Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 164


__ADS_3

Membaca komentar teman-teman semua, membuat autthor semangat lagi untuk menulis cerita Duda Keren Yang Tampan.


Terimakasih teman-teman untuk support-nya untuk autthor yah.


Mungkin benar mungkin banyak ada perbaikan tanda baca atau mungkin penulisan cerita. Namanya masih belajar pasti dong banyak salah mungkin, karena autthor masih banyak belajar.


Terimakasih untuk kritik dan sarannya.


Happy reading


Satu minggu sudah Kania di rawat di rumah sakit pasca melahirkan normal, karena Yudha belum memperbolehkan pulang sebelum Kania benar-benar sembuh, tidak merasa sakit seperti selesai melahirkan. Sedangkan Dokter yang merawatnya sudah mengijinkan untuk pulang ke rumahnya.


Di kamar 03 ruang catelya lantai tiga, Yudha tengah bersiap-siap mempacking pakaian anak kembarnya, dan juga istrinya. Sedangkan Kakak Kenzi sedang menunggu kedua adiknya yang tertidur pulas di dalam box bayi.


"Bunda! Adik kok tidul telus? Kakak kan ingin ajak main." Tutur Kenzi yang penasaran menunggu jawaban Bundanya.


"Adikkkan masih kecil jadi banyak tidur! beda dengan kakak yang sudah bersekolah." Sahutnya Kania memberi penjelasan ke Kenzi.


Setelah mendengar jawaban Bundanya, Kenzi mengangguk mengerti penjelasan Bundanya. Kenzi mulai memandangi Adiknya yang mulai menggeliat, dan membuka kedua matanya pelan-pelan.


"Bunda hiyat! Adik sudah bangun." Seru Kenzi melihat Adiknya mengerjap lucu.


"Kakak jangan keras-keras bicaranya! nanti Adik kaget lhi." Ujar Bundanya berjalan ke box bayi yang letaknya tidak jauh dari tempat tidurnya.


Cup Cup Cup.......


"Di gangguin kakaknya ya." Tutur Kania menoel-noel pipinya si kembar dengan sangat gemasnya.


Mendengar suara Bundanya, kedua anaknya ikut tersenyum, dan menjulurkan lidahnya. Keduanya mulai mencebikkan kedua bibirnya, yang sudah siap untuk menangis.


"Mau ***** ya, sayang?" tanya Bundanya.


Keduanya mengerjap lucu, menjulurkan lidahnya untuk mencari sumbernya di dada Bundanya.


Kania mulai mengangkat Baby Kama, dan mulai membuka sumber vitaminnya. Kania membuka kancing bajunya satu persatu, dan mengarahkan putingnya di mulut Anaknya Kama.


Setelah menidurkan Baby Kama, dan meletakkan di dalam boxnya. Kania mulai mengangkat Baby Kalila, yang mulai memasukkan tangannya ke mulutnya, gerakannya seperti sedang menghisap ****** Bundanya.

__ADS_1


"Haus ya sayang." Tutur Kania mengecup pipi keduanya.


Baby Kalila senyum, menjulurkan lidahnya mendengar suara Bundanya yang sangat di kenalinnya. Baby Kalila hisapan di ****** Bundanya sangat kuat, dan sangat cepat tidak mau kalah sama kakaknya.


"Kenapa sayang?" tanya Yudha menghampiri istrinya.


"Si Adik minumnya kencang banget hisapannya." Jawab Kania.


Yudha yang mendengr ucapan istrinya, dan melihatnya sendiri bahwa Anak gadisnya, menyusu Bundanya sangat kuat membuat Yudha tersenyum tipis.


Tangan Daddy-nya terulur untuk membelai rambut anaknya yang sangat lebat. Walaupun Kedua Anaknya terlahir kembar, bukan berarti terlahir dengan berat badan yang kurang dari normal, karena selama hamil ibunya sangat terjamin kebutuhan nutrisinya di dalam rahim Bundanya.


"Pelan-pelan sayang minumnya! Kakak Kenzi juga tidak mau!" Tutur Kania yang sedikit meringis menahan sakit akibat hisapannya yang sangat kuat.


"Kenapa Bunda? nama kakak di sebut?" tanya Kenzi yang mengelus lembut rambut Adiknya yang belum di cukur.


"Nggak apa-apa sayang." Jawab Kania.


Selesai packing barang-barang yang akan di bawa pulang ke rumahnya, dan memberikan asi untuk kedua Anaknya. Kania berjalan ke kamar mandi untuk cuci muka, dan pakai pakaian ganti.


Tut Tut Tut....


Baru sambungan ke lima mang Udin baru menerima panggilan telepon majikannya.


"Assalamu'alaikum Pak! udah sampai mana?" tanyanya Yudha seperti orang tidak sabaran menunggu mobil jemputan.


"Walaikumsalam Pak! baru saja sampai parkiran rumah sakit." Jawabnya mang Udin.


Tut Tut


Panggilan terputus karena ponselnya Yudha dayanya habis dari tadi lupa tidak di cas, mungkin karena saking senangnya sampai lupa sama ponselnya.


Tidak butuh waktu lama, mang Udin sudah tiba di lantai tiga tempat majikannya di rawat, setelah semua beres mereka berempat berjalan beriringan tangannya Yudha mengendong Kakak Kenzi, sedangkan kedua Anaknya di antar Suster-nya sampai lobi depan rumah sakit.


Setelah meletakkan kedua Anaknya di baby Cars yang sudah di persiapkan Yudha, dan Kania jauh-jauh hari sebelum keduanya terlahir ke dunia.


Perjalanan tidak memakan waktu satu jam, keluarga Pradipta sudah tiba di rumah di sambut Kakek Neneknya, dan pakdhe Bude Kania yang baru kemarin datang ke Jakarta untuk menjenguk Kania, dan cucu kembarnya yang sudah satu minggu lahir.

__ADS_1


Di kediaman Yudha suasananya rumahnya sangat ramai semenjak kedatangan Baby twins.


Yang sangat heboh adalah kakak Kenzi, yang selalu ingin memberikan makanan ke kedua Adiknya yang menjulurkan lidahnya, dan tangannya yang mengerti gerakan kakaknya.


Semua orang yang melihatnya tertawa terbahak-bahak, melihat tingkah Kenzi yang begitu sayang dengan Kedua Adiknya. Sesekali mengecup pipinya yang mulai nampak berisi, di karena Asi dari Bundanya yang sangat lahap.


"Oeeekkk...." Suara tangisan Baby Kama Kalila saling bersahutan, mungkin karena terlahir kembar mereka merasakan apa yang di rasakan saudara kembarnya.


"Cup Cup sayang, haus ya." Tutur Kania.


Mendengar suara Kania, sang kakak Kama langsung terdiam seperti tahu saja itu suara Bundanya.


"Kakak jadi ***** nggak nich." Tutur Kania


"Oeeekkk..... Cup." Kania mengecup seluruh wajah putranya, dan mendekatkan wajahnya ke putingnya. Bergantian mengasihi sang Adik Kalila, Setelah keduanya tertidur pulas Kania meletakkan keduanya ke dalam box bayi.


Hiks Hiks........


"Kenapa sayang?" tanya Kania.


" Hiks..Bun...da kok Adik tidul sich." Ujar Kenzi dengan suara terisak-isak.


"Emang kenapa kak?" tanya Bundanya.


"Kan kakak ingin ajak main Adik kembalnya, Bunda." Jawabnya Kenzi.


"Biar Adik tidur dulu, sini kakak main sama Bunda, Kakek Nenek, dan Daddy sayang." Ujar Kania menasehati Kenzi, dengan lembut tangannya mengusap rambut Anaknya.


Mendengar main bersama Bundanya, kedua matanya Kenzi langsung berbinar-binar bahagia, semenjak sang kakak punya Adik, Bundanya jarang ada waktu untuk Kenzi. Bukan Kania tidak sayang, sebisa mungkin Kania membagi waktu untuk Kakak, dan kedua Anak kembarnya.


Setelah bermain, sang kakak langsung tertidur di kamar Daddy Bundanya, Kania juga ikut memejamkan kedua matanya mumpung ketiga Anaknya tertidur.


Mertuanya, pakde bude, sudah keluar dari kamarnya, semenjak Kania mengasihi kedua anak kembarnya. Yudha masih di kamar kedua anaknya untuk meletakkan beberapa baju buat si kembar.


Setelah beres Yudha menghampiri istrinya mengecup keningnya, dan mengecup ketiga kening Anaknya. Setelah Yudha berlalu ke ruang kerja untuk memeriksa beberapa email yang masuk, karena semenjak istrinya melahirkan Yudha belum pernah pergi ke kantor, semua pekerjaan Yudha kerjakan di rumah atau di rumah sakit semenjak istrinya di rawat pasca melahirkan.


Japan lupa di tunggu Rate-nya, votenya , like, komentarnya☺☺☺

__ADS_1


__ADS_2