Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 170


__ADS_3

Yudha mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak menghiraukan klakson mobil yang berbunyi di belakang yang saling bersahutan. Yudha tetaplah Yudha, tetap tidak menghiraukan orang sekitarnya, yang terpenting bagi Yudha sampai rumah secepatnya.


Hanya butuh waktu 30 menit Yudha tiba di halaman rumahnya, yang biasanya Yudha tempuh dari kantor ke rumah, yang memakan waktu 1.15 menit. Hari ini lebih cepat dari biasanya, karena Yudha mengemudikan mobilnya dengan ngebut.


Yudha Membuka pintu mobilnya. dan menutupnya pelan-pelan karena Yudha ingin memberikan kejutan untuk istri, dan Anaknya. Yudha berjalan mengendap-endap seperti seorang maling saja, karena tidak ingin ketahuan istrinya yang mungkin masih tidur siang bareng Anak-anak.


"Pak Yudha....." Tutur bik Siti yang berjingkat kaget.


"Ssttt...." Jangan keras-keras bicaranya bik.


"Kania dan Anak-anak mana, bik? kok rumah kelihatan sepi seperti kuburan." tanyanya Yudha sedikit bercanda.


"'Non Kania dan Anak-anak di kamar, Pak." Jawabnya bik Siti.


Yudha berjalan untuk Menaiki anak tangga, setelah sampai lantai atas. Yudha berjalan pelan untuk menguping pembicaraan di dalam kamarnya, tetapi tidak ada yang berbicara semuanya nampak hening suasananya.


Yudha Membuka pintu kamarnya pelan-pelan, takutnya Anak istrinya masih tidur, Yudha melolongkan kepalanya untuk melihat situasi di dalam kamarnya. Yudha mengulum senyum melihat pemandangan empat orang yang di sayangi-nya sedang tertidur pulas.


Cup.Cup..Cup..Cup..


Yudha mengecup keningnya satu-satu bergantian, duduk sebentar untuk menaikkan selimut untuk kedua kembarnya yang sangat lucu walaupun posisinya sedang tertidur pulas.


Memperhatikan keempatnya tertidur, Yudha bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, ketika sudah bangun nanti Yudha bisa langsung mengajak ketiga Anaknya bermain.

__ADS_1


***


Kania terbangun dari tidurnya karena merasakan keningnya di kecup seseorang, siapa lagi kalau bukan suaminya.


"Tumben Mas Yudha pulang sore." Kania membatin dalam hatinya.


Niatnya Kania beranjak dari ranjangnya, tetapi di buat kaget karena tiba-tiba ada seorang yang memeluknya erat dari belakang. Kepalanya di letakkan di ceruk leher Kania, dan menghirup dalam-dalam aroma wangi lavender.


"Mas...."


"Hemm...."


"Tumben sudah pulang."


"Hemm....."


"Mas itu gimana di tanya istri cuma Jawab hemm hemm saja." Seloroh Kania berusaha melepas pelukan suaminya.


Yudha membalikkan badan istrinya, dan tiba-tiba mengecup bibirnya dan menginvasi rongga mulut istrinya, lidahnya saling mengecap saling bertukar saliva.


"Aakhhh...." Suara teriakan istrinya membangkitkan gairah yang di bawah yang sudah bangun.


Yudha melepas kecupan-nya, dan nafas keduanya nampak terengah-engah untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


"Mas tidak tahan, sayang." bisiknya Yudha.


Yudha menggeret tangan istrinya untuk masuk ke dalam kamar mandi, Yudha ingin menyelesaikan sesuatu yang tertunda. Yudha mulai mengecup seluruh wajah istrinya, dan turun ke bawah untuk mengecup leher istrinya meninggalkan jejak keunguan di sekitar leher istrinya.


Yudha mulai meloloskan satu persatu pakaian istrinya, mulai memainkan bukit kembarnya yang sangat di sukai kedua Anak kembarnya, setelah puas bermain. Yudha turun ke bawah untuk bermain di inti istrinya yang membuatnya kecanduan.


"Akhhh Aakhhh...." Suara teriakan keduanya menandakan bahwa kedua insan baru saja selesai menikmati surga dunia. Surga yang membuat keduanya mabuk kepayang, dan klepek-klepek.


Secepat kilat keduanya menyudahi aksinya, dan buru-buru keluar kamar, takut ketiga Anaknya terbangun mencari Bundanya. Kania memakai bajunya secara asal, sedangkan suaminya masih meneruskan ritual mandinya.


"Bunda dari ana? Kakak caliin kok nggak ada." tanyanya Kenzi celingak-celinguk mencari keberadaan Bundanya yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Bunda kebelet buang air kecil, Kak."


"Kakak mandinya maunya di mandiin , Bunda sepelti Adik."


"Mandi sekarang mau? mumpung Adik belum bangun."


"Au Bunda." Seru Kenzi.


Selesai memandikan Kenzi, dan mendandaninya. Keduanya turun ke bawah, karena Kakak Kenzi ingin menonton kartun kesukaannya di televisi.


"Bunda tinggal ke tempat Adik ya. Kak."

__ADS_1


"Iye bunda."


Kania berjalan menaiki anak tangga, setelah sampai lantai atas Kania menarik nafasnya, dan membuangnya. Melihat si kembar masih tertidur, Kania menjalankan ritual mandinya, mumpung kedua anak kembarnya masih bobok nyenyak.


__ADS_2