
***
Setelah putrinya boboknya pulas, Intan meninggalkan si kecil untuk beberes rumah. Terkadang Intan melakukan kegiatan di rumahnya selayaknya ibu rumah tangga pada umumnya.
Selesai mengerjakan pekerjaan rumah, Intan melanjutkan untuk memasak menu sarapannya, dan makan siangnya sekalian. Berhubung Intan sedang cuti melahirkan, Intan ingin menikmati perannya menjadi ibu sesungguhnya . Memandikan si kecil, mencuci, memasak, dan mengasihi-nya ataupun melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya.
Intan sangat bersyukur bisa membesarkan putrinya, Khairan Az-zahra Putri yang biasanya di panggil Aira. Aira adalah semangatnya, jantung hatinya dan belahan jiwanya.
Selesai semua kegiatannya, Intan membersihkan badannya mumpung putrinya Masih nyenyak dari bobok-nya. Setelah berganti pakaian, Intan menghampiri putrinya dan menciumi pipi gembil-nya.
"Uluuhh uluhhhh Anak mommy masih nyenyak bobok-nya." Tutur Intan sembari menaikkan selimut sebatas dadanya.
Cup Cup....
Intan memandang putrinya dengan sangat sayang, yang dulu pernah berniat untuk menggugurkan kandungannya karena hamil diluar nikah. Merupakan pukulan yang berat untuk dirinya, dan keluarganya.
Demi menyelamatkan buah cintanya yang bersemayam di rahimnya, Intan memilih pergi dari rumah, dan memilih tinggal di negara Singapura yang terletak di Benua Asia. Yang di takutkan Intan, bila Kelak dewasa nanti putrinya menanyakan Papa-nya
"Intan harus jawab apa? sedangkan Papa-nya menetap di Jakarta. Itu yang selalu mengganggu pikirannya Intan selama ini, Intan selalu berharap putrinya tumbuh jadi perempuan yang cantik akhlaknya, cantik Budi pekerti, dan tidak membenci Papa-nya walaupun kelak tahu masa lalu Papa-nya yang tidak bisa menemaninya masih di dalam perut mommynya.
__ADS_1
"Suatu hari nanti bila Papa-mu menemukan kita, dan menolak kehadiran Aira, Aira tetap putrinya mommy."
"Mommy sangat sayang banget dengan Aira! kelak kamu dewasa, putriku! Mommy Papa sangat menyayangi, dan mencintai dengan tulus."
***
Bulan kedua Paman Tom di tugaskan Yudha untuk mengawasi perusahaannya yang berada di London, Inggris. Perusahaan yang di London bergerak di bidang perhotelan, seperti perusahaan cabang lainnya.
"Tom, Minggu depan berangkat ke London karena hotel yang di sana ada sedikit masalah!"
"Tetapi.."
"Terus hotel yang ada di cabang, gimana?" tanya Tom untuk memastikan, dan menyakinkan Yudha.
"Biar saya yang ngurusin! kamu fokus saja keberangkatanmu ke London."
"Siap bro!"
Setelah Tom meninggalkan ruangannya Yudha, Tom menyenderkan tubuhnya di kursi kerjanya. Tom menerawang masa lalu, masa terakhirnya Tom ke London untuk mengantar Intan kembali ke Negaranya.
__ADS_1
"Apa kabarmu? Kalau kamu benar-benar hamil seperti yang ada didalam mimpiku! Aku berharap kamu menjaganya dengan baik."
Itu yang selalu Tom panjatkan kehadirat-Nya, berharap semua akan baik-baik saja. Jika di pertemukan dengan Intan kembali , Tom ingin menanyakan tentang mimpinya yang ada anak perempuan kecil memanggilnya Papa.
Jam kantor selesai, Tom beranjak dari meja kerjanya untuk pulang ke apartemen. Karena hari ini tidak ada tugas dadakan dari keluarga Pradipta.
"Pa...pa..." panggil suara anak kecil yang sangat cantik ingin menggapai tangan tom, tetapi susah untuk digapai karena badannya Tom yang tinggi besar, sedangkan Aira yang masih kecil.
"Astaghfirullah...." Ucap Tom beristighfar mengusap wajahnya dengan telapak tangannya.
karena sekian kalinya Tom bermimpi ketemu anak perempuan cantik memanggilnya Papa, dengan dressnya yang cantik.
Keesokan paginya Tom berangkat ke kantor dengan wajahnya yang tidak bersemangat, berkat mimpinya Tom susah untuk memejamkan kedua matanya. walaupun sudah berulang-ulang untuk memejamkan-nya.
"Tom, pulang dari London langsung ke Singapura karena ada investor yang akan menginvestasikan sahamnya di di hotel Pradipta." Tutur Yudha yang nyelonong masuk ke ruang kerjanya Tom merupakan sahabatnya.
"Untung bos! kalau bukan bos sudah kuusir dari ruangan-ku." Tom membatin dalam hatinya.
Akankah takdir berpihak pada keduanya, yang dipertemukan oleh takdir-Nya. atau malah takdir yang berbeda karena ada persimpangan jalan yang memilih langkahnya sendiri. Bahwasanya tulang rusuk tidak akan tertukar dengan pemiliknya, kalau Intan pemiliknya Tom pasti akan bertemu jua, walaupun jarak terbentang jauh. Jodoh tidak akan kemana, seperti halnya sesulit apapun kita mengengam kalau bukan milik kita pasti akan terlepas jua.
__ADS_1