
Keluarga Pradipta
Yudha berharap dengan iming-imingan es krim, dan mainan Anak-anaknya yang lagi membahas masalah liburan bersama seperti kemarin. Ternyata dugaannya salah, ke Lima Anak-anaknya ikut merengek mengajaknya untuk berlibur kembali bersama keluarga.
Tidak heran sifat ke Lima Anak-anaknya menurun seperti Daddy-nya, yang sedikit keras kepala. Apalagi si bungsu Anak gadis-nya Daddy Yudha banget, kalau keinginannya tidak di penuhi pasti akan mengamuk, dan sampai guling-guling tubuhnya di lantai.
Selesai mereka makan malam bersama, Yudha mengajak istri dan Anak-anaknya untuk bersantai di ruang keluarga, duo kembar yang paling usil di antara kakak-kakaknya, dan yang paling kolokan dengan Daddy-nya.
"**Daddy ayo Ita libulan sepelti kemalin ke puncak boyeh, ke Bali uga boyeh..." Tutur Kaynuna mengedip-ngedipkan matanya begitu sangat lucu.
"Daddy masih sibuk, lihat Daddy tiap hari pulang malam kan..." Sahutnya Yudha memberikan pengertian dengan si bungsunya....
"Hali ini Daddy ndak puyang malam, belati Daddy ndak cibuk.." Tutur Kaynuna yang ngeyel, menurutnya dengan pulang lebih awal Daddy-nya sudah tidak sibuk**.
Yudha menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, wajahnya yang meringis mendengar Tutur katanya Kaynuna yang tidak mudah di bohongi, dan pola pikirnya sangat kritis. Yudha melirik ke istrinya sebentar, dan mengedipkan matanya dengan harapan di bantu jawab oleh Kania.
Kania yang merasa dapat kode dari suaminya, malah membalasnya dengan senyuman manis, pura-pura tidak tahu mau bicara apa? karena Kania sadar si bungsu tidak mudah untuk di bohongi.
Kania ngebirit pergi ke dalam dapur untuk membuatkan minuman, dan mengambil beberapa camilan yang di buatnya tadi siang. Selesai mengambil minuman, dan camilan Kania meletakkan diatas mejanya. Kania ikut duduk di samping suaminya, tangannya terulur untuk mengelus rahangnya yang sedikit mengeras.
"Liburannya nanti ya nunggu Daddy libur kerja dulu, besok kita pergi ke Mall yuk! boleh main apa saja, boleh beli apa saja yang penting besok kita bahagia berempat, karena Daddy harus kerja, Ok!" Tutur Kania memberikan penjelasan sangat pelan, dan memberikan senyuman manis untuk semuanya.
Sifat keibuannya membuat pesona Kania tidak pernah luntur di makan usia, meskipun sudah mempunyai lima Anak, empat Anak yang di lahir-kan dari rahimnya, dan satu anak dari pernikahan suaminya terdahulu.
__ADS_1
"**Hoyeeee hoyeee..... pelgi ke mall ain apa aja, boyeh beyi apa aja..." Seru Kaynuna yang sangat girang, saking bahagianya kedua Kakak laki-lakinya cemberut.
"Kakak juga senang jalan ke mall, ental kita bisa main Timezone, dan apalagi ya kakak lupa..." Ujar Kalila mengetuk-ngetuk kepala, seolah-olah sedang mencari jawaban Adiknya yang pas**.
Sedangkan kedua orang dewasa ikut tersenyum bahagia melihat pemandangan Anak-anaknya bisa tersenyum lebar. Beda halnya dengan duo K, Kenzi dan Kama hanya diam saja, tidak mengekspresikan perasaan apa-apa karena keduanya tidak suka yang namanya pergi ke Mall, bila ada waktu luang mendingan buat PS atau nge-game di rumah.
💚💚💚
Keluarga Tommy
Hari ini mereka ada jadwal untuk cek kandungan, Tommy juga sudah reservasi ke rumah sakit terdahulu, mereka mendapatkan jadwal periksa lebih awal sekitar jam 08.00 pagi.
Setelah sarapan bersama, mereka berangkat untuk pergi ke rumah sakit, tidak lupa juga baby yang dulunya kecil, sekarang sudah menjadi seorang Kakak ikut menemani periksa Mamanya ke rumah sakit.
Di dalam mobil begitu sangat ramai, apalagi Aira yang tidak bisa diam, apa saja selalu di tanyakan jualan inilah, jualan itulah dan pokoknya masih banyak lagi yang Aira ingin tahu.
💚💚💚
Selesai memeriksakan kandungan istrinya, Tommy mengajak istrinya untuk ke kantornya, dan Aira juga ikut. Sengaja Tom mengajak istri, dan Anaknya karena hari ini jadwalnya tidak begitu padat.
Keluar dari parkiran mobilnya, Tom mengendong Aira, dan satu tangannya untuk mengengam tangan istrinya.
Mereka berdua berjalan saling menautkan jarinya, melempar senyum, dan Aira juga banyak menyapa pegawai di kantornya. Tatapan pegawainya penuh damba, melihat sepasang suami istri sedang berjalan ke ruangannya dengan Aira berada di gendongan Papa-nya.
__ADS_1
Ada tatapan yang iri, tidak suka karena kebahagiaan mereka. Tetapi semuanya hanya berani di ucapkan di dalam hatinya, karena mereka juga sangat takut bila ketahuan dengan atasannya.
Tom melenggang pergi menuju ruangannya, tidak ada tatapan yang bersahabat, hanya Intan dan Aira yang selalu melempar senyum ke seluruh pegawai. Semua karyawan juga menundukkan kepalanya, mereka sangat menghormati istri dan anaknya yang terkenal sangat ramah.
💚💚💚
Di dalam ruangan, Aira di gelarkan playmant yang sengaja ada di ruangannya bila sewaktu-waktu Aira, dan istrinya berkunjung ke kantor. Beberapa model main sudah ada diatas playmant, Aira begitu sibuk dalam memainkan mainnya.
Intan memilih duduk di sofa sesekali memperhatikan Aira-nya yang sedang bermain, tidak lupa juga secara diam-diam Intan sedang mencuri pandangan ke arah suaminya.
"Suamiku sangat tampan dengan balutan jas, alisnya tebal, rahangnya yang tegas, dan bibirnya yang sangat seksi menambah kadar ketampanannya.." guman Intan yang menatap suaminya tidak berkedip.
Sebenarnya Tom tahu arti tatapan istrinya, tetapi Tom memilih pura-pura tidak tahu, dan memilih sibuk dengan berkas-berkas diatas mejanya.
"Uuuhhhhh istriku sangat menggemaskan..." batinnya Tom. dalam diam juga Tom memperhatikan gerak-gerik istrinya, sesekali tersenyum tipis melihat bahasa tubuhnya Intan..
Aira lelah bermain, pada akhirnya tertidur di pangkuan Mama Intan, Intan geli sendiri bila mengingat rengekan Aira yang akhir-akhir ini begitu sangat manja, di tambah sebentar lagi Adiknya akan lahir.
Melihat Anaknya tertidur pulas di pangkuan Intan, Tom jadi tidak tega memilih mengangkat Aira-nya untuk di tidurkan di kamarnya. Setelah menidurkan Aira, Tom kembali ke tempat kerja, dan mencuri kecupan di pipinya Intan yang menurutnya Tom begitu chuby.
Bagi seorang ibu sangat maklum, mungkin ada kecemburuan tetapi Intan selalu menepisnya, karena Aira, dan Adiknya akan mendapatkan kasih sayang yang sama. Intan tidak ingin membeda-bedakan, baginya sama tetep Anak-anakku, darah daging-ku.
Lelah menunggu suaminya pulang, Intan memutuskan untuk menyusul Aira ke kamar pribadinya Tom. Badannya sudah pegal-pegal bila kelamaan untuk duduk, rasanya juga ngantuk, dan mudah capek. Rasa lelah, kantuk yang tidak bisa di kompromi akhirnya Intan memilih memejamkan matanya, dan mereka tidur saling menghangatkan tubuhnya, dan berpelukan seperti Teletubbies.
__ADS_1
...Autthor kembali Up, ceritanya menurut kalian gimana? sebenarnya autthor udah ingin autthor tamat kan karena sudah terlalu panjang, takutnya kalian semua bosen....
...Sebenarnya masih ada yang suka dengan cerita ini nggak? coba tunjukkan di kolom komentar yang berada di bawah ini!😁😁😁...