Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 134


__ADS_3

Selamat hari Senin


Selamat beraktivitas


Jangan lupa Rate-nya


Menghitung hari berganti menjadi hari berikutnya, Malam berganti menjadi siang, tidak terasa kehamilan Kania sudah memasuki bulan ke dua atau 8 minggu usianya.


Di semester pertama ini, Kania di buat pusing sama debay di dalam perutnya, berulang-ulang juga Kania bolak-balik ke kamar mandi untuk memuntahkan yang isi hanya cairan yang keluar.


Semenjak hamil Bundanya Kenzi tidak suka bau nasi, apalagi untuk memakannya sudah pasti perutnya seperti di aduk-aduk segera ingin di keluarkan.


Semenjak hamil, anaknya terkadang terabaikan karena mual yang suka tiba-tiba datang. Kania sangat beruntung memiliki anak yang super-super pengertiannya terhadap Bundanya, dan calon debay-nya.


"Unda... Unda..." Teriakan Kenzi yang memekik gendang telinga semua pekerja yang ada dirumahnya.


"Bunda di dapur! Kenapa pakai teriak-teriak, Sayang?" tanya Bundanya dengan sangat lembut, selembut kapas.


Maaf Unda!" Tutur Kenzi menundukkan kepalanya, takutnya bundanya marah-marah, walau sebenarnya tidak pernah marah sama sekali.


"Abisnya akak Enzi nyali-nyali di Kamal ndak tetemu." Tutur Kenzi dengan bibir yang sudah mengerucut.


"Besok-besok nggak boleh ya! teriak-teriak seperti tadi! Jagoan Bunda kan anak pintar." Sahut Kania dengan selembut mungkin supaya Kenzi tidak tersinggung.


"Iap Unda! akak Enzi ayang Unda." Ucap Kenzi dengan menubruk tubuh Bundanya, dan menyembunyikan kepalanya di dada Bundanya.

__ADS_1


"Jagoan Bunda manja banget hari ini." Tutur Kania yang mulai duduk memangku anaknya, dan menjawil hidung mancungnya.


"Bialin kan Undanya akak Enzi." Jawab Kenzi yang tidak mau kalah di katain Bundanya manja.


"Iya-iya yang sebentar lagi jadi Kakak." tukas Kania.


"Emang Debay-nya uda au kelual, Unda?" tanya Kenzi yang menatap wajah Bundanya secara intens.


"Belum sayang, nunggu 7 bulan lagi baru keluar." Jawab Bundanya.


"Ujuh bulan belapa hali agi Unda? segini ya Unda? tanya Kenzi menunjukkan jumlah jari di tangannya.


"Bukan sayang! 7 bulan itu masih 28 minggu lagi, nunggu perut Bunda buncit dulu baru Debay-nya keluar." Tutur Kania menjelaskan panjang kali lebar, supaya mudah di pahami anaknya.


"Asih ama telyata! kilain ecok kelualnya, Unda." Sahut Kenzi.


"Unda geyi! akak Enzi geyi.... olong-olongin akak, Debay." Ucap Kenzi.


Mendengar suara Kenzi yang minta tolong Adik-adiknya yang berada di perut Bundanya, membuat Kania terharu, kedua matanya sudah berkaca-kaca.


"Unda angan angis! Adik-adik di alam peyut Unda itut angis uga." Ucap Kenzi yang memandang Bundanya, dengan air mata di pelupuk kedua matanya.


Bunda nggak sedih, Bunda sangat bahagia karena kakak Kenzi menerima Adik-adik yang masih berada di perut Bunda, dan mengakui sebagai Adik-adiknya Kakak Kenzi.


"Terimakasih, sayang." Ucap Kania mengecup sudut bibir anaknya.

__ADS_1


"Ama-ama Unda! Akak Enzi ayang Unda dan Adik-adik." Sahut Kenzi sembari mengelus perut Bundanya.


Pulang kerja di suguhkan pemandangan yang menyejukkan hati, dan kedua matanya membuatnya membuncah rasa bahagia.


Dari kejauhan Yudha melihat keduanya, membuatnya ikut menitikkan air mata yang sedikit mengembun di kedua pelupuk nya.


Yudha berjalan menghampiri keduanya, dan langsung menubruk memeluknya tidak kalah eratnya.


"Daddy! Sayang kalian berdua!" Tutur Yudha memeluk keduanya.


"Daddy epas! akak Enzi ndak ica apasnya." Decak Kenzi mengerakan tangannya, dan bergerak melepaskan diri.


Hahahaha, mereka berdua menertawakan Kakak Kenzi yang bibirnya sudah mengerucut kedepan.


"Kakak Kenzi semakin lucu."


"Daddy ama Unda ndak accik."


Akhirnya mereka bertiga tertawa bersama, tidak lupa juga Adik-adik di dalam perut Bundanya ikut tertawa, dan bahagia.


Kebersamaan ini jangan cepat berlalu, semoga tidak ada halang rintang rumah tangga kecil kami.


Itu doa yang selalu Kania panjatkan, rumah tangganya rukun, bahagia terhindar dari cobaan yang mengikis dinding tembok rumah tangganya.


Semenjak Bundanya di nyatakan hamil, Kenzi sudah menyebutkan dirinya mau di panggil Kakak bukan Mas atau Abang.

__ADS_1


Sejak saat itu Kenzi memanggil dirinya dengan sebutan "Kakak Kenzi", terdengar simpel, tetapi menarik untuk di dengar, anak yang usia 5 tahun sudah siap di panggil Kakak yang sebentar kurang lebih 7 bulan adiknya lahir.


Kebahagian semoga menyertai rumah tangga kami, yang sebentar lagi akan ada anggota baru di rumah ini, semoga Gusti berkahi Selamat hingga melahirkan nanti.


__ADS_2