
Satu tahun kemudian
Bagi Intan baru saja melahirkan dua jagoannya, kini sudah satu tahun telah berlalu. Kedua jagoannya tumbuh sangat sehat, dan tubuhnya semakin montok, membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan gemas dengan sendirinya.
Andra dan Indra tumbuh kembangnya sangat pesat, mereka sudah bisa berbicara dengan bahasa planetnya.
Di usia satu tahun-nya Andra, dan Indra sudah bisa berjalan meskipun belum sempurna, tetapi bagi Intan ini sungguh luar biasa, dan suatu anugerah terindah.
Dulu kakak Aira di usia satu tahun baru bisa berdiri, dan di usia 15 bulan baru bisa berjalan walaupun sedikit tertatih-tatih.
Bila mengingat masa-masa dulu, Intan tersenyum kecut masa yang susah untuk Intan lewatkan, karena pada masa itu Intan berjuang sendiri membesarkan putrinya di negeri orang seorang diri.
Tetapi semuanya terbayar manis, perjuangannya dulu akhirnya berakhir dengan kebahagiaan. Intan bisa memberikan keluarga yang utuh untuk putri semata wayangnya, dan Intan bisa memiliki dua jagoannya yang tumbuh sehat.
"Ma..Ma....Akak au cucu ." teriaknya Andra sedikit wajahnya memberenggut kesal. Andra sudah memanggil Mamanya berulang-ulang, tetapi Mamanya malah masih asyik dengan lamunannya.
"Ada apa sayang?" tanya Intan sedikit tergagap. Intan sedang melamun, mengingat masa lalu bukan sangatlah buruk yang penting kita bisa mengubah dari masa lalu menjadi masa depan yang lebih baik lagi...
__ADS_1
"Mama mah cuka ndak dengel-dengel, kalau di panggil..." Tutur Andra yang sudah sangat kesal. wajahnya sangat muram, karena Mamanya tidak tahu apa yang Anda mau.
"Intan tersenyum tipis, tangannya terulur mencubit pipi gemas putranya."
"Iiihhh Mama mah cubit-cubit pipi akak, kan jadi melah ental ndak anteng agi sepelti Papa!" Ucap Andra yang mengusap-usap bekas cubitan tangan Mamanya.
"Anak Mama selalu ganteng, tampan seperti Papa Tom!" Sahutnya Intan memberikan pujian untuk putranya.
"Benelan mah..." Ujar Andra yang sudah tersenyum ceria.
"Beneran sayang.."
Intan yang melihat putra pertamanya kegirangan dengan pujian recehnya, Intan tersenyum sangat lebar sampai deretan gigi putihnya terpampang jelas.
πππ
Di kediaman Yudha Pradipta.
__ADS_1
Yudha sangat bersyukur, dan berterima kasih telah di anugerah-kan Istri yang Sholehah, dan putra-putrinya yang tumbuh dengan sangat sehat, pintar, dan asah asih asuh-nya sangat tinggi kepada saudara-saudaranya.
Beberapa tahun usia pernikahannya, membuat Yudha semakin bersyukur telah melewati masa-masa terpuruknya kehilangan istrinya, mommy dari Kakak Kenzi.
Masa yang susah, sudah Yudha lupakan bukan berarti melupakan kenangan indah bersama mendiang istrinya. Tetapi ada tempat tersendiri untuk Yudha mengenang mendiang istrinya, sekarang sudah tenang di dunianya.
Beberapa tahun merubah segalanya, putra pertamanya Kenzi sudah masuk SMP, Kenzi tumbuh jadi pribadi yang lebih hangat, senyumnya mewarisi mendiang mommynya.
Siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona, dan jatuh pada pandangan pertama..
Tidak ketinggalan juga keempat putra-putrinya dengan Kania, tidak kalah tampan, dan cantiknya. Mereka juga tumbuh sangat cepat gen nya lebih dominan ke dirinya, ketimbang ke istrinya Kania.
Mereka sedang berkumpul di ruang keluarga, seperti biasa Yudha akan menyempatkan waktu untuk istri, dan buah hatinya yang akan beranjak remaja.
Kania begitu telaten, sabar, dan mau menerima kekurangannya, menjadi istri satu-satunya, dan ibu dari Anak-anaknya hingga menua bersama.
Gimana guys kalau cerita ini tamat. kan kedua sudah menemukan kebahagiaannya, autthor sudah mentok idenya.
__ADS_1
Kasih krisannya dongπ