanya masih saja belum mandi, sedangkan ini sudah pukul 07.00 pagi.


Kania berjalan pelan menghampiri Anak-anaknya, dan memberikan pengertian. Awalnya mengangguk, tetapi tidak ada yang kembali bersuara seperti sedang menyimpan dendam keramat.


💚💚💚

__ADS_1


Di kamarnya Yudha sudah lama menunggu sang istri, tetapi belum kembali dari kamar Anak-anaknya. Yudha memutuskan untuk menghampiri mereka yang sedang saling pandang, saling bersaing tidak mau kalah.


"**Anak-anak Daddy kenapa hemm? kok pada diam-diam'an...." Tutur Yudha lembut yang mensejajarkan tingginya.


"Kelima Anak-anaknya hanya menggeleng, tidak ada yang keluar suara**..."


Yudha dibuat pening sifat ke Lima Anak-anaknya yang berubah-ubah, Dengan titah sang Daddy mereka akhirnya menurutnya. Ketiga putranya mandi di kamarnya, sedangkan kedua putrinya mandi di kamar Bundanya.


Setelah mandi di kamarnya, ketiga jagoannya sudah rapi dengan kemeja batik couplenya. Para putri juga sudah selesai mandi, mereka sedang di dandani putrinya karena Kania yakin akan memakan waktu lama, bila dirinya dan sang suami tidak turun tangan.


Setelah mendandani putrinya, Kania berdandan tipis-tipis untuk menyesuaikan acaranya. Dengan balutan gamis batiknya, dan kerudung menutup kepalanya, Kania sangat terlihat cantik, anggun dan elegan kan jarang-jarang Kania pakai kerudung.


Yudha terpesona melihat kecantikan istrinya, dengan balutan gamis, dan kerudung menutup rambutnya. Sungguh Kania sangat cantik sekali, meskipun memakai makeup tipis, tetapi membuatnya jatuh cinta kembali hatinya sudah bertalu-talu seperti awal pertama kali Yudha bertemu.


💚💚💚


Setelah berdandan, Kania merapikan sedikit rambut, dan kemeja ketiga putranya. Kania juga merapikan penampilan suaminya, menurutnya ketampanannya sungguh membuat kedua matanya sakit, Kania terpesona kepada suaminya untuk kesekian kalinya.


Di rasa penampilan keluarganya sudah memuaskan, mereka sudah berada di mobil menuju ke tempat acaranya Paman Tom. Dengar-dengar Paman Tom mempunyai Putri yang sangat cantik, duh rasanya Kania pengen menjodohkan putranya dengan putrinya Paman Tom.


Kania sibuk dengan pikirannya sendiri, tidak terasa mereka sudah sampai di halaman rumahnya yang punya acara.


Yudha keluar duluan, dan membukakan pintu mobil untuk istri, dan ke lima putra-putrinya. Mereka berjalan saling bergandengan seperti Rommy dan Juliet, ke Lima Anak-anaknya juga sangat nurut titah kedua orang tuanya, mereka jalannya bergandengan, siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona karena ketampanan putranya copypaste Daddy-nya.


Kedua putrinya juga tidak kalah kecantikan, mereka mendominasi wajah Bundanya, tetapi si bungsu sangat dekat banget dengan sang Daddy, pokoknya Putrinya Daddy Yudha banget.


Mereka sudah mengisi buku tamu, sudah duduk di tempat duduk yang sudah di siapkan. Sedangkan Papa Mamanya sudah datang duluan, keduanya tersenyum kearah cucu-cucunya. Yudha dan Kania tidak lupa mencium punggung tangan kedua orang tuanya, Mereka menciuminya dengan takzim sebagai tand hormatnya kepada kedua orang tuanya.


Pada nanyain Dara Adiknya kania ya? Dara hanya pemanis untuk cerita Duda Keren Yang Tampan Sesion satu, Dara tidak akan di ceritakan kembali di Sesion dua, Sesion kedua bercerita keluarga keluarga Yudha, dan Tommy beserta istri, Anak-anaknya.

__ADS_1


__ADS_2