
"Enzi anteng ndak? tanya Kenzi.
"Ganteng dong! jagoan bunda." Seru Kania mengacungkan dua jempolnya.
"Daddy, addy....." Sapa Kenzi menggoyangkan tubuhnya untuk memanggil Daddy-nya yang masih sibuk memakai tuxedo.
"Bentar sayang." Ujar Yudha mengancingkan kemejanya, dan mengelus Kenzi untuk mengusap-ngusap kepalanya.
"Iya daddy, iap ungguin." Ujar Kenzi.
Setelah selesai memakai tuxedo, Yudha berbalik untuk menatap anaknya yang sedang duduk menunggu Daddy-nya yang selesai pakai tuxedo.
"Aduhhh jagoan Daddy ganteng aman!" Ujar Yudha memuji anaknya, yang tersenyum cekikikan.
"Hihihi.... anteng ya daddy.... Cup maacih Daddy Udha, Daddy-nya Enzi yang aling anteng sepelti Enzi." Puji Kenzi yang memuji Daddy-nya yang tengah menatapnya lebih intens.
Flashback On
Setelah pertemuan kedua keluarga, keluarga besar mereka berdua sepakat acara pernikahan di adakan 5 bulan dari sekarang.
Kedua calon mempelai menyetujui kesepakatan antara dua keluarga yang telah di adakan pertemuan kedua keluarga.
"Sayang mau konsep pernikahan seperti apa?" tanya Yudha untuk menanyakan ke Kania, karena ini pernikahan pertamanya Kania.
"Sederhana saja mas yang penting khidmat, dan syah hukum dan negara." Ujar Kania.
__ADS_1
"Baik! Mas ikut saja maunya Kania, yang terpenting bisa cepat-cepat menikah calon bundanya Kania." Ujar Yudha yang menuruti kemauan calon istrinya.
"Nduk...Sapa budenya.
"Nggih bude." Jawab Kania.
"Pripun bude?" tanyanya Kania beralih menatap budenya, yang sedang mengengam tangannya.
"Nduk! kalau sudah menikah harus nurut sama suamimu, dan haras patuh Jika itu masih ada di jalan yang benar." Ujar budenya memberikan wejangan.
"Iya-iya bude! Kania ingat pesan bude kok!" Ujar Kania mengengamgam tangan budenya, dan mengelus punggung tangannya.
"Ya sudah bude masuk ke kamar dulu ya! di lanjutkan saja ngobrolnya"
Tepatnya hari ini, rombongan dari Semarang berencana pulang ke Semarang dengan menggunakan alat transportasi kereta api, karena keluarga nya trauma setelah kejadian kecelakaannya.
Akhirnya Kania, Yudha, dan Kenzi mengantar Neneknya, kakeknya, uncle, dan aunty-aunty nya untuk kembali ke Semarang.
"Ental Enzi itut ya akek, enek, cle, dan nty." Ujar Kenzi yang menghitung dengan jari tangannya untuk menyebutkan siapa nama-nama keluarga bundanya.
"Iya entar bunda ajak Kenzi ke tempat Kakek, dan Neneknya ya!" Ujar budenya.
"Iap unda!" hormat Kenzi seperti seorang militer.
Semua orang tertawa melihat tingkah lucunya Kenzi, yang berbicara dengan Kakek, Neneknya.
__ADS_1
30 menit perjalanan dari rumah ke Stasiun, mereka sudah tiba di tempat tujuannya, hari ini Kenzi sangat manja dengan budenya, karena dari rumah sampai tempat stasiun Kenzi tidak lepas dari budenya.
"Kenzi turun! kasihan budenya! berat lho!" Ujar bundanya, supaya Kenzi mau turun dari gendongan neneknya.
"Ndak au unda! au nya tetap di endong ama enek." Ujar Kenzi yang tetap kukuh pada pendiriannya.
Semua keluarga Kania, sudah memasuki gerbong kereta api karena sebentar lagi kereta akan berangkat meninggalkan Jakarta untuk menuju ke Semarang.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam, keluarga nya sudah sampai ke tempat tujuan di Stasiun Poncol Semarang.
Drttt drttt drttt.....
Ponsel Kania bergetar, tertera nama budenya. buru-buru Kania menerima panggilan teleponnya budenya.
"Assalamu'alaikum Kania! Alhamdulillah bude dan yang lainnya sudah sampai rumah dengan selamat." Ujar budenya.
"Alhamdulillah bude."
Udah dulu ya! bude mau beres-beres, dan bersih-bersih dulu.
Klik.... panggilan di putus budenya.
"Alhamdulillah keluarga selamat sampai tujuan!.
Flashback Off
__ADS_1