
Mengingat perbincangannya dengan keluarga di Semarang, membuatnya sedikit rasa bersalah karena baru bisa memberitahu berita kehamilannya yang sudah memasuki usia 4 bulan.
Kedua mertuanya baru saja di beritahu suaminya perihal kehamilan Kania yang sudah mau 4 bulan. Keduanya kaget , dan tidak percaya akan menjadi seorang Kakek, dan Nenek lagi.
Di tambah lagi ini kehamilan pertama Kania, langsung mendapat baby kembar. Rasa bahagia membuncah di hati kedua mertuanya, karena ini kehamilan kembar menantunya.
Esok harinya setelah di beritahu Yudha, Kakek Neneknya berkunjung ke rumahnya Yudha yang letaknya tidak jauh dari rumah orang tuanya.
"Assalamu'alaikum...." Sapa keduanya.
"Walaikumsalam Yah, Ma! kalau mau kesini kok nggak bilang-bilang dulu, kan biar Yudha jemput." Tutur Yudha menyalami, dan mencium punggung tangan keduanya bergantian, dan diikuti istrinya.
"Anak nakal! kenapa baru bilang kalau Kania sudah hamil, dan mengandung baby kembar?" Tanya Ayahnya yang sudah bersungut-sungut ingin marah, dan melampiaskan ke Yudha anaknya.
"Apa kamu sudah tidak menghargai kami berdua sebagai orang tuamu lagi!" decak Ayahnya yang mulai tersulut emosi.
"Maaf Yah! bukan maksud kami memberitahukan secara mendadak, karena Kania tidak suka ketemu orang banyak dulu, di trimester pertama kehamilannya." Tutur Yudha menjelaskan alasan, mungkin dengan ini bisa di terima kedua orang tuanya dengan alibi istrinya.
"Ayah, Mama! kita masuk dulu tidak enak dilihat orang lain." Tutur Kania menengahi berdebat suaminya, dan Ayah mertuanya.
Keduanya menurut untuk masuk ke dalam rumah terlebih dahulu, "Duduk dulu Yah, Ma." Tutur Kania.
"Mau minum apa? Kania buatkan." Tanyanya Kania selembut mungkin.
"Teh hangat saja!" Jawab Ibu mertuanya dengan diiringi dengan senyuman teduhnya, mirip mendiang ibunya.
Kania berlalu meninggalkan mereka bertiga di ruang tamu, dan menuju ke arah dapurnya untuk membuatkan minuman, dan mengambil beberapa camilan yang di buatnya.
"Bik, tolong siapkan teh hangat tiga! Kania akan menyiapkan camilannya." Tutur Kania.
"Baik, laksanakan non!" Jawab Bik Siti.
Setelah meletakkan semuanya diatas nampan, Kania keluar dari dalam dapur dengan membawa minuman, dan makanan dalam satu nampan yang berjalan seperti kesusahan.
Yudha yang melihatnya, beranjak dari duduknya untuk menghampiri istrinya, dan membantu membawanya.
"Sayang, ini berat jangan lakukan ini! kasihan Debay entar kamu kecapekan." Tutur Yudha menasehati istrinya.
"Iya Mas." bisik Kania.
Bisik-bisik istrinya membuat bulu kuduknya merinding, dan bulu-bulunya meremang merasakan hawa yang berbeda di tubuhnya.
__ADS_1
"Sial! Saya malah On." guman Yudha.
Yudha berjalan cepat meninggalkan istrinya, yang jalannya seperti semut yang merayap, karena mengandung baby twins istrinya berjalan jauh mulai merasakan kecapekan.
Yudha meletakkan nampan diatas meja ruang tamunya, Yudha kami duduk di depannya, mereka saling pandang untuk memulai percakapan siapa yang mulai.
"Silahkan di minum Yah, Ma! ada camilan buatan Kania juga." Tutur Kania.
Kedua mertuanya menikmati camilannya dengan merem melek, karena rasanya yang enak dengan sensasi yang berbeda.
"Kuenya enak, manisnya pas, sangat lembut Mama suka" Tutur mertuanya yang mulutnya penuh dengan kue bolu.
"Makasih, Ma." Sahut Kania yang tersenyum simpul di puji kreativitas kuenya oleh ibu mertuanya.
"Papa juga suka, kuenya enak." Tutur Ayah mertuanya.
"Udah berapa bulan usia kehamilannya, Nak?" tanya kedua mertuanya.
"Alhamdulillah masuk 4 bulan." Jawabnya Kania.
"Wow! bentar lagi acara 4 bulanan dong." Seru Mama mertuanya yang sangat antusias menyambut anggota baru keluarga Pradipta yang baru.
"5 bulan lagi baby twins nya launching, Sayang." Tutur Mama mertuanya.
"Akak Enzi, lindu anget." Tutur Kenzi menghampiri kedua Kakek Neneknya bergantian.
"Kakek Nenek juga rindu! Dengan cucu Kakek Nenek yang tampan ini." Jawab keduanya, dan menjawil hidungnya.
"Akak Enzi au uduk di angku Akek." Tutur Kenzi.
"Kemari, Son." Sahut Kakeknya untuk memberi ruang cucunya untuk duduk diatas pangkuannya.
"Sekarang cucu Kakek tambah berat, dan besar." Tutur Kakeknya.
"Kata Unda akak Enzi halus mam anyak bial cepat besar, bial cekolah-nya pintar, Kek." Jawabnya Kenzi yang tidak mau kalah di katakan gendut.
Hahahaha mereka menertawakan kata-kata Kenzi yang sangat pintar, menyanggah ucapan kakeknya, yang di bilang berat, dan besar.
"Akek bental lagi Enzi au adi akak, Kek! Adik bayi adu hua, Kek." Tutur Kenzi yang menceritakan ke Kakeknya, dan menunjukkan jarinya berjumlah dua.
"Adik Kenzi cowok apa cewek?" tanya kakeknya.
__ADS_1
"Ndak au! Adiknya kan beyum kelual, Kek." Tutur Kenzi.
"Kenzi mau Adik cowok apa cewek?" tanya Neneknya.
"Au owok ewek, Nek." Jawabnya Kenzi.
Setelah perbincangan di ruang tamu, mereka melanjutkan sarapan bersama di meja makan, karena hari ini merupakan hari Sabtu, hari weekand bersama keluarga dirumah.
Selesai sarapan kedua mertuanya pamit pulang, dan Kenzi ikut kedua Kakek Neneknya untuk menginap di sana selama 2 hari dengan di iming-imingi mainan baru oleh keduanya.
"Yes! tidak ada pengganggu." batinnya Yudha.
Mereka berdua memasuki kamarnya, dan mulai masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sedikit berkeringat, dan bau masakan.
Kania mengisi air di bathub, dan di taburi kelopak bunga lavender, dan di berikan aromaterapi lavender di bathub nya.
Kania mulai masuk ke dalam bathub, mulai memejamkan kedua matanya untuk menikmati berendam nya dengan bunga lavender, supaya pikirannya tambah fresh, dan segar.
Kania mulai tertidur sebentar, karena aromaterapi menyejukkan jiwanya yang mulai penat pikirannya, kehamilan baby twins nya membuatnya sedikit was-was. Ini kehamilan pertama untuk Kania, anak kedua, dan ketiga untuk suaminya.
Ceklek...
Pintu kamar mandinya terbuka, membuat Kania membuka kedua matanya untuk melihat siapa yang datang? Melihat suaminya yang datang Kania mulai melanjutkan berendamnya kembali.
"Rasanya segar, dan fresh." guman Kania.
"Sayang...."Sapa Yudha menggoyang bahu istrinya.
"Hmm." Jawab istrinya.
Yudha menanggalkan pakaian, dan ikut berendam air di dalam bathub bersama istrinya.
"Ehh kenapa, Mas?" tanya Kania sedikit kaget, dan gugup karena Kania tidak memakai apa-apa.
"Mas ikut berendam lah! kelihatannya segar." Jawabnya Yudha.
Menit pertama masih sama-sama memejamkan kedua matanya, dan menikmati wanginya aromaterapi lavender, dan tidak terjadi apa-apa.
Menit berikutnya baru tangan suaminya mulai bergerilya di tubuh istrinya, dan memainkan bukit kembar yang sudah mencuat ingin mengecupnya meninggalkan jejak keunguan.
Tangan suaminya mulai turun ke bawah, ke inti tubuh istrinya, dan mulai memaju mundurkan tangannya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Aakhh.... Istrinya mencari ******* yang pertama, dengan nafas yang terengah-engah, dan kedua matanya terpejam menikmati sensasi sentuhan suaminya.
Mereka berdua membersihkan tubuhnya, dan keluar kamar dengan jubah mandinya. Yudha memasuki walk in closet untuk berganti bajunya, karena hari ini Yudha ada janji dengan Tom.