
Satu tahun kemudian....
Waktu yang berjalan sangatlah singkat, baru saja kemarin Kania merasakan melahirkan bayi kembarnya. Ada rasa haru dan bahagia yang di rasakan Kania, semenjak Kania menjadi seorang ibu dari ketiga Anaknya.
Mengurus ketiga Anaknya tanpa bantuan babysister sangat melelahkan, tetapi hidup adalah pilihan, pilihannya Kania adalah mengurus ketiga buah cintanya dengan tangannya sendiri.
Rasa capek, lelah tidak masalah asalkan bisa melihat tumbuh kembang sang anak yang sangat aktif dan sehat. Melihat senyum ketiganya membuat Kania membuncah bahagia, terutama kakak Kenzi yang sangat menyayangi kedua Adik-adiknya.
***
"Bunda! Kakak belangkat sekolah duyu ya! jangan kangen sama kakak."Tutur Kenzi yang berpamitan dengan ke Bundanya. Mendengar seloroh Anaknya Kania mengecup pipi keduanya bergantian.
"Bunda tuka-nya tium-tium kakak ihhh! Kakak sekalang udah besal, Bunda!" tukasnya Kenzi sedikit memanyunkan bibirnya.
"Ulululu.... jagoan Bunda udah besar! tidak mau di cium-cium Bundanya lagi." Seloroh Kania menoel-noel pipi kakaknya.
"Ndak itu, Bunda! Kakak kan udah lapi! udah ganteng sepelti Daddy! ental lambut kakak belantakan kan ndak ganteng, Bunda." Tutur Kenzi berbangga diri dengan senyum jenaka-nya.
"Ya ampun Anak Bunda Kania percaya diri sekali, kalau ganteng seperti Daddy-nya! yang bilang siapa sayang?" Tanya Bundanya dengan menaikkan turun alisnya. Niatnya untuk menggoda Anaknya, mamah Kenzi tersenyum sangat jenaka.
__ADS_1
"Yang ngajalin kakak Daddy, Bunda!" Jawabnya Kenzi menyengir kuda dengan giginya terlihat sangat rapi.
"Hahahaha..... Kakak ada-ada saja.." Seloroh Kania.
Setelah berpamitan dengan Bundanya, Kenzi menghampiri kedua Adiknya yang sedang bermain di ruang keluarga sembari menonton kartun NUSSA RARA.
Walaupun ketiganya satu Daddy, tetapi selera tetap berbeda kalau masalah menonton televisi. Kakak Kenzi dengan UPIN IPIN sedangkan kedua Adik-adiknya dengan NUSSA RARA.
Mendengar langkah kaki seseorang yang sedang memasuki tempat bermainnya, membuat keduanya mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang datang.
"Akak hoye...." Sapa keduanya dengan sangat girang.
"Kakak belangkat sekolah duyu! Dirumah jangan nakal harus jagain Bunda!" Tutur Kakak Kenzi untuk kedua Adik-adiknya, dan mencium pipi tembem keduanya bergantian, membuat sang Adik tersenyum cekikikan mendapatkan perlakuan kakaknya.
"Eya-eya akk." Jawabnya Kama Kalila dengan bahasa planet, tetapi bisa di pahami Kakak Kenzi.
"Good boy? good girl." Tangan kakak Kenzi terulur untuk mengusap kedua rambut Adik-adiknya.
Kama Kalila mendapatkan perlakuan manis dari kakaknya tersenyum lebar, di tambah lagi Kenzi sangat posesif sikapnya untuk Adik perempuannya.
__ADS_1
Kedua Adik-adiknya meninggalkan mainnya, dan mengikuti langkah kakaknya yang tangan kanan kirinya di pegang kakaknya.
"Da...da....da......" Ucap Kama Kalila dengan melambaikan tangannya.
***
Yudha baru saja menuruni anak tangga sedikit tergesa-gesa, untuk mengambil sesuatu yang tertinggal di dalam kamarnya.
Setelah berpamitan kepada kedua Anak dan istrinya, Yudha menghampiri Anak pertamanya yang menunggunya di dalam mobil.
"Ishhh Daddy lama! takut kakak telat." Tutur Kenzi sedikit protes dengan tindakan Daddy-nya yang suka mengulur waktu.
"Maaf Son." Sahut Yudha sedikit ada rasa bersalahnya.
Keduanya berangkat dengan di antar mang Ujang, Semenjak Kenzi mulai masuk Sekolah SD. Yudha dan Kenzi selalu di antar mang Ujang, karena Yudha terlalu capek PP dengan arah yang berlawanan dengan sekolah Anaknya.
***Maaf partnya sedikit. Author ada kesibukan di dunianya Autthor. Semoga kita semua sehat terhindar dari penyakit.
Selamat pagi
__ADS_1
Happy Weekand***