Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 part EmpatPuluh Delapan


__ADS_3

Kehamilan istrinya sudah memasuki bulan keempat, yang berarti sudah memasuki usia 16 Minggu. Tom begitu sangat protektif pada kehamilan istrinya, mulai melarang memasak, atau membantu membersihkan rumahnya. Semua sudah Tom serahkan pada orang yang bekerja pada rumahnya, buat apa di gaji kalau tidak untuk membersihkan rumahnya.


Periksa terakhir calon Anaknya sangat sehat, aktif, dan yang terpenting kehamilannya tidak rewel, dan tidak mengidamkan makanan yang macam-macam itu sudah membuat Tom bersyukur.


Rencananya pengajian empat bulan kehamilan Intan akan di gelar hari minggu, rekan kerja, sanak saudara, dan tertua dari Pradipta Group juga akan di undang.


Segala persiapan sudah Tom dan Intan lakukan, mulai memesan makanan, dan semua sudah di pasrahkan pihak weding organizer(WO) karena Tom tidak ingin istrinya kecapekan yang membahayakan calon Anaknya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Kehamilan Anak keduanya nafsu makannya mulai meningkat memasuki usia 16 minggu, Intan juga mudah lelah, dan kecapekan karena setiap malam sawahnya di garap suaminya, Intan juga tidak menolaknya karena dirinya sangat menginginkan untuk di garap setiap ada kesempatan.


Terkadang Intan juga bingung sendiri dengan kehamilannya yang kedua ini, yang tiba-tiba nafsunya meningkat beda dengan kehamilan yang pertama waktu hamil Aira dulu.


Tetapi Intan tidak ambil pusing, toh keduanya sangat menikmati permainan nakal suaminya, yang membuatnya melayang ke udara. Untung suaminya menuruti apa maunya dirinya, awal Intan sangat malu bila harus memulai meminta duluan, tapi karena sesuatu hal akhirnya Intan cuek saja bila sedang berdua berada di kamarnya.


Intan tidak akan sungkan untuk menabrak suaminya dulu, dengan alasan baby di dalam perutnya membuat sang suami mengabulkan permintaan Intan, dan juga bahagia karena istrinya begitu agresif.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Acara tinggal esok hari, rumahnya sudah di sulap dengan dekorasi warna putih, dan berbagai bunga dengan warna-warni di rumahnya. Simpel tetapi sangat elegan, menurutnya warna putih adalah warna yang suci, dan bersih.


Tom sudah menghubungi beberapa rekan kerjanya, dan juga keluarga Pradipta. Tidak ketinggalan keluarga besarnya beserta sanak saudara juga akan turut hadir di acara empat bulan kehamilan istrinya.


Sang istri juga sudah menghubungi keluarga besarnya, kedua orang tuanya sangat antusias mendengar kabar kehamilan Anaknya, dan cucu keduanya.


Dengan senyum lebarnya, calon Opa Oma-nya tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, tidak kurang dari lima bulan lagi mereka akan mendapatkan seorang cucu kembali.


"**Rasanya Mama tidak percaya akan mendapatkan cucu lagi...." Tutur Mama Intan dengan rasa yang membuncah bahagia.


"Alhamdulillah Intan di percaya untuk hamil kembali, mah..."Sahutnya Intan juga tidak kalah bahagianya.

__ADS_1


"Aira cucu Oma mana sayang?" tanyanya Mama Intan celingak-celinguk mencari keberadaan cucunya.


"Bobo siang mah..." Jawabnya.


"Ohhh, tumben..."


"Selesai mam siang katanya ngantuk, Mah...."


"Aira** itu sepertinya Papa-nya, bila kena kasur langsung tidur apalagi habis makan, pasti bawaannya ngantuk." Itu beberapa obrolan Intan dengan Mamanya, mereka berdua banyak membicarakan hal-hal yang akan mereka lakukan untuk memberikan kejutan untuk cucunya Aira.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Keluarga Pradipta


Setelah mendapatkan undangan dari sahabatnya, meskipun cuma via telepon Yudha dan keluarga mempersiapkan dirinya untuk kedatangan acara empat bulan kehamilan istrinya Tom.


Yudha sudah memesan beberapa gaun untuk istri dan anak-anaknya, sedangkan Yudha sendiri sudah memesan tuxedo dengan warna yang senada untuk istri, dan ke lima Anaknya. Mereka akan menghadiri acara empat bulan dari sahabatnya Tom, tidak lupa juga kedua orang tuanya juga akan hadir di acara sakral pengajian empat bulan.


Di rasa sudah pas, dan cocok Yudha langsung membayarnya, dan membawanya pulang ke rumahnya karena acara besok.


"Adik cuka gaunnya, Adik tantik sepelti plincess." Tuturnya Kaynuna yang berseru senang. Kedua tangannya bertepuk tangan menggambarkan wajah bahagianya.


"Adik Fa uga cuka, Adik Fa anteng sepelti daddy..." tuturnya Kaffa dengan wajah polosnya..


Sedangkan Kenzi, Kama, dan Kalila tidak menanggapi celoteh duo kembar. Mereka hanya mengedihkan bahunya, dan kembali melihat ke arah jendela.


Yudha dan Kania yang duduk di bangku kemudi hanya memberikan senyuman tipis, dan memperhatikan gerak-gerik Anak-anaknya. Mereka sangat anteng, dan rukun karena Kania mendidiknya dari kecil untuk bisa saling tolong menolong, dan menghargai yang lebih tua maupun muda.


Yudha memberhentikan mobilnya di restoran elit di Jakarta. Yudha memesan ruangan VVIP untuk keluarganya, karena Yudha ingin memberikan kenyamanan istri, dan Anak-anaknya.


Setelah makan bersama, Anak-anak juga sangat lahap menyantap makanannya, dan juga sudah mengantuk. Yudha memutuskan untuk pulang ke rumah dan beristirahat, karena besok akan ketempat acara.

__ADS_1


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Keluarga Wijaya


Dirumahnya sudah sangat ramai, kedua orang tuanya, dan mertuanya sudah datang sore tadi... Aira yang sangat bahagia, karena kedatangan kedua Opa, dan Oma-nya secara bersamaan.


Aira bergelayut manja di lengan opa-nya, kakinya sudah diatas pangkuan Oma-nya. Tangan Oma-nya sedang memijit kecil, yang katanya sangat pegal, karena nemenin Mamanya di rumah. Mereka berempat sangat memanjakan cucu kesayangannya, karena mereka tinggal terpisah, dan jarang bertemu. Makanya sekali bertemu, mereka akan membuat cucunya bahagia, dan memanjakannya.


Senja cepat sekali berganti petang, meninggalkan warna jingga menuju malam. Aira sudah tertidur di pangkuan Oma-nya, sedangkan kedua Papa Mamanya memilih beristirahat duluan, karena besok hari yang melelahkan untuknya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Mereka berdua sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang, Keduanya saling berpelukan, Intan sudah menyandarkan tubuhnya di dada bidang suaminya. Tangan Intan tidak tinggal diam, terus saja memainkan dada suaminya, sesekali memilin-milin aerola yang sudah mencuat ujungnya.


"Ahhkkk..." Tom mendesis merasakan usapan lembut tangan istrinya. Tom berusaha menyingkirkan tangan Intan, tetapi susah untuk diam, Tom semakin terbawa suasana dengan mainannya.


Intan menyengir kuda melihat suaminya yang sudah merem-melek, Rasanya Intan ingin menertawakan suaminya tetapi Intan tahan karena dirinya menginginkan suaminya berada di bawahnya.


Tom sudah membalikkan keadaan, Tom sudah menindih tubuhnya Intan. Keduanya sudah sangat polos dengan perut istrinya yang membuncit, membuat Intan sangat seksi, dan geloranya membuncah.


Mereka sangat intens memberikan apa yang di mau pasangan, Tom tidak tinggal diam memajukan mundurkan gerakannya dalam memberikan pupuk di sawahnya.


"Aakkhhh Mas..." teriaknya Intan memeki telinga Tom. Tom semakin memacu gerakannya, dan menutup bibir istrinya dengan bibirnya.


Setelah bermain beberapa jam, akhirnya mereka mencapai puncak yang sama. Tom menekannya sangat kuat, cairannya sampai merembes diatas speray, dan baunya begitu sangat khas.


..."**Gimana sudah panas belum? Kalau cuaca di solo sedang panas, semoga di tempat kalian juga tidak turun hujan ya."...


...Next part ada pertemuan Anak-anaknya Yudha dan Tom , semoga mereka ada yang berjodoh, dan bisa menjadi besanπŸ˜πŸ˜€πŸ˜πŸ˜€πŸ˜...


...See You next part☺☺☺**...

__ADS_1


__ADS_2