Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Sesion 2 Part Lima puluh


__ADS_3

***Happy reading


Happy Weekand


Selamat Satnight


Tinggalkan jejaknya sebelum membaca ce autthor ya, tekan tanda favorit ya jangan lupa***.


Beberapa jam kemudian...


Acara pengajian empat bulan akan segera di mulai, beberapa tamu undangan juga sudah mulai berdatangan, dan semua undangan yang di sebarnya semua hadir tanpa terkecuali. Kedua orang tuanya Yudha turut hadir, merupakan pemilik utama Pradipta Group.


Keluarga Pradipta merupakan tamu istimewa, berkat keluarga beliau Tom bisa berada di tempat yang mereka berdiri sekarang. Meskipun Tom terlahir dari keluarga yang sederhana, tetapi kebaikan keluarga Pradipta yang patut di acungi jempol karena beliau tidak pernah membeda-bedakan dari status.


"Assalamu'alaikum...." Salam MC Jihan.


"Walaikumsalam..." Jawabnya serempak dengan seluruh tamu undangan.


"Perkenalkan nama saya Jihan, selaku pembaca acara pengajian empat bulan kehamilan Ibu Intan, dan suaminya bapak Tommy Wijaya. Tepat acaranya akan di selenggarakan pagi ini, dan akan segera di mulai. Maka dari itu mari kita sama-sama membaca basmalah secara bersamaan.


"Bismillahirrahmanirrahim...." Ucapnya seluruh hadirin yang hadir...


"Alhamdulillah. Susunan acara yang pertama adalah pembacaan ayat suci Al-Quran, yang akan di lantunkan Ananda Putri merupakan santri dari pondok pesantren Al-Hikmah."


"Semua tamu undangan meresapi murotal dari Ananda Putri, yang suaranya begitu lembut, merdu sungguh menenangkan hati, bagi siapa saja yang mendengar suara merdunya."


"Acara selanjutnya adalah pembacaan doa yang di pimpin langsung oleh Pak ustadz Yusuf dari pondok pesantren Al-Hikmah."


Semua hadirin yang hadir larut dalam pembacaan ayat suci Al-Quran, dan pembacaan doa. Ada yang terbaru, ada yang sampai menitikkan air matanya. Tak terkecuali Intan kedua matanya sudah berkaca-kaca, ingin sekali di tumpahkan tetapi Intan tahan karena malu di lihatin tamu undangan.


Setelah selesai pembacaan ayat suci Al-Quran, dan pembacaan doa. Para tamu undangan di persilahkan menikmati hidangan yang sudah disajikan di stand makanan, dan tidak lupa juga Tom dan Intan memberikan santunan kepada anak yatim piatu.


Seluruh rangkaian acara pengajian empat bulan telah selesai, dan berjalan dengan lancar tanpa terkendala suatu apapun. Acara di tutup dengan bacaan Alhamdulillah, dan memberikan sedikit santunan untuk anak yatim piatu maupun pondok pesantren yang telah membantu mensukseskan acara pengajian.

__ADS_1


Satu persatu tamu undangan meninggalkan tempat acara, dan kembali y rumah masing-masing. Tinggal hanya keluarga inti, dan kerabat dekat yang masih tinggal di rumahnya Tom. Mereka sedikit berbincang-bincang dengan jalannya acara, banyak yang memuji dengan suara merdu Ananda Putri.


Setelah pulang semuanya, Intan memilih duduk di sofa, dan menselojorkan kakinya. Rasanya begitu pegal-pegal pinggangnya, dan kakinya sedikit kesemutan karena terlalu lama untuk duduk di lantai.


Setelah agak enakan, Intan menghampiri suaminya yang berbincang-bincang dengan keluarga Pradipta, sedang Intan dan Kania saling bertukar pikiran masalah menjadi seorang Ibu. Di tambah lagi Kania ibu dari ke lima Anaknya, Intan juga menanyakan beberapa kerepotan mengurus ke Lima Anak-anaknya. Intan ingin belajar dari yang sebelumnya untuk menjadi Ibu, dan istri yang baik dan bertanggung jawab.


💚💚💚


Sebelah kiri duduknya paman Tom adalah keluarga Pradipta, Yudha dan Kania sangat hikmat melihat rangkaian acara, dan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran yang begitu sangat merdu.


Ke Lima putra-putrinya juga sangat anteng, jadi Kania sedikit tenang karena ke Lima Anak-anaknya tahu tempatnya untuk nakal, bercanda, dan serius.


Tetapi tidak mereka sadari Kak Kenzi, dan kak Kama memperhatikan seorang gadis kecil di sebelahnya aunty Intan.


"*Cantiknya..." Ucapnya Kenzi.


"Manisnya..." Ucapnya Kama*.


Sedangkan ketiga Adiknya nampak cuek saja, mereka sedang menikmati desert makanan, mereka tidak menghiraukan lingkungan sekitarnya yang mulai memperhatikan ketiganya.


💚💚💚


Aira duduknya tidak nyaman merasa ada yang memperhatikan dirinya, Aira terus saja ada di sebelah Mamanya, tidak mau di tinggal sedetik pun. Aira terus saja mengekori kedua orang tuanya, kemana pun mereka pergi Aira dengan senang hati menjadi buntutnya.


Seperti kali ini, Aira sudah berada di genggaman tangan Papa-nya yang sedang mengobrol dengan Yudha. Beberapa kali Aira mencuri pandangan, karena Aira jarang bertemu dengan orang baru teman Papa-nya..


"*Hai Aira, ini Om Yudha teman Papa Tom..." Ucap Yudha menyapa duluan.


"Hai Om, Aku Aila putlinya Papa Tom..." Jawabnya Aira memperkenalkan dirinya. Aira terus melemparkan senyumannya, siapapun yang melihatnya pasti akan meleleh, dan terpesona dengan keindahan yang berada di depannya.


"Ayo Tom kita kenalin anak-anak kita, siapa tahu kita bisa jadi besan, awal bertemu aku sudah suka dengan putrimu..." Bisiknya Yudha yang tidak kalah bahagianya bisa berkenalan dengan putrinya Tom*.


Mereka sudah memperkenalkan dirinya masing-masing, Kenzi dan Kama masih saja tidak mau melepaskan genggaman tangannya dari genggaman tangan Aira.

__ADS_1


"Iiihh lepasin Abang Enzi, Abang Ama tangannya Aila..." tuturnya Aira yang sedikit kesal, wajahnya Aira juga sudah cemberut, wajahnya merah padam menahan sedikit sakit karena di genggam sedikit erat.


"Iiihhh Iya lupa..." Keduanya salah tingkah dengan aksinya, mereka langsung melepaskan tangannya Aira.


Setelah tangannya di lepas, Aira berlari memeluk kaki Mamanya. Aira sudah menyembunyikan kepalanya di kedua kakinya Intan, ada rasa takut karena dadanya terus berdebar-debar naik turun seperti kecapekan lari maraton.


"Ada apa sayang?"' tanya Intan menyamakan tingginya Aira.


"Aira hanya menggeleng, dan menyembunyikan wajahnya di pelukan Mama Intan."


💚💚💚


Dua keluarga sedang makan bersama, tidak ada yang bersuara hanya sendok, piring, dan garbu yang bersuara. Mereka sangat menikmati hidangan makannya, menurutnya ini sangat enak seperti masakan restoran bintang lima.


Di meja makan pun, Kenzi dan Kama tidak lepas dari pandangan kearahnya Aira. Gerak-gerik dan bahasa tubuhnya tidak lepas dari tatapan tajam keduanya, Tetapi mereka makan sampai tidak tersisa.


Aira merasakan di perhatikan hanya menundukkan kepalanya, ada rasa sedikit takut, dan tidak nyaman. Meskipun keduanya orang baik, tetapi tatapannya sepertinya begitu membunuh.


Kedua orang tuanya tidak memperhatikan gerak-gerik Anak-anaknya, mereka sibuk dengan makanannya, dan pembicaraan tentang pekerjaan. Awalnya Intan sedikit sungkan, karena Yudha mantannya, dan orang yang di kejar-kejarnya. Berkat mengejar Yudha ke Indonesia, Intan hamil dengan suaminya Tom, kesalahan satu malam membawakan pada kebahagiaan sesungguhnya.


"Partnya gimana nich? kasih krisannya dong.


Jangan lupa kasih suporternya untuk cerita autthor ini, dan lainnya juga.


VOTE


LIKE


RATE-NYA


KOMENTAR


Sebanyak-banyaknya, dan seikhlasnya autthor tunggu lho.

__ADS_1


__ADS_2