
Terimakasih untuk 210k nya. like 7k nya. Autthor kembali dengan tripel Up.
Penasaran apa saja yang di bicara Yudha ke Kania☺☺☺ cekidot ☺ silahkan membaca☺
Jangan lupa Rate-nya☺
"Bicara apa Pak?" tanyanya Kania menatap manik matanya Yudha untuk melihat kesungguhan dan tidak ada kebohongan di matanya Yudha.
Kania Mendongakkan wajahnya untuk melihat tindakan Yudha selanjutnya karena Kania masih merasa ketakutan dengan sikap Yudha tadi siang yang menatapnya seperti setajam silet.
Rengekan Kenzi membangun Kania dari lamunannya, dan Kania tersadar ada malaikat kecilnya yang tidur di pangkuannya.
"Un...da..." ucap Kenzi merengek mendengar suara Kania yang bicara sedikit keras.
"Ssssttt bunda ini sayang." ucap Kania menepuk pantatnya dan menggoyang-goyangkan kakinya.
"Bobok lagi ya!" ucap Kania meninabobokan Kenzi di pangkuannya.
Kenzi mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju walaupun matanya masih terpejam tetapi Kenzi tahu bundanya tidak meninggalkannya sendirian di kamar seperti yang dilakukan daddy-nya.
Kania merasa bosan duduk di sofa ruang tamu, akhirnya Kania memilih menundukkan pantatnya di lantai bawah ruang tamu yang lebih leluasa bergerak.
__ADS_1
Pantatnya terasa pegal-pegal untuk menopang berat badannya Kenzi semakin hari semakin bakpao pipinya.
Kaki Kania akhirnya di selonjorkan untuk meletakkan tubuhnya Kenzi dengan sedikit menggoyang-goyangkan kakinya agar kenzi tidak terbangun.
"Ini tentang kamu, Kenzi, dan saya." ucap Yudha to the point.
"Bapak kalau bicara! jangan keras-keras! Kenzi bangun bapak mau menidurkannya." celetuk Kania di depan Yudha.
Yudha mencoba menghela nafas panjangnya dengan mengelus dadanya dengan kata "sabar".
"Saya Pak! maksudnya?" ucap Kania sambil menepuk-nepuk pantatnya Kenzi takut suara Kania dan Yudha membangunkannya.
"Besok kita ke rumah Kakek Neneknya Kenzi!" ucap Yudha mantap tidak mau di bantah.
"Tidak menerima penolakan!" ucap Yudha sedikit egois ini jurus ampuh untuk Kania ikut ke rumah kedua orang tuanya.
Belum sempat Kania menjawab pertanyaannya Pak Yudha, Yudha sudah menyelanya terlebih dahulu.
Egois..... ucap Kania dengan lirih, berharap Pak Yudha tidak mendengarkannya.
"Bicara apa tadi? saya mendengarnya!" ucap Yudha yang menang telak dengan berubah mimik wajah Kania yang meremas tangannya satu dengan yang lainnya.
__ADS_1
"Hmm tidak apa-apa Pak!" jawab Kania yang mulia mengalihkan arah pembicaraan.
"Kania udah ngantuk Pak." ucap Kania yang mulai menguap berkali-kali.
Akhirnya Yudha tidak tega menyuruh Kania ke kamar tamu terlebih dulu karena Yudha masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan untuk presentasi besok.
Kania membopong tubuhnya Kenzi yang kesusahan untuk naik ke atas ke lantai dua kamar tamu, kamar yang biasanya di tempati Kania dan Dara bila sedang menginap di rumah Pak Yudha.
Yudha masih duduk di ruang tamu dengan kacamata bertengger di hidungnya, dan laptop di pangkuannya.
Kania menoleh ke bawah melihat Yudha yang sibuk mengerjakan pekerjaan kantornya membuat sedikit tersenyum.
Yudha Mendongakkan kepalanya ke atas yang tidak sengaja matanya mereka bersitatap dengan saling melempar senyum.
"Bapak istirahat sudah malam!" ucap Kania dengan malu-malu.
"Kamu juga!" balas Yudha dengan mengibaskan tangannya untuk Kania agar segera masuk ke kamar takutnya Kenzi mencarinya.
Yudha menyandarkan kepalanya sesekali tersenyum mendengar perhatian Kania sedikit tetapi berkesan menurut Yudha bukan autthor hehehehe...
Yudha memejamkan matanya sebentar untuk menghalau bayang-bayang Kania yang sedang tersenyum, sikap Kania yang menyayangi anaknya dengan kasih sayang yang tulus.
__ADS_1
"Apakah saya jatuh cinta!" ucap Yudha
"Tidak, tidak!! Yudha Membuka matanya dan mengusap wajahnya.