
Sebelum kakaknya menikah dengan Yudha Pradipta, Dara Larissa bukan siapa-siapa. Mereka hidup rukun berdua dengan kesederhanaan nya, Kania bekerja sambil kuliah. Dara hanya fokus untuk belajar, kadang-kadang juga membantu kakaknya menyelesaikan pekerjaan rumah.
Sekian purnama Dara kuliah di luar negeri, setelah lulus Dara juga di terima di perusahaan asing yang bergerak di bidang hubungan internasional.
Tekad yang kuat demi bisa dekat dengan sang kakak, keluarga satu-satunya yang Ara miliki, dengan berat hati Ara memutuskan untuk pulang ke tanah air.
Satu bulan kepulangannya ke Indonesia, di apartemen cukup elite ini Ara bisa berteduh, tempatnya untuk terhindar dari panasnya matahari dan air hujan. Tabungan bekerja selama di luar negeri Ara kumpulkan sedikit demi sedikit, akhirnya
Ara bisa membelinya dengan uang keringatnya sendiri.
Rencananya weekand nanti Ara ingin menginap di rumah sang kakak, sudah kangen juga dengan keponakan tampan dan cantiknya yang hampir dua minggu tidak berjumpa akibat kesibukannya yang belum bisa meluangkan waktunya untuk main ke rumah sang kakak.
💥💥💥
Permata Group perusahaan tempatnya bekerja, dengan keuletan dan kegigihannya Ara dengan mudah di terima kerja, meskipun pengalaman bekerja di perusahaan asing sudah tidak di ragukan lagi.
Seperti hari-hari biasanya, Ara sudah tiba di kantornya dengan menenteng tas kerja dan beberapa dokumen yang di kerjakan dari rumah.
"Selamat pagi mbak Ara." sapa satpam yang berjaga di tempat nya bekerja. Meskipun sudah berumur demi istri dan anak-anaknya, rela menghabiskan separuh waktunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
__ADS_1
"Pagi juga Pak Joko.." Ara menyapa balik dengan senyum yang tidak pernah luntur dari sudut bibirnya.
"Cantik, ramah dan senyum nya bikin kaum Adam klepek-klepek mbak." puji pak Joko terhadap Ara.
Mendengar pujian pak Joko, Ara hanya membalasnya tersenyum tanpa mengeluarkan kata-kata yang keluar dari mulut cantiknya.
"Ahhh bapak bisa saja, semua wanita cantik sudah dari lahir hehehe.." Ara menjawab dengan candaan.
"Sumpah mbak Ara karyawan yang cantik, tidak sombong."
"Ara tersenyum, berbalik untuk ke dalam ruangan nya."
Ara tidak lagi menanggapi ucapan Pak Joko, bila di tanggapi arahnya pasti akan kemana-mana. Ara memilih segera sampai di ruangannya, karena ada yang harus di revisi sebelum sampai ke tangan bos nya.
💥💥💥
Sore ini Ara sudah kuar dari pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta. Ara mampir sejenak untuk membelikan buah tangan keponakannya, sesuai yang mereka mau di telepon kemarin.
Jalanan yang tidak padat memudahkan dirinya untuk segera sampai tempat tujuan, membayangkan saja sudah membuat dirinya tersenyum sendiri dengan tingkah mengemaskan keponakannya.
__ADS_1
"Assalamualaikum.." sapa Ara kepada security yang sedang berjaga.
"Waalaikumsalam, ehhh neng Ara! masuk neng."
"Makasih pak!"
Mobil sudah melaju ke halaman, sudah terparkir khusus mobil. Dengan langkah kaki yang ringan, Ara mulai menapaki jalan untuk ke pintu masuk. Jarak rumah dan halaman cukup jauh terbentang.
"Assalamualaikum, permisi!"
"Waalaikumsalam, eh non Ara! masuk non!"
Belum juga Ara mendudukkan di kursi, dirinya langsung di serang keponakannya sampai tidak bisa bergerak.
"Onty Ara kita kangen." pelukan nya semakin erat, seakan-akan tidak ada hari esok untuk berjumpa kembali.
"Onty juga kangen kalian, udah besar saja..." Ara berbicara sambil terkekeh di kerubungi keponakannya.
Setelah melepas kangen, mereka berada di taman belakang. Di sana sudah ada Kania, dan Ara yang sedang mengawasi mereka untuk bermain petak umpet.
__ADS_1
Sedangkan orang dewasa sedang melakukan pembahasan yang anak-anak belum boleh tahu, pembahasan orang dewasa.
Dara Larissa tokoh Duda Keren, othor masukkan dalam cerita Suamiku Atasan Kakakku, tunggu kisah cinta Ara akan berlabuh kemana?