Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 Part Duapuluh Tujuh


__ADS_3

Hari-hari yang di lalui calon pengantin begitu penuh berwarna, warna-warni kehidupan mereka akan jalani ke jenjang pernikahan, di antara mereka tengahnya ada Aira yang selalu membuat keduanya tersenyum penuh kebahagiaan, tingkah lakunya Aira yang menggemaskan tidak pernah luput dari Tom dan Intan.


Hari ini merupakan hari minggu, hari libur yang di tunggu-tunggu untuk bisa weekand dengan keluarga. Seperti halnya Tom dan Intan yang sedang libur dari rutinitas pekerjaan sehari-harinya.


Tom mengajak calon istrinya dan Aira untuk berlibur tipis-tipis di kebun binatang, sesuai dengan request Aira yang ingin melihat binatang jelapah, yang ada di nyanyian di sekolahnya yang di ajarkan Bu guru Hera.


Di rumahnya Intan


Pukul 04.00 WIB Aira sudah bangun dari mimpi indahnya, hari yang penuh dengan semangat, karena hari ini merupakan hari yang di tunggu Aira untuk pergi piknik dengan Papa dan Mamanya ke kebun binatang.


"Ma, hayo angun udah pagi sebental agi siang nanti Papa kebulu jemput, Ma!" Aira menggoyang-goyangkan lengan Mama-nya, dan mengecup pipinya.


Intan yang terusik dengan kecupan di pipinya, dan lengannya yang di goyang-goyang. Meskipun berat untuk membuka mata, tetapi ketika membuka mata sedikit melihat Aira tersenyum kearahnya, membuat Intan membalasnya dengan senyuman dan membuka kedua matanya lebar-lebar.


"Ada apa sayang?" tanya Intan dengan suara seraknya khas bangun tidur. Intan berusaha menghilangkan rasa kantuknya, dan membuka kedua matanya.


Aira yang melihat Mamanya yang masih terkantuk-kantuk, membuat Aira tertawa cekikikan menertawakan aksi Mamanya, Intan yang awalnya mengantuk jadi membuka kedua matanya lebar-lebar. Intan sangat gemas dengan ketawanya Aira, ingin sekali Intan menciumi pipi gembil-nya Aira sampai lemas.


"Aira kenapa? kok sepertinya sedang bahagia


nggak ajak-ajak mama sih!" Tanya Intan yang pura-pura merajuk. Aira yang melihat Mamanya merajuk, malah semakin menertawakannya, Mamanya seperti dirinya bila tidak di kasih uang jajan pas sekolah pasti Aira merajuk persis Mamanya.


"Mama lucu sepelti Aila." Ucap Aira di tengah ketawanya. Intan melihat Aira-nya ketawa dengan lepas, membuat sudut bibirnya Intan tersenyum sangat lebar. Intan bahagia memberikan kehidupan yang layak untuk Aira-nya, permata hatinya, kehidupannya, pokoknya segalanya untuk Intan.


Kebun binatang


Mereka bertiga sudah sampai di pelataran parkir kebun binatang, Dari ketiganya yang berada di dalam mobil, Aira yang paling bahagia dan antusias. Keinginannya untuk bertemu dengan binatang jerapah seperti lagu yang pernah Aira nyanyikan, pernah Aira dengar di tempat sekolahnya.


"Ma, Pa ayo kelual! Aila sudah ndak sabal ingin hiyat jelapah yang lehelnya panjang." Ucap Aira yang kedua matanya berbinar bahagia. Aira sangat bahagia, satu-satu impiannya terwujud dengan Papa dan Mamanya.


"Iya sayang, sabar bentar ya." sahutnya Intan mengelus puncak kepalanya Aira, dan mengecupnya singkat.

__ADS_1


"Aira mengangguk-anggukkan kepalanya, dan menampilkan senyumnya yang lebar, giginya yang putih bersih terlihat sangat rapi."


Dirasa tidak ada barang yang ketinggalan di dalam mobilnya, mereka bertiga turun dari mobil, sedangkan Aira sedang di gendong Mamanya. Tom berjalan lebih dulu untuk membeli tiket masuk, mumpung pintu masuk loket sedang sepi.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Setelah Tom membeli tiket untuk masuk, dan Aira yang berada tak jauh dari Tom sudah tersenyum lebar. Papa-nya Tom sudah mendapatkan tiket, lalu mereka bertiga memasuki area kebun binatang.


"Aila au tulun, au halan sendili kalna Aila sudah besal." Aira yang sudah beringsut dari gendongan Mamanya.


Mereka bertiga berjalan bergandengan tangan, dengan posisi Aira berada di tengah mereka, sungguh Intan gemas sendiri dengan Aira, yang selalu murah senyum dan jarang menangis dari usia masih bayi.


"Amazing!!!! jelapah-nya lucu-lucu, lehelnya panjang sepelti yang ada di nyanyian Bu gulu di cekolah Aila." Serunya Aira melihat jerapah sedang makan tumbuhan daun.


Aira mencoba memberikan makanan untuk jelapah-jelapah, alhasil jerapah mau menerima makanan yang di berikan Aira.


"Yeeaaahh jelapah-jelapah au mam dali tangan Aila." Seru Aira Nampak tercetak jelas senyumnya Aira yang berkembang.


"Aira lapar apa doyan nich?" tanya Tom yang ingin menggoda putrinya yang makannya sampai nambah dua kali.


"Lapal pa, tetapi Aila uga doyan kalna makanannya sangat enyak cekali." Serunya Aira menikmati makanannya seperti iklan-iklan di telivisi.


"Lihat gadis kecilnya Mas sekarang sudah dewasa, pintar lagi." Bisiknya Intan yang duduk bersebelahan dengan Tom, sedangkan Aira duduk di depan kedua orang tuanya.


"Pintar seperti Mamanya." Sahut Tom lewat bisikan. Mulai mengecup kecil daun telinganya Intan, membuat sang tuan Putri sedikit Mende karena gigitannya yang membuat bulu kuduk Intan merinding.


"Mas mah gitu! suka curi-curi kesempatan!" Ucap Intan yang sudah mengerucutkan bibirnya.


"Gemesin banget sich, Yank." Tutur Tom mencubit pipinya Intan yang mengembung. Tom dibuat gemas dengan pipi chuby Isterinya, lagi-lagi Tom jatuh cinta berkali-kali lipat dengan perempuan yang berada di sebelahnya.


Aira yang melihat kedua orang tuanya sangat bahagia, tangannya menopangkan dagunya untuk melihat orang dewasa di depannya sedang bermesraan, sesekali Aira selingi dengan tertawa cekikikan.

__ADS_1


Setelah menikmati makan bersama, ketiganya sudah kembali ke mobil untuk pulang ke rumahnya. Di dalam mobilnya Aira tidak berhenti-henti untuk tidak bernyanyi,


Jelapah-jelapah lehelnya panjang


Kulitnya belang-belang iiihhh ..ucu cekali


Jelapah-jelapah itu namanya


Jelapah-jelapah ciptaan Allah


"Telus apa lagi ya Ma, ampai Aila lupa..." Ucap Aira menyengir dan tangannya membentuk huruf V.


Jalannya lompat-lompat


Telinganya panjang


Belum juga Intan menyelesaikan lirik lagunya Aira sudah tertidur pulas dengan kedua paha Intan sebagai bantalnya, Tom yang melirik lewat spion mobilnya tersenyum tipis, menyaksikan dua wanita yang berharga dalam hidupnya.


Setelah Aira tertidur pulas, mobil berhenti sebentar untuk menidurkan Aira di jok belakang, dan bantal kecil yang selalu ada di mobilnya Tom untuk bantal Aira.


Intan memutuskan pindah duduk di samping kemudinya Tom, mereka banyak yang di bicarakan, tentang perihal undangan pernikahan, tempatnya di mana. Semuanya mereka bahas berdua, karena keduanya ingin pernikahan yang sakral dan khidmat, biar berkesan untuk keduanya.


Melihat Aira-nya bahagia, Tom dan Intan saling melempar senyum, kedua tangannya saling bertautan. Seperti sepasang suami isteri yang tidak mau berpisah, meskipun hanya satu detik seperti dentingan jam di tangannya.


Autthor Up lagi mumpung autthor baik hati dan tidak sombong hehehe becanda😁😁😁. Kasih krisannya dong untuk part ini, supaya autthor menemukan ide untuk terus membuat karya yang lebih baik lagi.


Terimakasih buat yang sudah kasih


VOTE


KOMENTAR

__ADS_1


RATE-NYA


__ADS_2