
Kania, Dara, dan Kenzi tidur satu kamar yaitu di kamar tamu yang lebih besar tempat tidurnya daripada kamar Kenzi. Mereka tidur saling berpelukan seperti Teletubbies yang posisi Kenzi di tengah-tengah Kania, Dara.
Kenzi tertidur selalu memeluk Kania yang sudah di anggap seperti Bundanya. Dengan kelembutan hati Kania kepada anak kecil terutama Kenzi, membuat Kenzi sangat menyayangi Aunty nya Kania .
Biasanya malam-malam sebelumnya Yudha dan Kenzi akan tidur berdua tetapi malam ini berbeda. Kenzi tidur bersama aunty nya . Yudha tidur sendiri. menyakitkan bukan sendiri itu cuma di temani bantal guling hehehe.
Pukul 01.00 dini hari, Yudha menuruni tangga untuk melihat anaknya yang tidur di kamar tamu bersama aunty nya. Yudha mengintip dari lubang pintu yang tidak terkunci, dan Membuka pintu pelan-pelan takut mereka terbangun, melihat anaknya tidur dengan memeluk auntynya membuat hati Yudha membuncah bahagia.
"Selamat tidur sayang! mimpi indah!" ucap Yudha dari luar pintu.
Yudha menutup pintunya kembali dengan pelan-pelan, meninggalkan kamar tamu menuju kamarnya di lantai atas.
Merebahkan tubuhnya di tempat tidur, Yudha mulai memejamkan matanya untuk melanjutkan tidurnya yang terbangun mengingat putranya tidur dengan nyenyak dan tidaknya. takutnya Kenzi nya rewel karna jarang terpisah tidur dari Daddy-nya.
Yudha mulai tertidur hingga bangun kesiangan " Daddy angun...angun!" ucap Kenzi menaikinya di atas perut Daddy-nya. "Angun... Daddy uda ciang!" ucap Kenzi menepuk pipi kanan kiri Daddy-nya.
"Euuuugggghhhhh........"
__ADS_1
Yudha sayup-sayup mendengar suara anak kecil yang sedang membangunkannya, tiba-tiba di perutnya ada beban berat yang menduduki dirinya di atas perutnya.
Yudha berlahan membuka matanya menyesuaikan cahaya di kamarnya karna silaunya sinar matahari pagi.
Di kamar Yudha semua gorden telah di buka Kania biar ada sinar matahari yang masuk ke dalam kamarnya. Bukan karena Kania lancang masuk ke kamar mantan majikannya, semua yang dilakukan Kania atas permintaan Kenzi bos kecilnya.
Yudha Membuka matanya perlahan melirik Kenzi sekilas langsung melihat ke laci di samping tempat tidurnya mengambil jam tangan.
"Hahhh... sial kesiangan..."
"Anak Daddy udah bangun! udah wangi! tadi yang mandiin siapa Ken?"tanyanya Yudha dengan mata masih malas bangun dan suara seraknya bangun tidur.
"Unda , aunty Dala!" ucap Kenzi dengan menghitung jari tangannya.
"Kenzi turun dulu ya, entar perut Daddy sakit!" ucap Yudha yang pura-pura menahan sakit hehehe.
"Daddy mandi dulu ya!" ucap Yudha.
__ADS_1
Selesai mandi Yudha memilih memakai pakaian kasual karna ini hari Minggu hari liburnya. Hari untuk quality time bersama anaknya, yang pastinya Yudha akan menuruti apapun kemauan Kenzi.
"Endong Daddy, Enzi apek!" ucap Kenzi dengan muka di buat lemas.
Yudha dan Kenzi menuruni tangga satu tangannya Yudha mengendong Kenzi, satu tangannya untuk berpegangan tangga karna Kenzi yang tidak mau diam.
Kenzi termasuk anak yang aktif, rasa keinginan tahuan yang tinggi. membuat Yudha sedikit khawatir jika bermain tanpa ada pengawasan.
"Pagi Kania, Dara!" sapa Yudha.
"Siapa yang masak ini!" ucap Yudha
"Kania, Dara Pak!" ucap Kania menundukkan kepalanya takut-takut di marah.
Yudha melirik sekilas dan terdiam memperhatikan Kania dan Dara bergantian.
Terimakasih yang sudah vote...
__ADS_1