
Thor partnya dikit?
Thor babnya di panjangin?
Author berusaha untuk bikin part lebih panjang, terkadang idenya mentok.
Demi pembaca setia, author buat malam ini partnya panjang dikit hehehe☺☺☺
"Ada apa Net?" Tanya Yudha menatapnya tajam, karena sekertarisnya malah bengong sendiri.
"Anu Pak !" Ujar Nety yang menjawabnya gugup, di tatap Pak Yudhaa yang tajam.
"Anu apa Net? cepat saya tidak punya banyak waktu untuk meladeni kamu!" Bentaknya Yudha yang memperlihatkan otot-otot di lehernya yang hendak keluar.
"Diluar ada tuan Pradipta! Yang ingin ketemu secara pribadi dengan pak Yudha." Ujar Nety takut-takut membuat pak Yudha tambah marah.
"Kenapa diam? suruh masuk cepat!" Teriak Yudha di depan sekertarisnya.
"B..aik Pak!" Ujar Nety dengan suaranya yang sedikit gugup.
Nety keluar dari ruangan Pak Yudha dengan mengelus dadanya yang naik turun, tumben Pak Yudha marah biasanya juga marah, tetapi begitu murka.
Nety menghampiri tamunya yang duduk di ruang tunggu. untuk memanggil tuan Pradipta untuk di persilahkan masuk ke ruangan Pak Yudha.
Tok... tok...tokkk
"Masuk." Ucap Yudha dari dalam ruangannya.
"Hallo Son!" Seru tuan Pradipta memperhatikan anaknya yang sedang duduk memeriksa berkas-berkas untuk proyeknya di Kalimantan.
Yudha Mendongakkan kepalanya, membuka kacamatanya, melihat siapa yang memanggilnya.
"Ayah." Ujar Yudha berdiri untuk memeluknya.
"Silahkan duduk Yah." Ujar Yudha menuntut tangan Ayahnya untuk mengajaknya duduk di ruang tamu di ruangannya.
"Apa kabar Son?" Tanya ayahnya yang penuh selidik dengan wajah Yudha yang kusut seperti kurang tidur saja.
"Baik Yah, seperti yang ayah lihat sekarang." kelakar Yudha dengan senyum lembutnya untuk sang ayah.
"Perusahaanmu bagaimana?" Tanya ayahnya memicingkan matanya melihat gerak-gerik anaknya yang menyimpan sedikit beban.
"Alhamdulillah baik Yah."
Yudha sedang menangani proyek di Kalimantan, bingung bila harus meninggalkan Kenzi dalam waktu yang lama, sedangkan Kenzi tidak pernah terpisah jauh dari Yudha. Mengalirkan cerita Yudha ke ayahnya tentang perusahaannya.
__ADS_1
Kalau sewaktu-waktu kamu berangkat ke Kalimantan, biar Kenzi bersama Mamamu, pasti dia senang tinggal bersama neneknya yang selalu memanjakannya.
Baik Yah, nanti Yudha titip Kenzi ke rumah, sebelum ke rumah nanti Yudha telepon dulu, terima kasih sudah membantu Yudha.
Ayahnya berdiri untuk memeluk anaknya, Yudha membalas memeluknya kembali, Kalau butuh apa-apa jangan sungkan bilang ke ayah.
"Ayah Mama siap membantumu." Seru ayahnya menepuk pundaknya Yudha.
Yudha bernafas lega sedikit meringankan bebannya bila sewaktu-waktu harus meninggalkan Kenzi untuk proyek yang berada di Kalimantan.
Sangat bersyukur di berikan kedua orang tua yang masih setia membantunya untuk menjaga Kenzi bila di perlukan sewaktu-waktu Yudha pergi tugas.
"Maaf Yah sampai lupa tidak menawarkan minum, Ayah mau minum apa?" Tanya Yudha yang merasa tidak enak kepada ayahnya.
"Tidak usah, Son! Ayah langsung pulang, takut Mamamu marah dan menyuruh ayah tidur di luar bila tidak pulang tepat waktu." kelakar ayahnya yang tersenyum geli membayangkan tidur di luar tanpa guling empuknya.
"Ayah pulang, Son!" Seru ayahnya berlalu dari hadapan anaknya.
"Hati-hati Yah!" Ujar Yudha.
Ayahnya membalikkan badan untuk menatap anaknya kembali, sebelum Yudha mendudukkan pantatnya di kursi. sayup-sayup Yudha mendengar suara ayahnya yang memanggilnya.
Jangan lupa kalau suka sama cewek, telepon ayah dulu, nanti ayah ajarin cara menaklukan hatinya wanita. "Wanita itu jinak-jinak merpati." kelakar ayahnya menutup daun pintunya.
....Miopay....
Semoga ayah mama selalu sehat, mendampingi Yudha dan Kenzi berjalan mengiringi langkah kaki Yudha untuk membesarkan Kenzi, gumam Yudha mendoakan kedua orang tuanya.
Drttt drttt drttt
Telepon di saku celananya bergetar berkali-kali, Yudha merogoh sakunya untuk melihat siapa yang meneleponnya terus-menerus, ternyata telepon rumahnya. Yudha menerima panggilan teleponnya dengan was-was takut mendengar kabar Kenzi kenapa-napa.
"Hallo assalamu'alaikum." Tanya Yudha kepada seseorang yang diseberang sana.
"Walaicumcalam addy." Seru Kenzi senang bisa mendengar suara daddy-nya.
"Ada apa, Nak?" Tanya Yudha tersenyum geli mendengar anaknya yang bicara dengan bik Siti.
"Daddy agi apa?" Tanya Kenzi.
"Lagi memeriksa berkas-berkas." Ujar Yudha membalas pertanyaan anaknya.
"Belkas-belkas itu apa addy? Tanya Kenzi yang sedikit kepo karena masih terasa asing di telinganya.
"Berkas itu buku sayang!" Jawab Yudha dengan sabar dan menjelaskan dengan pelan-pelan.
__ADS_1
"Uku sepelti tuk cekolah." Ujar Kenzi yang ingin tahu.
"Iya sayang."
"Yeahhh Enzi cekolah bik, unya emen anyak." Seru Kenzi bahagia memutar-mutar tubuhnya dengan ucapan Enzi cekolah.
Bik Siti ikut tersenyum melihat bos kecilnya berseru bahagia.
Yudha menertawakan aksi anaknya yang bahagia cuma mendengar kata sekolah, coba denger kata liburan akankah dia sebahagia ini gumam Yudha.
"Daddy, nda mana? Tanya Kenzi yang antusias ingin mendengar suara bundanya.
"Bunda kerja sayang!" Ujar Yudha membohongi anaknya, karena Kania masih di Semarang, lusa baru pulang.
"Yahhhhh" Ucap Kenzi dengan lesu.
"Bunda lusa ke rumah Kenzi!" Ujar Yudha memberikan pengertian kepada anaknya takutnya Kenzi sedih kalau bundanya masih di Semarang.
"Yeahhh unda ke lumah." Seru Kenzi berteriak bahagia mendengar kata daddy-nya bahwa bundanya mau ke rumah.
"Belalti Enzi bobo ama unda, bik." Seru Kenzi dengan girangnya dan wajah bahagianya, membuat bik Siti matanya berkaca-kaca.
"Udah duyu addy, Enzi au andi." Ujar Kenzi Melihat bibiknya menangis membuat Kenzi cepat-cepat menutup teleponnya.
"Daddda sayang" Kata Yudha.
'Dadada... addy muach!" Kenzi cium jauh untuk daddy-nya supaya semangat kerja.
"Ibik napa angis." Tanya Kenzi melihat bibiknya matanya berkaca-kaca, Kenzi malah ikut-ikutan matanya berkaca-kaca.
"Ibik angan angis! Enzi ndak unya emen, daddy kelja, unda uga kelja, akek enek lumahnya auhh angettt." Seru Kenzi yang cerewetnya tidak ketulungan pintarnya membuat bik Siti menertawakan Kenzi.
Cup
Bik Siti mengecup pelipisnya Kenzi karena saking gemasnya. "ibik kok cium ini Enzi, Enzi beyum andi, astinya Enzi asih au." Ucap Kenzi mencoba mencium ketiaknya, tetapi tidak sampai karena Enzi masih kecil.
"Au bik, Enzi au andi, kebulu daddy ulang." kata Kenzi mengandeng tangan bibiknya untuk masuk kedalam kamarnya.
Semarang
Kania mengusap layar handphonenya yang menampilkan foto profilnya dengan Kenzi yang lagi berada di Mall.
Kenzi memegang ayam Upin Ipin dengan foto gaya narsis. "Aunty kangen sayang." Guman Kania memeluk handphonenya.
#Author double Up dengan sedikit lebih panjang, semoga suka khusus pembaca setia cerita ini.
__ADS_1
Jangan lupa vote☺☺☺