Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 54


__ADS_3

Selamat pagi 🇮🇩 Selamat beraktivitas🌞🌞🌞


Jangan lupa Rate-nya.☺


Yudha menghampiri Kenzi yang tengah memeluk selimutnya dengan erat, sesekali terdengar suara sesenggukan memanggil Bundanya.


Ini Daddy sayang....


Kenzi tidak bergeming sama sekali masih aja menangis walaupun tidak keras, tetapi Kenzi menangis dengan lirih.


Yudha berusaha membuka selimutnya, tetapi Kenzi semakin mempererat pelukannya.


"Und..a En..zi akuuuuttt." ucap Kenzi dengan suara terbata-bata akibat lelah menangis.


Cup... Cup... Cup....


Yudha menepuk-nepuk pantatnya dan mengelus punggungnya, suara tangisan Kenzi sedikit reda tinggal suara sesenggukannya.


"Sayang buka selimutnya." ucap Yudha menenangkan Kenzi yang masih sedikit menangis.


Kenzi mengintip di balik selimut melihat siapa yang di kamarnya, takut-takut ada penampakan menamakan Daddy-nya. senyum Kenzi terbit di balik selimut yang membungkus tubuhnya.


Kenzi dengan pelan-pelan membuka selimutnya malu-malu di tertawa kan Daddy-nya karena menangis.


"Hmm ada apa?" ucap Yudha dengan lembut tangan satunya di pakai untuk merapikan surai rambutnya.


"Enzi akut addy." jawab Kenzi malu-malu takutnya Daddy-nya mengatakan anak laki-laki tidak boleh cengeng.

__ADS_1


Lalu Yudha mengusap bekas air mata di pipi bakpao yang nampak memerah akibat lamanya waktu menangis.


Kenzi membuka selimutnya malu-malu dan merentangkan kedua tangannya yang minta di gendong di letakkan di pundaknya.


Yudha menasehati! besok-besok Kenzi nggak boleh nangis lagi, kalau takut tinggal bilang ma Daddy baik-baik ya.


Daddy nggak suka liat Kenzi nangis sampai pipinya kemerahan seperti ini.


Iya-iya addy ndak di ulang-ulang agi!" kata Kenzi yang sudah duduk di pundak daddy-nya.


"Pesawatnya fly pegangan Ken!" ujarnya Yudha agak berlari kecil menuju ke lantai bawah.


Kania duduk di ruang tamu melihat dari bawah interaksi daddy dan anak membuat Kania tersenyum lebar.


"Pesawatnya Take off Ken." ujarnya Yudha tiba-tiba duduk di sampingnya Kania.


"Kenapa Kenzi nangis?" tanya Kania


"Enzi akut unda." Jawab Kenzi memainkan kancing depan kemeja Kania.


"Takut apa Ken?" tanyanya Kania


"Atuutt etan selem!" ucap Kenzi bergidik ngeri membayangkan ada setan beneran.


Hahaha..... mereka tertawa bersama...


Suara handphone Yudha tiba-tiba berdering bertuliskan "Ayah Pradipta" buru-buru Yudha menggeser tombol hijau lalu mengangkatnya menjauh dari Kania dan Kenzi.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Yah." ucap Yudha


"Walaikumsalam Dha!" jawab tuan Pradipta


"Ada apa ayah?" tanyanya Yudha melirik sekilas ke ruang tamu.


"Besok menginaplah di rumah Mamamu merindukan cucunya." Jawab tuan Pradipta mengerlingkan satu matanya kepada istrinya.


"Iya ayah." ucap Yudha dengan santai karena tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok.


"Cucu ayah mana?" tanyanya tuan Pradipta.


Yudha melambaikan tangan untuk memanggil Kenzi yang sedang duduk manja di pangkuan Kania.


"Accalamu'alaicum akek." ucap Kenzi dengan suara girang saking bahagianya di telepon Kakeknya


"Walaikumsalam cucu Kakek yang tampan!" Jawab Kakeknya dengan gemas sendiri.


"Besok menginap di rumah Kakek ya katanya Nenek kangen" ucap Tuan Pradipta to the point.


"Yeeeehh ke rumah akek enek.."


Saking bahagianya Kenzi meninggalkan handphone daddy-nya di meja, lalu menghampiri ke tempat Kania Kenzi berjalan tertawa kecil membayangkan besok pasti selu ketemu kedua Kakek Neneknya.


Enzi lindu mom........


Terimakasih like, koment, vote, krisannya.

__ADS_1


salam sehat☺


__ADS_2