Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 Part Empatpuluh Tiga


__ADS_3

*Selamat hari Jum'at


Happy reading*


Dua minggu sudah terlewati, Tom tidak pernah absen untuk menggarap sawah milik istrinya, tiada hari tanpa berhenti selalu hajar bila ada kesempatan untuk berdua.


Seperti pagi ini, biasanya Intan akan bangun tidur lebih pagi tetapi kali ini Intan masih tergolek tak berdaya di atas tempat tidurnya. Intan malah merapatkan selimutnya untuk menutupi tubuh polosnya, akibat pergulatan semalam Intan sampai tidak memakai sehelai benangpun.


Tom beranjak dari tempat tidurnya, melihat ke arah istrinya sebentar lalu turun dari atas ranjang, melihat arloji sudah pukul 07.00 WIB. Tom bergegas menyambar handuk untuk di bawa masuk ke dalam kamar mandi, Tom mulai membersihkan tubuhnya, menyabuni pelan-pelan, dan membersihkan dengan air bersih.


Ceklek.....


Tom membuka pintu kamar mandinya, dan memandangi Istrinya yang masih tergolek tak berdaya di atas ranjang tidurnya. Tom dibuat heran dengan Intan yang tiba-tiba berubah, tidurnya seperti orang yang tidak pernah tidur sama sekali.


Setelah menghampiri Intan dan membenahi selimutnya, Tom berjalan ke walk in closet untuk berganti pakaian kantornya, biasanya istrinya yang menyiapkannya tetapi kali ini Tom yang memilih pakaian untuk dirinya sendiri.


"Hoeek... Huekkkk...Hoeek..." Intan berlari ke arah wastafel. Bibirnya, wajahnya yang pucat Membuat Intan naik ke atas kasur kembali, dan menidurkan tubuhnya.


"Seperti mendengar seseorang sedang muntah..." batinnya Tom.


Selesai berpakaian, Tom menghampiri istrinya yang nampak begitu pucat wajahnya, Tom menepuk-nepuk pipi Intan, tetapi tidak ada respon hanya ada gelliatan kecil.


Saking gemasnya Tom langsung menghujani ciuman bertubi-tubi di seluruh wajah istrinya, dan anehnya istrinya tidak merespon aksi suaminya. Malah tangannya Intan terulur untuk menggeret tangan suaminya untuk diajak berbaring di sampingnya. Tom pun menurut apa mau istrinya, Intan langsung menyusup kepalanya di ketek suaminya, dan menghirup wangi sabun bayi.


"*Sayang kamu kenapa...?" tanyanya Tom yang sudah khawatir.


"Badannya lemas seperti mau muntah, Mas..." Ucap Intan dengan kedua matanya yang masih terpejam*.


Tom meraba-raba kening istrinya, tetapi tidak ada yang panas, melihat seluruh tubuhnya Intan, tidak ada yang terluka sedikitpun. Lalu apa? Tom dibuat bingung dengan sikap istrinya yang berubah, pagi ini malah semakin manja.


"Tunggu dulu kok bibirnya pucat, wajahnya juga pucat, kedua matanya juga tidak mau terbuka, ada apa dengan istriku?" Tom bertanya dalam batinnya.


Setelah sibuk berperang dengan batinnya, Tom mengambil pakaian istrinya, dan memakainya secara kilat. Tom langsung membopong tubuhnya Intan, untuk di larikan ke rumah sakit, Tom takut istrinya kenapa-napa. Tom menuruni anak tangga tergesa-gesa, tidak pamit dulu kepada Aira, setelah melewati ruang tamu baru Tom tersadar ada Aira.


Belum sempat pamit, tetapi Aira baru saja keluar dari taman belakang bersama bik Ani. Melihat Papa-nya yang membopong tubuh Mamanya, Aira berlari dengan kedua matanya sudah berkaca-kaca.


"Ma.ma tenapa, Pa?" tanya Aira diam tergugu.


"Aira di rumah ya, Papa mau ke rumah sakit dulu.." Sahutnya Tom.

__ADS_1


"Ndak au Aila itut!" Ucap Aira dengan merengek.


Tidak ada perdebatan, akhirnya Tom memutuskan membawa Aira ke rumah sakit di temani bik Ani.


💚💚💚


Sesampainya di rumah sakit, Tom langsung berlari menuju pintu IGD.


"Sus, tolong istri saya...." teriaknya Tom.


Dua orang perawat berjalan dengan mendorong brankar ke arahnya Tom, dan meletakkan Intan diatas brankar baru di dorong untuk masuk ke dalam IGD.


"*Silahkan Bapak tunggu di luar, pasien biar di periksa Dokter dulu pak." Ucap sang perawat begitu sangat lembut.


"Tetapi saya suaminya, sus..." Sahutnya Tom*.


Dengan segala penjelasan dari perawat akhirnya Tom mengalah, memilih menunggu di luar dengan bangku kosong yang telah di sediakan.


"Mama tenapa, Pa?" tanya Aira yang khawatir. Intan tidak pernah sakit, paling hanya masuk angin, minum obat langsung sembuh.


"Berdoa ya, semoga Mama tidak kenapa-kenapa..." Jawabnya Tom untuk menenangkan putrinya. Sebenarnya Tom sangat khawatir dengan kondisi Intan, yang tiba-tiba bibirnya pucat dan pingsan.


Setelah menunggu pemeriksaan setengah jam, baru pintu IGD terbuka menampilkan seorang perawat yang menghampirinya.


"Iya sus, saya sendiri..." Jawabnya.


"Mari Pak masuk ke dalam, dokter akan menjelaskan."


"Baik Sus..."


"Aira sama bik Ani ya, Papa mau masuk ke dalam dulu untuk ketemu Mama."


"Baik Pa, titip salam untuk Mama."


"Pintarnya gadis-nya Papa Tom mengacak-acak puncak rambutnya Aira, titip Aira ya bik."


"Oke pak..."


💚💚💚

__ADS_1


Tom sudah duduk di depannya dokter IGD, begitu cemas menunggu jawaban dari dokter yang memeriksa istrinya, sampai tangannya Tom saling meremas-remas satu dengan yang lainnya.


"*Begini Pak, sepertinya istri Anda kelelahan di tambah kekurangan asupan makanan, istri Bapak saya infus mungkin 2-3hari menginap di sini, bila sudah memungkinkan kondisinya nanti bisa pulang Pak." Tutur Dokter IGD yang menjelaskan secara gamblang.


"Akhir-akhir ini istri saya sangat manja, dua minggu terakhir ini tidak bisa jauh dari saya..." ucap Tom yang masih ada rasa khawatir di hatinya.


"Itu hal biasa yang di alami sama ibu hamil, kemungkinan besar istri Anda sedang mengandung, nanti saya akan kasih pengantar ke dokter kandungan biar lebih jelas." Ujar dokter IGD.


"Istri saya hamil Dok..." Sahutnya Tom tidak percaya.


"Kemungkinan Pak.." Jawabnya*.


Mendengar penjelasan dokter yang memeriksa istrinya, senyum Tom tidak pernah pudar maupun luntur, selalu menebar senyumnya seusai keluar dari ruang IGD.


💚💚💚


Setelah Intan di pindahkan ke kamar rawat kelas VVIP, Tom mengendong Aira untuk menuju kamar istrinya, dan diikuti bik Ani dari belakang.


"Ita au ke ana, Papa?" tanya Aira yang masih bingung. Tiba-tiba Papa-nya menggendongnya, dan berjalan ke tempat yang sangat asing.


"Ketempat Mama sayang..." Jawabnya.


Setelah mendapatkan jawaban dari Papa-nya, Aira langsung diam dan melihat sekeliling orang berlalu-lalang hilir mudik lewat di jalanan yang sama.


💚💚💚


Sampainya di kamar Intan, Tom mendudukkan Aira-nya dan Tom menuju ke ranjang istrinya. Intan masih tertidur pulas dengan selang infus di tangan kirinya, wajahnya nampak pucat, bibirnya juga pucat.


"Cepat sehat sayang." Ucap Tom mencium keningnya.


Tom membiarkan istrinya beristirahat, dan berlalu menuju tempat duduknya bersama Aira. Setelah menghubungi pihak kantornya, bahwa dirinya tidak masuk kantor karena istrinya masuk rumah sakit. Bik Ani juga sudah pulang di antar sopirnya, kini tinggal bertiga di ruangan.


Aira sibuk dengan boneka yang sengaja di bawanya, sedangkan Tom memejamkan matanya sejenak untuk meredakan rasa bahagia, mendengar kabar dari dokter IGD membuat hatinya membuncah dengan rasa bahagia, sebentar lagi akan menjadi seorang Papa kembali, rumahnya pasti akan ramai, Aira punya teman bermain.


Partnya gimana guys? nggak nyambung mesti... Haha feel-nya sepertinya tidak dapat.. krisannya boleh di tunggu lho.


VOTE


LIKE

__ADS_1


RATE-NYA


KOMENTAR


__ADS_2