
Tepat hari ini acara ulang tahun Kenzi yang ke-5 tahun, acara ulang tahunnya di selenggarakan di Hotel Pradipta milik Daddy-nya.
Kenzi pagi ini tengah bersiap-siap di dandani bundanya, dengan memakai tuxedo warna navy yang membuat orang yang melihatnya sangat tampan, dan mempesona. Membuat bundanya tidak henti-hentinya mencium pipi bakpao-nya.
"Jagoan bunda tampan sekali!" Puji Kania melihat hasil karyanya memakaikan baju tuxedo ke anaknya.
"Ampan dong! ciapa duyu Enzi unda!" Seru Kenzi yang tersenyum lebar di puji bundanya, dan memuji dirinya .
Setelah di rasa sangat pas, Kenzi menghampiri daddy-nya yang tengah bersiap-siap memakai warna tuxedo navy, warna yang sama dengan dirinya.
"Daddy! walnanya cama!" Tutur Kenzi yang kegirangan melihat Daddy-nya memakai pakaian warna yang senada dengannya.
Kedua anak manusia yang berbeda usianya, tengah berjalan menghampiri bundanya, yang tengah bersiap-siap memoleskan makeup di pipinya, tiba-tiba dari arah belakang ada yang mencium pipinya bergantian.
"Unda uga pakai, pakaian yang ama! ama Enzi, dan Daddy ya unda!" Tutur Kenzi dengan matanya yang berkedip-kedip sangat lucu di matanya bundanya.
"Bunda makin gemas dengan kamu, sayang!" Sahut Kania mengelus pipi anaknya yang kelewatan montok.
"Unda cuka nya ubit-ubit pipinya Enzi cih!" Ucap Kenzi sedikit memanyunkan bibirnya, yang protes dengan tindakan bundanya.
"Uluuhh uluhhhh Jagoan bunda pake acara ngambek." Tutur Kania mengecup pipi anaknya bekas cubitan tangannya.
"Daddy! unda nya!" Ucap Kenzi mengadu ke daddy-nya, karena di cium pipinya oleh bundanya.
Ya sudah kalau Kenzi nggak mau di cium! Bunda buat Daddy saja kalau begitu, "Daddy mau dong dicium." Tutur Yudha mengerlingkan matanya, dan mulai menghampiri bundanya, dan mau merengkuh pinggangnya.
Tiba-tiba ada suara yang ingin protes "Ini bunda Enzi, ya unda!" Tutur Kenzi yang minta persetujuan bundanya, dan langsung memeluk kaki bundanya yang tengah berdiri.
Akhirnya Kania memeluk kedua lelakinya, dan menghadiahi kecupan singkat di pipinya masing-masing.
"Sayang yuk turun! acara sudah akan di mulai!" Tutur Yudha.
Mereka turun bertiga, dengan Kenzi berjalan di tengah-tengah mereka berdua, dan mengandeng tangan anaknya kanan, dan kiri sesekali tersenyum kearah tamu undangan yang sudah mulai hadir.
__ADS_1
Kedua Kakek Neneknya sudah hadir di tengah-tengah acara, dan Aunty Dara juga tengah tersenyum kearah Kenzi yang nampak berkali-kali lipat kadar kegantengannya.
"Aunty gemes sama keponakan yang tampan ini." Tutur Dara yang mengecup pipinya Kenzi, dan mendudukkan diatas pangkuannya.
"Enzi uga ayang anget ama nty." Sahut Kenzi memeluk auntynya dengan rasa sayangnya, dan membalas mengecup pipi auntynya.
Acara ulang tahunnya Kenzi sudah di mulai, sangat ramai suasananya, orang banyak berlalu lalang untuk menghadiri ulang tahun calon pewaris Pradipta Group selanjutnya.
Teman-teman sekolahnya Kenzi banyak yang di undang, banyak pula yang hadir di acaranya.
Kenzi terlihat sangat bahagia, tercetak jelas binar bahagia di matanya. Tersenyum sumringah dengan tamu yang hadir memberikan ucapan selamat, dan doa serta kado yang disematkan.
Tidak lupa kedua Kakek Neneknya memberikan ucapan yang sama, kado yang berbeda-beda dan aunty Dara-nya memberikan hadiah yang sangat di sukai Kenzi.
Rangkaian acara ulang tahun anaknya sudah selesai di gelar, banyak kado yang berkecimbun di kamar hotelnya yang di tempati Kenzi, dan aunty Dara-nya.
Daddy, dan bundanya memasuki kamar hotelnya, karena hari ini sangat melelahkan, tamu yang datang melebihi kapasitas, dan banyak rekan-rekan suaminya yang datang berserta anak, dan istrinya.
Kania merebah tubuhnya, tanpa mengganti baju nya terlebih dahulu, dan mulai memejamkan kedua matanya
Yudha mengecup pipinya, kedua matanya turun ke bibir ranum nya, yang merupakan candu untuknya, Yudha tidak pernah bosan menjelajahi seluruh tubuh istrinya yang nampak semakin berisi.
Aakkhhh......
Kania mendesah dalam matanya yang masih terpejam, dan menggeliat tidak karuan akibat ulah suaminya yang tidak pernah puas. Padahal setiap malam mereka berdua selalu menyelesaikan olahraga malamnya.
Suaminya tidak akan pandang tempat, kalau sudah ingin tidak bisa di tahannya seperti sekarang ini istrinya sedang memejamkan matanya. Suaminya minta hak nya, dan mengesampingkan kelelahan istrinya yang nampak jelas.
"Sayang! Mas ingin ." Bisik suaminya dengan mengelus pipi tembem istrinya, yang sangat terlihat lebih cantik, dan seksi.
"Capek! Ngantuk Mas!" sahut Kania yang masih menikmati tangan nakal suaminya yang mulai bergerilya di sekitar tubuhnya, yang semakin terangsang dengan jari tangan suaminya.
"Sayang! Main yuk!" bisik Yudha tepat di telinga suaminya.
__ADS_1
"Akhhh...."
"Mas! Jangan." Jawab Kania menahan tangan suaminya yang mulai menyusup ke dalam yang paling inti.
Kania mulai membuka kedua matanya, dan melihat kabut gairah di mata suaminya, semakin tidak tega menolak keinginan suaminya yang sudah dirasuki hawa nafsunya.
"Sayang! pegang punya, Mas!" Ucap Yudha yang mengambil tangan istrinya, untuk memegang miliknya yang sudah berdiri tegak lurus seperti helm bajanya tentara yang siap bertempur.
Pipinya Kania muncul semburat merah karena merasa malu melihat, dan membayangkan bentuk punya suaminya yang besar, dan panjang.
Kania akhirnya mengalah, mengiyakan permintaan suaminya yang ingin di tuntaskan sekarang.
Kania nampak pasrah di perlakukan suaminya yang sangat lembut, dan menikmati sentuhan lembutnya yang menelusuri ujung kepala sampai ujung kakinya.
Tidak lepas dari bibirnya Yudha, yang terus saja merangsek ingin masuk ke inti tubuh istrinya.
Yudha semakin intens memberikan kepuasan untuk istrinya, dan mencari kepuasan untuk dirinya sendiri yang sudah di ubun-ubun kepala yang ingin segera di raihnya bersama istrinya.
"Akkkhhhhh Mas!"
Akhhhhjn..... Sayang! Mas sampai."
"Kamu nikmat sayang! Membuat Mas selalu ingin, dan ingin." Tutur suaminya yang masih di atas tubuh istrinya.
Kania mengelus pipi suaminya yang kadar ketampanannya sangat meningkat pesat, bila sedang beradu keringat bercucuran di wajah suaminya seperti sekarang ini.
Lolongan mereka berdua memenuhi suara di sekitar kamar hotel, dan menandakan sudah keluar bersama dengan begitu banyak sampai menetes ke bawah.
Baru saja dua insan manusia mencapai manis madunya surga bersama menuju pulau bahagia untuk menuju puncak gunung Himalaya.
Suaminya melepas penyatuan nya di tubuh istrinya, dan bangkit untuk membersihkan sisa-sisa kenikmatannya habis bergelut dengan gelombang kebahagiaan.
Yudha langsung masuk ke kamar mandi, dan Kania melanjutkan tidurnya untuk sebentar saja sebelum membersihkan badannya sembari menunggu suaminya selesai mandi.
__ADS_1
Kania mulai bangkit dari tidurnya, dan merasakan kepalanya yang pusing, dan perutnya terasa mual.
"Huek.....Huek...Hiks huek.....