
Satu minggu kemudian......
Setelah pertemuannya dengan keluarga besar Kania, Yudha mulai kembali beraktivitas seperti biasa. Hari ini Yudha di sibukkan dengan proyek di Kalimantan yang akan segera di mulai pembukaan cabang Hotel Pradipta.
Besok Yudha di wajibkan untuk meninjau ulang proyek, sebelum proses pembangunan di mulai, dan Yudha harus terbang ke Kalimantan tidak boleh di wakilkan.
"Kenapa sihh! tidak bisa diwakilkan?" gumam nya Yudha pada dirinya sendiri, lalu melempar bolpoin ke sembarang arah.
"Slow!! jangan main kasar bro!" Ujar Paman Tom yang masuk nyelonong tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Nggak sopan! masuk di ruang direktur tidak ketok-ketok dulu!" Yudha mendengus sebal melihat Tom cengengesan tanpa ada rasa bersalah sama sekali.
"Kenapa bro! mukanya asam gitu seperti tidak mendapat jatah." Ujar Tom mengerlingkan matanya menggoda Yudha.
"Sialan lho! Yudha melempar bolpoin ke wajahnya Tom, tetapi malah mengenai dinding di belakangnya.
Hahahaha......
"Kalau marah, jangan main kasar bro!" gelak tawa Tom memenuhi ruangan Yudha dengan muka masam.
"Marah gundulmu." Ujar Yudha melempar bolpoin mengenai mukanya Tom, mengundang tawa Yudha.
"Ini namanya kdrt, saya laporkan kamu kena pasal "Penganiayaan" Ujar Tom duduk di depannya Yudha dengan muka mendramatisir keadaan.
"Lihat mukamu! saya ingin muntah Tom." Ujar Yudha yang pura-pura muntah huek....huek.....huek.
__ADS_1
Setelah berdebat panjang, mereka sama-sama terdiam sejenak dengan pikiran masing-masing. akhirnya Yudha yang mengalah memulai obrolannya dengan Tom membahas proyek di Kalimantan.
Sebenernya saya berat Tom, harus berangkat ke Kalimantan, meninggalkan Kenzi dengan bik Siti atau bersama neneknya. Kenzi tidak pernah jauh dari saya, dan ini pertama kalinya saya harus meninggalkan Kenzi dalam waktu yang lama dua minggu.
Kenzi di ajak saja supaya kamu betah bekerja, daripada disana kamu memikirkan Kenzi malah membuat pekerjaanmu berantakan dan tidak selesai-selesai.
"Ide yang bagus! Kamu bisa di handal kan Tom." Ujar Yudha beranjak dari duduknya dan menepuk bahunya Tom.
Yudha berjalan kearah keluar jendela ruangan, dengan dua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana, Yudha melihat kendaraan berlalu lalang tanpa menghiraukan keberadaan Tom yang di ruangannya.
"Saya akan mengajak Kania." guman Yudha yang tersenyum misterius.
"Kenapa senyum-senyum sendiri, seperti orang gila!" Ujar Tom meledak Yudha yang seperti orang tidak waras.
"Ngapain kamu masih saja disini? nggak kerja kamu!" Ucap Yudha dengan muka sinis dan menyebalkan.
"Santai bro! jangan marah-marah nanti cepat tua!" Tom yang bangkit dari tempat duduknya, dan menuju ke tempat Yudha dengan muka masam nya.
Melihat mukamu yang jelek, membuat saya muak, tidak betah lama-lama berada disini. "Ya sudah bro! saya pulang dulu, tetapi jangan kangen." Ujar Tom dengan gaya yang cool tangan dimasukkan ke saku celananya.
"Mukamu kusut! tidak dapat jatah dari bundanya Kenzi ya." bisik Tom ke daun telinganya Yudha, dan tersenyum penuh kemenangan.
"Keluar!" Usir Yudha dengan suara yang bersungut-sungut menahan emosi, dan melemparkan bolpoin yang mengenai daun pintunya.
Hahahaha....
__ADS_1
Suka melihat kamu menahan kesal, dan tidak mendapatkan jatah dari bundanya Kenzi gumam Yudha menutup pintunya dengan keras. gelak tawanya Tom terdengar sampai ke telinga Yudha.
"Awas kau!" geram Yudha
Hari ini, hari pertama pendaftaran murid baru di taman kanak-kanak dekat dengan kantor daddy-nya. Kenzi sangat antusias untuk sekolah, dan mengenal lingkungan baru.
"Unda, Enzi ental anyak emennya." Seru Kenzi yang menghitung dengan jari tangannya.
"Iya sayang! Kenzi harus belajar yang pintar ya, kalau sudah masuk sekolah." Ujar Kania mengendong Kenzi keluar dari kantor guru untuk ke tempat parkiran, menunggu daddy-nya menjemput mereka.
"Iih daddy cuka ama! Enzi lapel!" Ujar Kenzi mengelus perutnya yang sudah berbunyi krucuk-krucuk.
"Sayang laper." Tanyanya Kania.
"Iya unda." Jawab Kenzi dengan malas.
Tintin....tin...tin....
Suara klakson mobil berbunyi nyaring, "unda belinsik." Ujar Kenzi menutup telinga dengan kedua tangannya.
Seorang laki-laki keluar dari mobil mewahnya, dengan kedua tangannya di saku jas, dan membuka kacamatanya datang menghampirinya.
"Maaf sayang lama." ucap Yudha. membuat Kenzi dan Kania melihatnya dengan melongo, tidak ada angin atau hujan Yudha tiba-tiba menghampirinya.
"Nggak tahu apa? dari tadi anakmu kelaparan?" Ucap Kania mendengus sebal, sedikit bersungut-sungut menahan emosi.
__ADS_1