Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 49


__ADS_3

Kania selesai menyuapi makan , meminumkan obat. Kania mengendong Kenzi untuk di bawa ke kamarnya untuk menyibin dan mengganti bajunya.


Ceklek...


Yudha langsung memasuki pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu, dan duduk sambil memijat pelipisnya.


Flashback


Setelah Kania meninggalkan ruangan tamu untuk mengobrol tadi, kedua orang tuanya Yudha langsung beraksi.


"Dha menikahlah dengan Kania?" ucapnya kedua orang tuanya dengan puppy eyes seperti putranya.


Deg....


Menikah....


Yudha mengusap kasar wajahnya untuk menghalau keterkejutan ucapan kedua orang tuanya.


"Kania cocok jadi ibu sambung untuk Kenzi, kayaknya putramu sangat menyayanginya." celetuk keduanya dengan tersenyum smrik.


"Jujur Ma, Yudha belum kepikiran untuk menikah dalam waktu dekat ini!" jawab Yudha dengan menggenggam tangan keduanya.


"Emang Kania wanita yang cantik dan sangat menyayangi Kenzi seperti anaknya sendiri, tetapi Yudha tidak mencintainya Ma!" ucap Yudha dengan lembut dan tegas.


Iya Mama tahu kamu tidak mencintainya, tetapi cinta bisa datang belakangan, yang terpenting kamu mau mencoba memberikan kesempatan ke Kania untuk kamu cintai.


"Witing tresno jalaran soko kulino." ucap keduanya kamu tahu arti peribahasa itu, Mama berharap kamu bisa mencintainya.

__ADS_1


"Bukalah hatimu untuk cinta yang lain Nak, Nena akan mempunyai tempat tersendiri di hatimu."


"Cintailah Nena dengan cara yang berbeda, Nena pasti bahagia melihat kamu dan Kenzi bahagia."


"Pikirkan baik-baik kata Mama, semua demi Kenzi!" ucap keduanya.


"Berbahagialah Nak." ucap keduanya dengan menepuk pundaknya Yudha memberinya semangat lalu meninggalkan ruang tamu.


Yudha masih terdiam memikirkan semua perkataan kedua orang tuanya yang memintanya untuk menikah lagi.


"Apa yang harus saya lakukan? semuanya memintaku untuk menikah sedang di hati ini masih terukir namamu Nena istriku." kata Yudha menarik nafas dan mengeluarkan pelan-pelan.


Yudha beranjak dari tempat duduknya untuk memasuki kamar Kenzi tepatnya kamarnya Kania.


Flashback off


Yudha masih diam belum menjawab pertanyaan Kania satu katapun.


Akhirnya Kania memilih diam tidak bertanya lagi dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda yaitu menyibin dan mengganti baju Kenzi.


"Unda Daddy cenapa?" tanyanya Kenzi kepada Kania.


"Mungkin daddy banyak kerjaan, sayang." jawab Kania .


"Daddy kok memiyat kepalanya Nda." ucap Kenzi dengan memperagakan tingkah laku yang Daddy-nya lakukan.


"Mungkin Daddy pusing." celetuk Kania

__ADS_1


"Hahh daddy akit Nda!" tanya Kenzi dengan wajah cemasnya mendengar daddy-nya sakit.


Kenzi langsung beranjak dari tempat tidurnya selesai pakai baju, "Enzi au ke empat daddy!" ucap Kenzi ke Kania berusaha turun dari tempat tidurnya.


Kania terkekeh melihat Kenzi yang kesusahan untuk turun dari tempat tidur yang membuat tertawa Hahahaha


"Cenapa unda ketawain Enzi?" decak Kenzi mulai kesal di ketawain bundanya.


"Sini bunda bantu untuk turun." ucap Kania mengulurkan tangannya untuk mengangkat Kenzi.


"Maacih unda!" ucap Kenzi mencuri satu ciuman ke bundanya.


Kania tersenyum terkekeh dan mengusap puncak kepalanya dengan melihat tingkah lakunya Kenzi yang mencium tiba-tiba.


Telimakasih yang udah vote, like, koment💚💚💚


**Noted:


1.Kenapa alurnya tidak jelas? bukan tidak jelas tunggu dulu dan alurnya karna author juga lagi belajar memberikan yang terbaik.



Kenapa huruf kapital, tanda baca, dialog tag nya membingungkan untuk di baca? author juga lagi belajar menulis sesuai PUEBI, semua butuh proses tidak instan tetapi author berusaha Menulis yang enak di lihat mata☺☺☺



Terimakasih krisannya teman-teman**

__ADS_1


__ADS_2