
Selamat makan siang. Selamat istirahat. autthor Up lagi kasih like, vote, komennya. Semangat!
"Kamu kalau cemburu tambah cantik." Goda Yudha menoel-noel pipi Kania yang chuby dengan bibir yang mengerucut.
"Bodo!" Kania meninggalkan Yudha dan Kenzi untuk membeli air minum dan roti untuk mengganjal perut Kenzi yang krucuk-krucuk karena laper.
"Daddy mah itu odain unda sih." Ujar Kenzi dengan bibir yang mengerucut, malah membuat Kenzi semakin menggemaskan, ingin sekali Yudha mendusel-dusel di pipinya dan menciumnya sampai puas.
"Kejal unda! daddy iihh." Ujar Kenzi dengan nada yang kesal, karena daddy-nya malah tersenyum menjawil hidungnya.
"Biarin, entar bunda juga kesini!" Ujar Yudha santai mengangkat anaknya untuk duduk di atas pangkuannya.
Kenzi duduk menghadap daddy-nya dengan memainkan dasi, juga kancing kemeja daddy-nya. Yudha sibuk membalas email yang masuk, membahas proyek pembangunan cabang Hotel Pradipta.
Dari arah barat nampak Kania berjalan tergesa-gesa, dengan satu tangannya menenteng plastik, satu tangannya untuk mengusap keringat di dahinya.
"Hiyat daddy! unda awa lastik." Seru Kenzi memberitahu daddy-nya dengan jari telunjuknya.
"Iya-iya sayang." Yudha kaget mendengar suara anaknya menyebut kata bunda membawa plastik, membuat Yudha menoleh ke barat ingin memastikan ke tempat Kania berjalan kearahnya.
"Yeahhh unda awain Enzi akanan." Seru Kenzi melihat bundanya langsung berbinar bahagia, dan penuh minat menatap plastik yang di bawa bundanya.
__ADS_1
"Unda awa apa addy?" Tanyanya Kenzi kepada daddy-nya, yang hanya melirik sekilas kearah Kania, dan melanjutkan membalas email yang masuk.
"Ihh addy ndak selu, ndak accik! dalitadi Enzi bicala ndak daddy dengelin!" Kenzi merajuk ingin turun dari pangkuan daddy-nya ketempat bundanya yang berjalan kearahnya.
Dari jauh Kania terlihat tersenyum hangat kepada anaknya Kenzi. yang sedang bersorak gembira melihat bundanya tersenyum dan mendekap tubuhnya Kenzi.
"Jagoan bunda! nungguin ya." Ujar Kania melepas dekapannya, dan melihat kearah Kenzi dengan raut wajah bahagianya.
"Jagoan bunda tambah ganteng! kalau banyak senyum." Ujar Kania melirik ke arah daddy-nya Kenzi yang masih asyik dengan gadget-nya.
Kania menghela nafasnya, dan mengelus dadanya "sabar" guman Kania.
"Bunda suapin ya!" Kania mendudukkan Kenzi di sampingnya sesekali memberikan suapan demi suapan kepada anaknya.
"Lotinya enak Enzi cuka unda!" Seru Kenzi bertepuk tangan dengan mulut masih penuh dengan rotinya.
"Ditelan dulu baru bicara ya sayang!" Ujar Kania mengusap surai rambutnya Kenzi dengan lembut.
"Aap unda." Kenzi terus melanjutkan mengunyah rotinya dengan binar bahagia makan di suapi bundanya.
"Dihabiskan ya! biar tambah montok." Ujar Kania tertawa kecil melihat Kenzi makan dengan penuh roti di mulutnya.
__ADS_1
"Iap unda!" Ucap Kenzi memberikan hormat seperti militer.
"Jagoan bunda tambah pintar." Ujar Kania merasa bangga melihat tumbuh kembang Kenzi yang sangat baik,walaupun tanpa kasih sayang mommy kandungnya sejak usia 7 bulan.
Kania menghalau air matanya supaya tidak jatuh, dengan mata yang sudah memerah menahan tangis, karena mengingat awal mula dipertemukan dengan Kenzi yang sudah di anggap Kania anaknya sendiri.
"Unda, angan angis! ental Enzi itut angis." Huaw... tangis Kenzi langsung terdengar sampai telinga daddy-nya.
"Ada apa sayang?" tanyanya Yudha kepada anaknya yang masih sesenggukan karena menangis tidak tahu asal usul nya.
"Cup Cup Cup, jagoan bunda jangan nangis entar gantengnya hilang." Ujar Kania membelai lembut punggungnya, dan mengusap rambutnya.
"Ndak unda! Enzi anteng sepelti daddy." Ujar Kenzi yang sudah mulai bisa tersenyum lagi, dan tangisnya sudah berhenti.
"Kenzi mau ikut daddy ke Kalimantan nggak? karena daddy disana dua minggu, mungkin juga lebih tergantung pekerjaan daddy.
"Itut ama unda ke alimantan." Ujar Kenzi dengan puppy eyes nya melihat daddy-nya yang berdiri lebih tinggi.
Coba bilang ke bunda! mau nggak pergi nemenin daddy kerja ke Kalimantan, nemenin Kenzi juga gitu.
"Unda au ya! itut Enzi, addy ke alimantan aik pecawat telbang." suara uwing...uwing... uwing unda.
__ADS_1