
*K**husus keluarga Tommy Wijaya dulu ya guyss*.
Pagi ini jadwal kontrol dedek utun, Intan sedang berkutat di dalam dapur untuk membuat sarapan untuk Tom dan Aira. Intan di bantu sama bibik, Intan hanya melakukan pekerjaan yang ringan-ringan saja seperti membuat bumbu, dan memasaknya.
Semenjak menikah suaminya selalu rewel soal makanan, dan itu harus istrinya yang memasaknya bukan bibik.
Mau tidak mau akhirnya Intan turun tangan ke dalam dapur, bukan Intan keberatan menuruti keinginan suaminya, tetapi karena Intan ingin berbakti kepada suaminya makanya setiap hari Intan rela turun ke dapur demi cintanya kepada sang suami.
"***Bik sayurannya sudah di cuci belum? bumbunya sudah Intan tumis tinggal masukin sayurannya, Bik...?" Tanya Intan yang terus saja menumis bumbu di panci, tanpa melihat bibik meskipun Intan sediang bertanya kepada beliau.
"Sudah non, sudah bibik tiriskan! bentar bibik ambilkan..." Sahutnya bibik yang masih sibuk mencuci peralatan dapurnya.
"Ini non sayurannya..." Ucap bibik menaruh wadah sayuran di sampingnya Intan.
"Makasih bik, bibik baik dech.."Sahutnya Intan memuji sang bibik.
"Bibik menanggapi ucapan majikannya hanya tersenyum simpul***.."
Setelah berkutat di dapur, akhirnya masakan selesai meskipun pekerjaan ringan tetapi butuh kesabaran. Intan sudah menata makanan di atas meja satu persatu, Intan memesan menu pagi yang sangat ringan sayur SOP, ikan goreng, tempe tahu, dan sambal terasi itu semua sudah di request suami, dan Anaknya Aira.
Setelah ditata sedemikian rupa, dan sempurna. Intan meninggalkan dapurnya untuk membersihkan dirinya yang bau keringat pagi, sedang ada bibik di dapur membersihkan sisa-sisa alat dapur yang telah kotor.
Selesai beberes di kamarnya, ketiganya keluar dari kamar untuk sarapan pagi bersama sebelum memulai aktivitas kembali hari ini. Tom sudah duduk di kursi yang kosong, Intan dan Aira juga sudah duduk pada tempatnya.
__ADS_1
Kedua matanya langsung berbinar-binar karena makanan kesukaannya tersaji di atas meja.
"***Mau sarapan dengan apa, pa?" tanya Intan sangat lembut.
"Semuanya Ma..." Jawabnya dengan semangat.
"Kakak Aira sarapan dengan apa?" tanya Intan.
"Cepelti Papa, Ma..." Jawabnya Aira yang tidak kalah riangnya***.
Intan menanggapi dengan senyum, keduanya bapak dan anak memiliki selera makan yang sama.
Setelah melayani suami dan Anaknya, Intan duduk di sebelah suaminya. Mereka bertiga makan sangat khidmat, tidak ada yang bersuara hanya jarum jam yang terus saja berputar menemani pagi yang indah untuk keluarga Tommy Wijaya.
Sesuai jadwal kontrolnya, mereka bertiga sudah tiba di rumah sakit. Sebelum ke rumah sakit, Tom sudah mendaftarkan nama istrinya terlebih dahulu, karena dirinya mendapatkan antrian nomer awal. Tom memutuskan berangkat lebih pagi, karena takut terjebak macet bertepatan dengan jam masuk kantor, pasti lalu lintas padat merayap.
Sampai di ruangan sang Dokter, Intan di tidurkan diatas brankar yang berada di ruang praktek Dokter kandungan.
Perutnya Intan di baluri gel pelumas, awal mulanya malu karena perutnya terpampang sempurna di depan orang lain, karena sudah menjadi rutinitas setiap bulannya akhirnya rasa malu itu hilang dengan sendirinya.
Alat Transducer sudah di gerakan diatas perutnya Intan, terdengar suara Duk Duk Duk begitu nyaring terdengar di telinganya.
Sang dokter ikut tersenyum, karena dedek utun sangat aktif, dan letaknya sangat bagus untuk kelahiran normal.
__ADS_1
"***Lihat Pak bayinya sangat aktif gerakannya, sepertinya ibu Intan hamil Baby twins di lihat ada di kantung janin di rahimnya.." Tutur sang Dokter yang senyumnya tidak pernah lepas dari bibirnya.
"Yang benar Dok!" tanyanya Tom untuk memastikan.
"Benar pak, ada kantung dua di rahimnya ibu Intan.."
"Bulan kemarin kok tidak kelihatan ya Dok, kalau hamil twins.." Ucap Tom yang ambigu karena rasa tidak percayanya, bahwa istrinya hamil twins***.
Ketiganya larut dalam euforia kebahagiaan, Intan sudah meneteskan air mata saking bahagianya , Tom pun juga sama kedua matanya sudah berkaca-kaca. Sedangkan Aira juga tidak kalah bahagianya karena Dede utun ada dua yang berarti Adiknya ada dua, Aira punya teman bermain.
Setelahnya Intan, Tom memangku Aira untuk duduk di depan sang Dokter.
"Kehamilan twins sangatlah harus di jaga karena ibu mengandung dua janin sekaligus, yang akan ibu bawa kemana-mana, jadi ibu harus ekstra hati-hati."
"Saya resespkan vitamin Pak, Bu! jaga pola makan, dan jangan lupa minum susu hamil untuk menambah nilai gizi."
Mendengar penjelasan sang Dokter panjang lebar, akhirnya ketiganya keluar dari ruang Dokter dengan wajahnya yang sumringah. Tidak lupa juga Tom menebus resep Dulu ke apotek, mengucapkan terima kasih kepada dokternya hal yang lumrah bagi pasien yang memeriksakan kondisi kesehatannya.
Setelah menebus resep di apotik, mereka sudah berada di mobil untuk pulang ke rumahnya.
Rasa bahagia menyeruak tatkala mendengar suara Dede utun yang bergerak aktif, Alhamdulillah sehat tidak kurang suatu apapun.
Sepasang suami istri tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur, dan terimakasih di anugerah-kan Baby twins di tengah-tengah kebahagiaannya penantian sang buah hati.
__ADS_1
See You next part