
"Assalamu'alaikum" Ucap mereka berdua secara kompak.
"Walaikumsalam" Jawab bik Jumi yang membukakan pintu.
"Ehhhh aden dan non Kania! Masuk den, non!" Ujarnya bik Jumi mempersilahkan anak dari majikan untuk masuk ke dalam rumah.
"Ayah, Mama ke mana bik?" Tanyanya Yudha melirik ke semua sudut ruangan yang sangat sepi.
"Kalau tuan belum pulang dari kantor! kalau nyonya pergi arisan sama teman-teman nya den!" Jawab bik Jumi .
"Ya udah bik! saya, Kania ke kamar dulu menidurkan Kenzi!" Tukasnya Yudha mengandeng tangan Kania untuk di ajak naik ke lantai atas bekas kamarnya waktu masih SMA.
Kamu istirahat saja temani Kenzi tidur, takutnya terbangun kalau di tinggal sendirian. malah nanti nangis seperti kemarin pas bangun tidak ada orang di sampingnya.
Saya tinggal ke bawah dulu ambil air minum dari tadi saya sudah haus tenggorokan ku kering, ingin segera saya membasahinya dengan air minum.
Lebay... Pak....
"Husttt sana!" Celetuk Kania dengan mengibaskan tangannya untuk mengusir Pak Yudha untuk keluar dari kamarnya.
"Kamu mengusir saya? hmm." Ujarnya Yudha dengan mengacak-acak rambutnya Kania.
__ADS_1
"Ohhh tidak Pak! tidak berani ini rumah bapak!" Ujarnya Kania dengan rona merah di pipinya yang putih sangat terlihat jelas seperti kepiting rebus.
Kania akan bersiap-siap untuk merebahkan tubuhnya di samping Kenzi. Hari ini tubuhku rasanya sangat lelah, saya ingin memejamkan mataku sebentar sebelum Kenzi bangun.
Yudha duduk di pinggir tempat tidurnya sedang berinteraksi dengan Kania. Kalau lelah tidur saja, nanti kalau makan sudah siap biar di bangunkan.
Cup...
Yudha mencium puncak rambutnya Kania yang mulai memejamkan matanya dan tangannya yang memeluk Kenzi.
Blusssshhhh...
Kania memegang pipinya yang memanas dan puncak rambutnya bekas di cium Pak Yudha barusan dag...dig...dug... bunyi jantung Kania yang berdegup dengan kencang.
"Ahh sudahlah lebih baik saya tidur, siapa tahu bangun tidur jantungku semoga baik-baik saja" Ucap Kania yang berbicara dengan dirinya sendiri.
Yudha meninggalkan Kania dan Kenzi di kamarnya, kaki panjangnya melangkah menuruni anak tangga. Yudha celingukan mencari seseorang, ternyata bik Jumi sedang di dapur dan yang lainnya di taman belakang membersihkan tanaman punya Mamanya.
Langkah kaki Yudha memasuki area dapur untuk mengambil air minum yang sudah di tahan dari tadi. melihat bik Jumi yang sedang memasak membuat Yudha memegang perutnya yang minta di isi.
"Masak apa bik?" bisiknya Yudha kelihatannya enak bik, Yudha jadi laper bik.
__ADS_1
Ehhh den Yudha! mau makan den? bibik siapkan." Ujarnya bik Jumi yang masih fokus menumis cumi lada hitam kesukaannya den Yudha.
"Nggak bik! nanti saja bik makan bareng dengan yang lain." Ucap Yudha yang masih berdiri di sampingnya bik Jumi.
Bik Jumi membalikkan badannya setelah mematikan kompornya.
"Butuh sesuatu den? biar bibik ambilkan." Tanyanya Bik Siti yang menatapnya.
"Yudha cuma mau ambil air minum, bibik lanjutkan saja masaknya." Ucap Yudha berjalan ke tempat kulkas untuk mengambil air mineral yang dingin.
Tak ... tak......
Yudha membalikkan badannya untuk keluar dari dapur berjalan ke ruang tamu.
"Bik Yudha ke ruang tamu dulu, sambil nunggu Ayah dan Mama pulang." Ujarnya Yudha kepada bik Jumi yang sedang melanjutkan memasak.
"Silahkan den!" Jawab Bik Jumi fokus masak tanpa melihat den Yudha meninggalkan dapur.
#Cuaca pagi ini sangat syahdu di temani hujan rintik-rintik🤗🤗🤗
#Absen dari kota mana saja yang membaca cerita recehku ini, Kalau autthor dari Solo, Jawa Tengah☺☺☺
__ADS_1
#Selamat beraktivitas❤
Jangan lupa VOTE☺☺☺