Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
S3 Part 15


__ADS_3

Mereka berdua terkulai lemas di atas tempat pembaringan, keduanya masih polos dengan tubuh yang berbalut selimut tebal, posisi yang saling berpelukan menyalurkan energi yang positif.


Kania semakin nyaman menenggelamkan wajahnya di ketiak sang suami, menghirup aroma khas yang membuatnya sangat memabukkan.


Tempat ternyaman adalah ketiak suaminya, dari sekian tempat yang membuatnya bertekuk lutut dengan pesona duda beranak satu.


Mereka berdua semakin terbuai mimpi indahnya, suara deru nafas keduanya yang beraturan menandakan bahwa keduanya sudah terlelap masuk ke alam mimpi nan indah.


"Dor! Dor!....." di luar pintu sedang di gedor-gedor dua bontot. Padahal keduanya baru saja bermain dengan mbaknya yang setia menjaga keduanya, saking bosan menunggu Daddy dan Bundanya turun ke bawah membuat dua bontot tidak sabar, akhirnya menghampiri kamar keduanya.


"Daddy....., Bunda...." teriaknya mereka berdua dari luar pintu kamarnya. Mereka tidak berhenti-henti menggedor pintu, berharap pintunya akan segera di buka oleh Bunda, dan Daddy-nya.


Dalam mimpi indahnya, sayup-sayup Kania mendengar suara teriakan anak kecil memanggil dirinya dan suaminya. Lagi-lagi Kania hanya menganggapnya angin lalu, membuatnya semakin menenggelamkan kepalanya di dada sang suami.

__ADS_1


"Daddy.... Bunda ..!" teriaknya kedua kalinya dua bontotnya. Mereka semakin intens melakukan gedor-gedor pintu, anti pulang sebelum di bukkakan oleh Bunda atau Daddy-nya.


"Sama mbak yuk, mungkin Daddy dan Bunda sedang istirahat." ucap mbaknya yang berada di sebelah kanan kiri. Mereka dengan sigap menjaga keduanya, tidak mau sampai bos nya tau mengakibatkan dirinya kena amukan massa tuan muda.


"Ndak mau, mau sama Bunda dan Daddy saja! Ndak mau sama mbak!" sahutnya mereka berdua yang ngotot dengan pendiriannya.


"Daddy Bunda..." teriaknya mereka.


***********


Dengan kekuatan penuh, Kania mulai membuka kelopak matanya yang masih susah untuk di buka. Rasa kantuk dan lelah menjadi satu, membuatnya malas untuk bangun dari tidurnya.


"Bunda, bukain pintunya Abang sama Adik mau masuk, cepetan Bunda!" Ujar keduanya yang masih tidak pantang menyerah, sebelum mendapatkan jawaban Bundanya.

__ADS_1


"Iya sayang bentar, Bunda lagi di kamar mandi, iya kamar mandi, lagi mandi sayang...." jawabnya Kania sedikit tergagap memberikan jawaban anak-anak, Anak-anaknya sangat kritis bila belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.


Tidak ingin anak-anaknya menunggu lama dengan kecepatan kilat, Kania mandi dan mengganti pakaiannya, dan membereskan tempat yang seperti kapal pecah di Padang pasir.


Kreeeettt..., Kania membuka pintu kamar. di luar kamar sudah di tunggu dua bontotnya yang masih memakai pakaian yang sama. Mereka berdua tidak mau dimandikan dengan mbaknya, hanya mau dengan Bundanya saja.


"Daddy ama, Bunda?" tanya keduanya mendongakkan wajahnya keatas.


"Istirahat sayang!" jawabnya.


"Hayuk mandi sama Bunda."


Mereka bertiga berjalan dengan tangan saling menggenggam, seperti perangko yang tidak mau terpisah dengan induknya.

__ADS_1


Setelah membersihkan tubuh anak-anaknya, Kania mengajak keduanya bermain di taman belakang dengan pakaian sudah rapi, dan wangi.


Kania menemani keduanya bermain, membiarkan suaminya terlelap dalam tidurnya. Sedangkan di taman belakang anak-anak sedang menikmati senja sore, mereka tertawa cekikikan karena rasa bahagia bisa di temani Bundanya. Kania hanya melihat dua tingkah bontotnya sedang tertawa, membuat hati Kania menghangat.


__ADS_2