
"Saya tunggu di mobil! kasihan Kenzi yang susah tertidur." bisiknya Yudha sambil menyerahkan dompetnya.
Kalau uang cashnya kurang bisa pakai blackcard yang ada di dalam dompet saya.
"Kenzi sama daddy-nya ya!" Tanyanya Yudha.
"Ndak au, au ama unda aja." Serunya Kenzi yang tidak mau lepas dari bundanya.
"Bunda belanja dulu, nanti sama bunda lagi." Ujar Kania memberikan tatapan mata yang meneduhkan.
"Iya unda! tetapi angan ama-ama!" Serunya Kenzi.
"Beli yang kamu butuhkan?" Ujarnya Yudha mengambil alih Kenzi ke gendongannya.
"Beli pembalut juga boleh!" bisik Yudha tepat di samping tubuhnya, hembusan nafasnya membuat Kania merinding.
Jangan lupa beli susu, biskuit, dan kue untuk Kenzi takut nanti bilang laper pas di perjalanan.
Tak...tak....takk...
Yudha berjalan meninggalkan hemaMart untuk melangkah ke tempat parkiran mobilnya berada.
Ceklek....
Yudha membuka pintu mobilnya dengan penuh kehati-hatian takut Kenzi terbangun mendengar bisingnya suara.
"Sayang, apa kabarmu? tanyanya Yudha.
__ADS_1
Yudha mengelus surai rambut anaknya yang berwarna kepirangan seperti rambutnya mommynya, membuatku mengingatkan akan dirimu yang dulu.
Perasaan baru kemarin kamu pergi, hari ini tak terasa mau empat tahun kamu ninggalin saya dan Kenzi.
Setiap kali saya melihat rambutnya, senyumnya membuat ku semakin merindukanmu sayang.
Yudha memejamkan matanya sejenak mengingat akan kenangan indah bersama istrinya.
Dulu Nena yang di kenalnya bertolak belakang dengan sikap ku yang dingin, Nena sifatnya sedikit konyol, tetapi sangat pengertian, sabar menghadapi sifatku yang suka kambuh dinginnya.
"Bolehkah saya mencintai wanita lain selain dirimu?" Tanyanya Yudha pada angin yang sepoi-sepoi yang tiba-tiba lewat datang berhembus
"Bolehkah sayang? Ibu sambung untuk anak kita?" Tanyanya Yudha sekali lagi dengan memejamkan matanya.
"Tahukah kamu sayang?" Ucap Yudha lirih.
Saya akan mengunjungimu sayang, semoga proyek cepat selesai saya akan menceritakan banyak tentang seorang wanita yang sangat dekat dengan anak kita.
Pak... Pak...Pak........
"Bangun Pak!" Ujarnya Kania menepuk pundaknya dengan pelan.
"Ehhh Kania...."
"Udah belanjaannya?" tanyanya Yudha mengucek matanya, sedikit menguap.
"Udah dari tadi! bapak sih nggak dengar di panggil!" Kata Kania bersungut-sungut karena kesal susah di bangunin.
__ADS_1
"Sini Kenzi!" Ucap Kania dengan nadanya yang ketus.
Kenzi di ambil alih oleh Kania yang pindah ke jok belakang, karena tidak mau melanggar lalu lintas tidak memakai sabuk pengaman.
Yudha kembali mengemudi mobilnya sesekali Yudha melirik Kania lewat kaca spion mobilnya yang berada di jok belakang sedang memangku anaknya.
Fokus Kania melihat jalanan yang sedikit padat karena bertepatan jam pulang sekolah, pulang kantor.
Yudha memecahkan keheningan di dalam mobilnya, semenjak Kania keluar dari hemaMart Kania menjadi lebih pendiam
"Mau mampir makan?" Tanyanya Yudha melirik ke Kania yang masih menatap kaca jendela.
"Nggak usah! kasihan Kenzi kalau di bangunin!" Ujarnya Kania tanpa melihat Yudha yang meliriknya.
"Hahhh!!
Menghela nafasnya menghirup oksigen dalam-dalam dan melepaskannya.
"Wanita susah di mengerti!" ucap Yudha dari dalam hatinya.
Perjalanan terasa lama, biasanya akan di hiasi coletehan anaknya, malah terjadi keheningan karena Kania masih diam saja.
Mobilnya Yudha sudah memasuki perumahan elite yang berada di Casablanca, Yudha berhenti di cat rumah berwarna hitam,grey yang merupakan rumah kedua orang tuanya.
"Udah sampai." Ujarnya Yudha meminta Kania untuk turun lebih dulu.
Kenzi sama saya saja tangan, Yudha langsung mengengam tangan Kania yang sudah berkeringat dingin.
__ADS_1