Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 23


__ADS_3

Alhamdulillah wiews naik terimakasih para readers yang sudah mau membaca karya author ini. salam sehat semua.


selamat membaca☺☺☺☺☺


Kenzi dan Kania tidur satu kamar, Ken benar-benar tidak mau lepas dari Kania kemanapun Kania pergi selalu ada Kenzi yang membuntuti dari belakang contohnya malam ini sangat manja.


"Ken, bentar Aunty ke dapur dulu? Ken tunggu di kamar ya!" nggak au, au itut Unda aja tangan Ken memegang tangan Kania dengan erat takut terlepas dan di tinggal Bundanya..


Kania menghela nafasnya sebentar untuk membujuk Ken lagi "Bentar ya Ken?" nggak au Unda, itut Unda ke dapul.


Akhirnya Kania mengalah mengajak Ken ikut ke dapur, Ken pun tidak mau jalan sendiri "Inta endong Nda?" Ken merentangkan kedua tangannya "Nda endong!".


Di seberang kamar, Yudha dan kedua orang tuanya terjadi perdebatan soal Kania.


"Wanita tadi siapa Dha?" tanya tuan Pradipta tatapan menelisik.


"Kania Yah!" wanita yang sering Ken panggil Bunda kata Yudha dengan malas.


"Sepertinya Kania wanita yang baik, cantik dan sayang sama Ken ucap tuan Pradipta dengan tersenyum."

__ADS_1


"Kenapa nggak kamu jadikan istri?" kata Ibu Darmi dengan lembut.


Yudha belum memikirkan untuk menikah lagi. Yudha ingin fokus membesarkan dan merawat Ken.


Yudha masih sangat mencintai istriku Nena Mah. Namanya masih kokoh di hati ini. tangan Yudha menunjukkan hatinya.


"Kasihan Kenzi Nak!" Ken membutuhkan kasih sayang seorang ibu.


"Menikahlah Nak!"


Lanjutkan hidupmu dan berikan Ibu sambung untuk Kenzi, Nena akan sedih bila kamu tidak menikah lagi, ikhlaskan bahwa Nena telah pergi.


Karena Yudha belum ada perasaan apa-apa dengan Kania, bagi Yudha Kania wanita yang sangat baik, sangat menyayangi Anaknya, sifatnya sangat keibuan di usianya masih muda.


Kania adalah wanita sederhana dengan kecantikan natural, siapa yang melihatnya pasti akan tertarik. di tengah lamunannya Yudha sadar hatinya masih berdetak untuk Nena istrinya.


Sepulang kantor Yudha menyempatkan mampir ke toko Bunga deket pemakaman. Yudha berencana ziarah ke makam isterinya, Nena. Mendiang istrinya sangat menyukai Bunga Mawar putih.


Yudha menghentikan langkahnya di depan makam isterinya, Nena. segera Yudha berjongkok dan berdoa untuk Nena. Setelahnya Yudha menaburi Bunga Mawar Putih kesukaan istrinya, Nena.

__ADS_1


"Apa kabarmu sayang?"


Yudha memegang nisan yang bertuliskan Nena. "Sayang..... Maaf, Saya baru sempat datang ke sini. pekerjaan Mas padat karena ada masalah di perusahaan cabang di Surabaya yang tidak boleh di wakilkan, yang mengharuskan Mas datang.


Kemarin acara ulang tahun anak kita, tak terasa Kenzi sudah dua tahun, dua tahun pula kamu meninggalkan kita.


"Mas merindukanmu sayang!"


"Apakah kamu juga merindukanku?" kata Yudha sambil mencabuti rumput di area pemakaman yang mulai tumbuh.


Yudha duduk bersila, Bolehkah kita ngobrol sebentar?" Banyak hal saya ingin bercerita kepada kamu, pasti kamu mendengarkan sayang?"


Sekarang Ken sudah dua tahun, semakin hari semakin pintar walau belum bisa mengucapkan huruf R, membuatnya semakin menggemaskan.


"Tahukah sayang!"


Senyum Ken Anak kita mirip sama kamu yank setiap Ken tersenyum mengingatkan akan dirimu sayang. membuat Mas rindu kamu yank.


"Terimakasih sayang sudah melahirkan Anak yang pintar, Anak yang pengertian seperti ken."

__ADS_1


"Berbahagialah disana sayang!"


__ADS_2