
💚**Happy Weekand💚
💚Happy reading💚**
Tiga hari sudah Tom berada di Singapura, kebetulan Tom menginap di hotel Pradipta selama satu minggu ke depan. Hari ini Tom berniat makan siang di Mall, tempat pertama kalinya Tom di pertemukan dengan Aira dan Intan, tempat yang sekarang jadi favorit Tom nongkrong atau makan.
Menunggu pesanannya datang, Tom tidak fokus pikirannya hanya tertuju Na Intan dan Aira. Di tengah lamunannya tiba-tiba ponsel Tom berbunyi, tertera nama Doni merupakan bodyguard Intan selama di Singapura, khusus di pekerjakan untuk membawa Intan dan Aira-nya.
Dari info orang suruhannya, Doni mengatakan bahwa Intan dan Aira akan pulang besok pagi, penerbangan pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Mendengar kabar bahagia dari Doni, membuat Tom bahagia seperti mendapat durian runtuh, yang bahagianya tidak bisa diukur.
"Ini pak, pesanannya." Tutur pelayanan meletakkan hidangannya. Pramusaji melirik sekilas pelanggannya, "Gantengnya...." Ucapnya di dalam hati.
"Ada apa, Miss?" tanya Tom sedikit jengkel, karena dari tadi di perhatikan malah semakin ganjen meliriknya.
"Ohh ndak pa-pa, permisi Pak!" Sahut pramusaji meninggalkan meja Tom, Dia berjalan sangat tergesa-gesa, takut pelanggannya marah dan aksinya bisa di laporkan atasannya, bisa berabe kalau sampai kena pecat.
💚💚
Rani langsung berlari menuju ke dalam dapurnya, seketika tangannya memegang nampannya. Ada rasa yang berbeda di hatinya, sekali menyukai seorang ternyata sudah menikah, di lihat dari jari tangan pria tadi terpasang cincin nikah
"Bisa-bisanya Ran, kamu mengangumi suami perempuan lain." Rani membatinnya dan mengketok-ketok kepalanya.
💚💚
Hari ini Intan packing barang-barang yang akan di bawa pulang ke Indonesia, Aira sedang asyik bermain boneka Barbie di playmant, sesekali melihat Mamanya yang tengah sibuk memasukkan pakaiannya Aira. Aira beranjak dari duduknya, dan menghampiri Mama Intan, berniat untuk membantu Mamanya.
"Aila antu Mama ya, iap-iap tuk esok Ita puyang." Ujarnya Aira yang bersemangat giginya yang tersusun rapi, Karena bentar lagi Aira bisa ketemu Opa Oma-nya, dan pulang ke tanah kelahiran Mamanya.
"Packing selesai." Tutur Intan merentangkan tangannya.
"Yeahhh..." Sahut Aira juga tidak kalah bahagianya.
"Makasih sayang, udah ada di hidup Mama, nemenin mama baik suka maupun duka, Mama sangat-sangat mencintai, menyayangi Aira selamanya." Kata Intan langsung memeluk tubuh Anaknya, dan member kecupan di bibirnya Aira.
Drttttttttttt.... drttttttttttt.....
Ponsel Intan bergetar sangat berisik, menganggu dua insan berpelukan menjadi terusik, suara getarannya tidak bisa diam, terus saja bergetar.
"Bentar sayang, Mama angkat telepon dulu siapa tahu ada hal penting."
"Iya Mama."
__ADS_1
Intan mengambil ponselnya yang terletak diatas nakasnya dahinya mengernyit karena tidak tertera nomor si penelepon, karena tidak ada kontak tersimpan di ponselnya.
"Siapa ya? sepertinya nomor baru, angkat apa tidak ya?"Tanya Intan untuk menimbang-nimbang akan keputusannya.
"Sini sayang." panggil Intan, supaya Aira mendekat ke arahnya.
Setelah di abaikan masih saja bergetar, akhirnya Intan memutuskan untuk mengangkatnya, semoga ini keputusan yang tepat yang bukan suka tipu-tipu.
"Hallo, Assalamu'alaikum...." Sapa Intan dengan suara lembutnya..
"Siapa sih? sudah salam malah tidak ada jawaban, malah diam saja." batinnya Intan bermonolog dengan dirinya.
"Hallo, apakah ada orang di sana?" tanya Intan untuk memastikan. Tetapi tidak ada jawaban, yang ada hanya suara keheningan, Intan sibuk dengan pikirannya.
💚💚
"Mama tenapa diam? bukannya Mama tadi angkat telpon?" tanya Aira yang penuh harap, rasa ingin tahunya Aira begitu tinggi. Manik matanya terus saja memandangi wajah Mamanya sampai melongo, menunggu jawaban pasti Mamanya.
"Nungguin ya." goda Intan.
"Iiihhhhh Mama, Aila kan nungguin dali tadi! malah kena prank dari Mama." Ucap Aira dengan mendengus kesal, dan wajahnya cemberut sangat lucu.
"Duh duh duh.... gadis-nya Papa Tommy, membuat Mama Intan meleleh." Ucap Intan yang hanya bisa di katakan di dalam hatinya.
Intan tidak menyadari, bahwa ponsel di dalam genggamannya di biarkan menyala, tidak sadar juga bahwa ada orang lain yang tersenyum mendengar Intan dan Aira yang terus saja mengobrol, dan pada akhirnya Aira yang ngambek.
💚💚
Tom mendengar semua percakapan Ibu dan Anak, membuatnya membuncah bahagia, Intan begitu sangat Sabar dan keibuan menghadapi sikap Aira yang berubah-ubah, sedangkan Aira sangat manja dan keinginan tahunya sangat tinggi akan sesuatu.
Sambungan telepon di biarkan saja tersambung, Tom ingin terus mendengarkan suara Aira-nya, dan juga suara Intan, calon istrinya, Ibu dari anak-anaknya kelak.
Berselang lima menit Tom mendengar ada suara gadis kecilnya yang terisak-isak, rasanya seperti tertimpa benda berat, mendengar suara tangisan Aira.
Tommy menyambar jaketnya dan mengemudi mobilnya ke rumahnya Intan, di jalanan Tommy sangat ugal-ugalan Untung jalannya sangat lengang, di jalan pun pikirannya tertuju dengan Aira-nya, begitu sangat khawatir mendengar suara tangisnya Aira seperti mengiris-ngiris hatinya Tom.
Tidak sampai setengah jam, Tommy sudah sampai di pelataran rumahnya Intan. Berusaha untuk menetralkan perasaannya, dan mengatur ritme nafasnya.
Setelah tenang, Tom buru-buru keluar dari mobilnya, dan membawakan mainan untuk Aira boneka besar yang mirip sekali dengan boneka Barbie kesukaannya.
Sebelum melangkah kakinya, Tom merapikan penampilannya dulu dan menyemprotkan minyak wangi yang begitu banyak, sampai baunya dari jarak lima meter masih tercium wangi wkwkwk😁😁😁
__ADS_1
"Tok!.... Tok!...."
"Iya sebentar..."
"Ceklek..., Betapa terkejutnya yang datang ke rumahnya adalah Tommy yang di sebut Aira Om hanteng-nya.
"Ada perlu apa, Pak? malam-malam bertamu." tanya Intan di depan pintu masuk, tanpa mempersilahkan tamunya untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Hmmm, begini ya! ada tamu kog tidak di suruh masuk ke dalam, malah bertanya di depan pintu, bisa-bisanya kamu tidak mempersilahkan saya masuk dulu."
"Silahkan masuk, pak!" Intan memundurkan tubuhnya, dan memberi ruang kepada tamunya, yang mau masuk ke dalam.
"Makasih Mama Intan." Bisiknya Tom, wangi Citrus di tubuhnya Intan membuatnya melayang ingin terus-menerus menghirup wanginya.
"Hai...., Aira mana? kok sampai melamun gitu." Tutur Tom memainkan jarinya dan menjintak dahinya Intan, supaya tidak berpikiran kemana-mana.
"Ehhh.., A..ira ada di dalam sedang main Barbie." Sahutnya Intan yang gugup.
"**Bisa-bisanya Intan berpikiran yang tidak-tidak, malu rasanya ketangkap basah." Ucap Intan di hatinya.
"Hallo Aira sayang....." Sapa Tom , tangannya di letakkan di belakangnya**.
"Coba tebak, Om sedang bawa apa?" tanya Tom yang menyembunyikan bingkisan di belakang tubuhnya.
"Apa ya? Aila ndak au, Om." Aira mencoba mencari-cari kata-kata yang tepat, tetapi tidak ketemu.
Terimakasih untuk kritik dan sarannya, kalau demi arah yang lebih baik, why not?
Yang mau kasih krisannya di persilahkan di kolom komentar ya, yang tertib dan sopan. Kekurangan dari autthor, karena autthor juga masih belajar☺☺☺
**💚 "Jodoh itu tidak akan kemana-mana, meskipun terbentang jarak, pasti akan bertemu jua."💚
Jangan lupa kasih semangatnya readers yang Budiman, caranya seperti biasanya
LIKE👍
KOMENTAR👍
RATE-NYA⭐⭐⭐⭐⭐
VOTENYA⭐⭐⭐⭐⭐**
__ADS_1