Duda Keren Yang Tampan

Duda Keren Yang Tampan
Bab 16


__ADS_3

Hari-hariku berjalan seperti biasanya, ada sedikit berbeda setelah kedatangan Kania menjadi pengasuh untuk Anakku. Semua berubah Kania memberikan warna baru untuk Anakku menjadi pengganti sosok mommy untuk Kenzi.


Setelah satu minggu Yudha dan Kenzi berkunjung ke rumah Kakek Neneknya, Kenzi malah sangat rewel, menanyakan Kania nggak pernah datang lagi? semenjak satu minggu Kania tidak ke rumah Yudha karna lagi sibuk mengerjakan skripsi dan tugas lainnya yang sudah deadline.


Beberapa hari ini Saya membawa Kenzi ke kantor karna Kania lagi mempersiapkan ujian sidang, Yudha tidak mau mengganggu waktu belajar Kania. Mau di titipkan ke rumah Kakek Neneknya sedang pergi ke rumah kerabat Neneknya di kota Yogyakarta yang sedang berlangsung acara pernikahan.


Yudha membawa Kenzi ke kantor menjadi primadona dadakan, banyak yang suka rela membantu dan meluangkan waktu untuk menjaga Kenzi. Kurang lebih sepuluh hari ke depan Kenzi ikut ke kantor Daddy-nya karna tidak ada yang menjaga selama di tinggal ke kantor.


Saya harus mengawasi Kenzi sambil fokus bekerja, Saya bersyukur Anakku di kelilingi orang-orang baik yang menyayangi Ken. Di saat Saya tinggal meeting Saya menitipkan pada sekertarisku atau orang kepercayaan yang dengan sukarela akan membantu menjaga Ken.


Sepulang kantor Saya lanjut memandikan Kenzi, memberikan makan, bermain sebentar sebelum menidurkan Kenzi. Walau ada pembantu di rumah Yudha, Ken sangat pemilih tidak sembarangan Ken mau sama bibik. Kebayang bukan? lelahnya seperti apa? "Saya merindukanmu Nena!"

__ADS_1


Yudha beranjak dari tempat tidur dengan pelan-pelan takut membangunkan Kenzi yang baru saja tertidur. Yudha berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya seharian bekerja dan menjaga Kenzi. Yudha berjalan keluar kamar untuk menuju ke arah dapur untuk menikmati makan malam sebelum Kenzi terbangun.


"Mau makan sekarang Pak?" tanya bik Siti dengan pelan-pelan.


"Boleh bik!"


Silahkan duduk dulu Pak akan bibik siapkan makan malamnya. bik Siti menyiapkan hidangan di meja makan dengan menu kesukaan Yudha.


"Nggak aja Pak , bibik makan di dapur saja!" bik Siti siap-siap memutar badannya berjalan ke dapur, ada yang mau Yudha bicarakan dengan bibik, bibik duduk dulu. akhirnya bik Siti duduk di depan Yudha sedikit sungkan karna duduk dengan majikannya. karna bik Siti sudah bekerja dari Yudha masih kecil dan mengurus Yudha dari bayi. bik Siti sudah di anggap keluarga sendiri oleh Yudha.


"Menurut bibik, Kania bagaimana?" jangan berfikiran macam-macam bik, Saya menanyakan berhubungan dengan Kenzi bik!. bik Siti diam-diam mengulum senyum memperhatikan Yudha berbicara. bibik berharap Pak Yudha membuka hatinya demi den Kenzi batin bik Siti.

__ADS_1


"Nona Kania gadis yang baik!" sangat keibuan, sayang sama den Kenzi dengan tulus, dewasa walau nona Kania masih kuliah. pantas saja Kenzi menyebutnya "Unda Ken" dan sangat akrab, menurut pada Kania batin Yudha.


Yudha terdiam sibuk dengan pikirannya sendiri, menerawang ke depan ini tentang masa depan putra semata wayangnya


"Haruskah Saya menikah lagi demi Kenzi?"


"Haruskah dengan Kania, gadis muda yang sangat menyayangi Kenzi!"


mungkin Anaknya sangat membutuhkan sosok seorang Ibu untuk tumbuh kembangnya.


"Pak!" bik Siti menepuk pundaknya Yudha pelan. owh iya bik, kalau sudah tidak ada yang di bicarakan bik Siti mau permisi kembali ke dapur.

__ADS_1


"Silahkan bik!"


__ADS_2