
Selamat hari Jum'at
Satu bulan sudah, pacsa Tom mengajak istri dan anaknya berlibur ke villa, mereka sekarang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, Tom tetap bekerja di Pradipta Group sedangkan Intan bekerja di perusahaan keluarganya. Tidak ada yang berubah pada kemesraan mereka, semakin hari keduanya semakin lengket seperti perangko yang tidak bisa di pisahkan.
Tom menjalani hari-harinya seperti biasanya, tidak ada yang berubah signifikan tentang pekerjaannya, semuanya biasa saja pergi pagi pulang sore. Tetapi ada yang berubah drastis di hidupnya semenjak Tom menikah, ada Intan dan Aira yang selalu membuat warna yang berbeda di setiap harinya, adalah kebahagiaan yang tidak bisa di tolak ukur dengan uang, dan waktu.
Sampai di kantornya Tom selalu menebar senyum kepada bawahannya, semenjak ada Intan dan Aira hidupnya lama-lama berubah ke hal yang positif, setiap selesai jam pulang kantor inginnya cepat-cepat pulang ketemu istri dan anak.
Berbicara tentang dulu, Tom banyak membuang waktu untuk bersenang-senang dengan sahabatnya, hangoutt, dugem dan diskotik makanan sehari-harinya.
Berjalannya sang waktu, sedikit demi sedikit Tom mulai berubah hidup sehat, mulai menyibukkan dirinya dengan pekerjaan dan mencari Intan istrinya sekarang.
Waktu yang mengajarkan Tom untuk dewasa, masa lalunya yang tidak baik-baik saja membuatnya belajar menjadi yang lebih baik lagi, akhirnya Tom bisa berada di titik ini, titik yang membawanya pada kebahagiaan.
Sampai di ruangannya Tom senyum-senyum sendiri, membayangkan kegiatan semalam yang istrinya mendesah-desah dan meneriakkan namanya, membuat bulu kuduknya berdiri. Setiap ada kesempatan, Tom selalu memanfaatkan waktu luang untuk bermesraan dengan istri, bila situasi memungkinkan Tom menggarap sawah Istrinya berulang-ulang pokoknya sampai lelah baru keduanya berhenti.
Tok!.......Tok!......
"Ada meeting jam 09.00 Pak." teriaknya sekertarisnya dari liar pintu ruangannya Tom. Sekertarisnya sedikit takut masuk tanpa ijin, jadilah sekarang Dia berbicara lewat daun pintu.
"Masuk saja, May." Sahutnya Tom dari dalam.
"Kreiit...., May membuka pintu pelan, mereka duduk berdua saling berhadapan, May menjelaskan beberapa pembahasan dalam rapat yang akan di gelar sebentar lagi, dan mempersiapkan beberapa dokumen yang akan di bawa ke tempat rapat."
"Tom memperhatikan sekertarisnya yang begitu cekatan, sangat pintar, publik speakingnya juga bagus, sekertarisnya bisa di handalkan." Ucapnya Tom hanya di dalam hatinya.
"Dokumennya sudah saya siapkan, berkas-berkas buat meeting juga sudah saya persiapkan, kalau begitu saya permisi Pak."
"Pak, Jangan lupa meeting jam 09.00." Sebelum meninggalkan ruangannya, May mengingatkan Pak direktur kembali.
"Siap May..." Sahutnya Tom mengacungkan jempolnya.
Semenjak Tom menikah, Tom tidak menjadi sekertarisnya Yudha, tetapi Tom di angkat menjadi direktur mengantikan pamannya Yudha yang sudah pensiun karena usia. Tom tetap bekerja di bawah naungan perusahaan Pradipta Group, tom masih di percaya sebagai orang kepercayaan Yudha, mereka berdua masih bersahabat baik, meskipun tidak pernah ngumpul bareng lagi sesekali mereka berdua menghabiskan waktunya di cafe.
Setelah selesai meeting Pukul 11.00 siang, Tom bergegas keluar dari kantor menuju kantor istrinya untuk makan siang bersama. Tidak lupa juga Tom sudah pamit kepada sekertarisnya bahwa mau keluar sebentar, kembali lagi ke kantor sekitar 13.30 WIB.
Selesai berpamitan, Tom memajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi kebetulan lalulintas sangat lengang. Di dalam mobilnya Tom bersenandung riang menirukan suara penyanyi aslinya, yang sengaja Tom putar di dalam tape mobilnya.
💚💚💚
Di kantornya intan senyum-senyum sendiri, membaca pesan WhatsApp suaminya. Rasanya seperti bunga-bunga di taman yang di kelilingi banyak kumbang, hatinya juga bermekaran seperti bunga.
__ADS_1
Dirinya seperti Abg labil yang sedang jatuh cinta, seakan dunianya milik berdua, dan yang lainnya numpang lewat aja.
Di ruang kerjanya Intan seperti tidak tenang, ada rasa gugup, padahal setiap hari mereka bertemu, bobok bareng dan menggarap sawah berdua.
Ting... Ting.... Notifikasi pesan WhatsApp masuk ke ponselnya Intan, tertera nama suaminya yang mengirimkan pesan, Intan tersenyum lebar setelah membaca notifikasi pesan dari suaminya.
"**Mas sudah di jalan sebentar lagi sampai." Pakai emoticon memeluk.
"Mas kangen menggarap sawah.., entar main tipis-tipis ya ." Pakai emoticon mencium**.
Intan tidak membalas pesan suaminya, memilih mendekap ponselnya di dadanya.
"Ada-ada saja Suamiku ini, masih saja mesum meskipun sama-sama masih di kantor, tidak di rumah di kantor ingatnya hanya menggarap sawah." guman Intan lirih sembari tersenyum tipis membayangkan saja membuat bawahnya Intan berkedut-kedut.
"Ahhh rasanya Aku bisa gila..." batinnya Intan.
Intan beranjak dari tempat duduknya, berjalan pelan kearah jendela menyibakkan sedikit gorden di jendela, Intan melihat lalu lalang kendaraan bermotor, mobil, sepeda, maupun pejalan kaki.
Kebetulan lalulintas jalan dekat kantornya sangat ramai, bertepatan dengan jam makan siang. Banyak hilir mudik orang memprakirkan kendaraannya hanya sekedar untuk mengisi perutnya, atau sekedar minum kopi saja, atau nongkrong untuk melepaskan penat sebentar sebelum memulai aktivitas kembali.
💚💚💚
Sampai di ruangan istrinya, Tom membuka handel pintunya pelan-pelan, jalannya juga mengendap-endap. Tom ingin memberikan kejutan untuk istrinya, tangannya terulur langsung memeluk pinggang istrinya dan membenamkan kepalanya di ceruk leher istrinya.
"Sayang Mas kangen..." Bisiknya Tom.
"Mas kok nggak bilang kalau sudah sampai?" tanya Intan yang sedikit kaget tentang keberadaan suaminya yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Surprise sayang..." Tom mengecup ceruk leher istrinya.
Tom mulai membalikkan badannya Intan supaya menghadap dirinya, Tom langsung saja melahah bibirnya Intan yang sudah menjadi candunya, yang sangat Tom rindukan. Tom mulai menginvasi rongga mulutnya, mereka berdua saling bertukar saliva.
Permainan Tom begitu sangat lihai membuat seseorang Intan bertekuk lutut dengan suaminya, Intan mulai menikmati alur permainan suaminya yang akan di bawa ke langit ketujuh.
Setelah bibirnya saling melepas, keduanya nampak terengah-engah menghirup udara sebanyak-banyaknya. Keduanya saling melirik dan pandangan matanya yang sayu, membuat Tom sudah tidak tahan lagi dengan keinginannya.
Tom berjalan mengunci pintu, dan menutup gorden. Intan nampak bengong saja memperhatikan gerak-gerik suaminya, tidak ada kata yang terucap. Intan sangat menikmati permainan ini, seakan-akan mereka lupa tujuan awalnya untuk makan siang bersama, malah menggarap sawah berdua Hahahaha...
Tom menidurkan istrinya di meja kerjanya, mereka mulai sensasi yang baru memainkan perannya. Tom begitu sangat bersemangat mencangkul sawah yang berada di hadapannya, air liurnya sampai menetas melihat pemandangan yang sangat indah bila di abaikan.
Tom mulai melucuti pakaian istrinya, dan pakaiannya sendiri. Nampak pemandangan yang indah membuat langsung melahap seperti bayi kecil yang sedang kehausan, Tom begitu bersemangat menghisap sumber nutrisi dari istrinya.
__ADS_1
"Mas pelan-pelan tidak ada yang minta kok..." ucapnya Intan yang menahan rasa ngilu, karena suaminya begitu kuat dalam menghisapnya.
"Ini enak sayang..." Jawabnya tanpa melepas dari bukitnya.
Tangannya Intan terulur untuk mengelus rambut suaminya, tangannya Tom juga tidak tinggal diam terus saja bergerilya di sekitar badan istrinya, terus saja memainkan benda-benda keramat tetapi membawanya melayang-layang. Setelah puas bermain di bagian atas, Tom membuka lebar-lebar paha istrinya, kepalanya mulai masuk ke dalam menghisapnya sangat kuat.
Intan berulang-ulang bergelimang ke kanan kiri, merasakan kenikmatan yang tiada Tara, bener-bener surga dunia. Setelah puas bermain, Tom mulai memasukkan benda keramatnya ke sawahnya, di rasa sudah masuk semua, Tom mulai memainkan dengan cara maju mundur cantik.
Awalnya permainannya singkat, tetapi karena situasi yang mendukung membuatnya mengulang beberapa ronde dan gaya. Intan sampai kualahan menghadapi suaminya, seperti orang yang tidak pernah bosan, padahal setiap hari mereka melakukan.
Setelah berpakaian rapi, Intan membereskan kekacauan sedangkan Tom sedang memesan menu makan siang. Tenaga keduanya terkuras habis, mereka memerlukan pengisian daya yang optimal untuk mulai kembali beraktivitas. Ada gurat kelelahan di wajah istrinya, sebenarnya tidak tega sering-sering, tetapi kebutuhan yang tidak bisa Tom tahan.
Setelah pesanannya datang, mereka makan siang berdua. Tidak ada yang berkomentar mereka makan sangat lahap, hanya ada suara dentingan sendok garpu di antara mereka berdua. Sesekali Tom mengajak istri berbicara, tetapi hanya di tanggapi Intan dengan senyuman. Rasa lelahnya membuatnya langsung badmood seperti Aira, berbicara tentang Aira Aku jadi merindukan Dia.
Setelah makan siangnya selesai, mereka melanjutkan mengobrolnya sebentar, mereka saling mengungkapkan rasa cinta, mereka juga saling bertukar pikiran masalah pekerjaan dan tumbuh kembang Aira-nya Putri semata wayangnya.
"*Mas kembali ke kantor ya, kalau capek pulang! jangan di paksakan atau Mas antarkan pulang dulu baru Mas kembali ke kantor." Tawarnya Tom yang sedikit tidak tega dengan wajah istrinya yang pucat.
"Aku nggak apa-apa Mas, Mas kembali saja ke kantor biar Intan pulang sendiri." Sahutnya Intan yang masih memeluk dada bidang suaminya, dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh suaminya yang menurutnya Intan sangat wangi*.
Setelah berdebat alot dengan suaminya, akhirnya Intan menurut memilih di antarkan pulang suaminya. Tidak tahu kenapa tiba-tiba badannya sangat lemas, kepalanya pusing buat berdiri saja seperti ada kunang-kunang terbang di pelupuk matanya.
Setelah Intan berpamitan dengan sekertarisnya, bahwa sedang tidak enak badan, akhirnya Intan keluar ruangannya di dekap suaminya, jalannya sangat lambat sekali.
Tom dibuat bingung dengan perubahan sikap istrinya yang begitu sangat manja, yang menempel terus di ketiaknya. Tom hanya geleng-geleng kepala, istrinya memang ajaib bentar saja bisa langsung berubah, benar-benar sangat menggemaskan ingin rasanya menggarap sawah, meneriakinya namanya mendesah seperti ulat bulu.
***Part ini gimana? bagus apa kurang? Autthor juga sudah berusaha menulis sampai seribu lebih kata, terkadang sampai seribu lima ratusan lebih lho, ini autthor usahakan Up setiap hari demi kalian.
Tetapi jangan lupa kasih
LIKE
KOMENTAR
VOTE
RATE-NYA
Sumbangkan koin poin nya juga untuk autthor.
Terimakasih***
__ADS_1